Alasan Foto Gibran di Turunkan di Ruangan Wakil Ketua DPRD Sukabumi

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:12 WIB
Alasan Foto Gibran di Turunkan di Ruangan Wakil Ketua DPRD Sukabumi
Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Rojab Asy'ari saat menurunkan foto Wapres Gibran di ruangan kerjanya, Rabu (7/10/2026). (Sumber Foto: SU/Asep Awaludin)
baca 10 detik
  • Rojab Asy'ari menurunkan foto Wapres Gibran karena malu atas temuan fakta sidang MK.

  • Gibran memilih fokus bekerja dan menegaskan dirinya merupakan lulusan S1 Singapura.

  • MK menolak gugatan tetapi mencatat tak ada dokumen kelulusan SMA Gibran di sidang.

Suara.com - Sikap politik tegas ditunjukkan Wakil Ketua DPRD Sukabumi, Rojab Asy'ari, dengan menurunkan foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di ruang kerjanya. Langkah ini diambil usai persidangan Mahkamah Konstitusi (MK) mengungkap bahwa Gibran tidak dapat menunjukkan bukti keabsahan ijazah setara SMA.

Politikus PDI Perjuangan tersebut merasa terbeban moral dan malu atas fakta hukum yang terungkap di meja hijau. Pencopotan bingkai foto tersebut menjadi aksi protes personal atas polemik syarat administrasi sang wakil presiden.

"Ya ini kan menyikapi fakta persidangan kemarin di Mahkamah Konstitusi berkaitan dengan putusan MK itu kan memang dinyatakan di fakta persidangan bahwa Gibran Rakabuming Raka itu tidak bisa membuktikan berkaitan dengan ijazah setara SMA seperti kayak gitu," ujar Rojab saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, kemarin

Ilustrasi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka digugat ke Mk. [Suara.com/Syahda]
Ilustrasi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka digugat ke Mk. [Suara.com/Syahda]

"Meskipun memang di proses persidangan itu tidak terbukti, nah saya sebagai Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan ya merasa malu juga kan seperti kayak gitu. Ya terpaksa dengan sikap politik saya," sambungnya.

Tindakan melepas atribut pimpinan negara ini ditegaskan Rojab hanya bersifat sementara. Apabila di kemudian hari muncul keabsahan hukum baru yang membenarkan ijazah Gibran, ia berjanji memajangnya kembali.

Papan bingkai gambar wakil kepala negara tersebut kini dipindahkan dan dititipkan sementara di Sekretariat DPRD. Langkah ini murni keputusan pribadi tanpa melibatkan koordinasi dengan pengurus struktur partai.

Rojab membedakan sikap politiknya terhadap Presiden Prabowo Subianto yang gambarnya tetap dipasang anggun di dinding. Ia tidak mewajibkan fraksi lain mengikutinya dan menyerahkan isu pemakzulan ke DPR RI.

"And kita tadi menyerahkan, menitipkan dulu ke Sekretariat DPRD. Ini sifatnya sementara dan hanya di ruangan saya," jelasnya.

"Untuk Presiden saya masih pertahankan, Pak Prabowo ada tetap terpampang di ruangan saya," ucapnya.

baca juga

"Oh saya tidak tahu ya. Kalau impeachment itu kan urusan DPR RI kayak gitu. Tapi mudah-mudahan sikap diturunkan, ya kewenangan saya hanya bisa menurunkan fotonya saja kan kayak gitu. Untuk menurunkan impeachment Gibran itu ya mungkin kewenergannya di DPR RI berdasarkan hasil putusan MK," katanya.

Di sisi lain, Gibran Rakabuming Raka memilih tidak ambil pusing dan memilih fokus mengawal jalannya pemerintahan. Ia menegaskan penghormatannya terhadap seluruh proses hukum di Mahkamah Konstitusi.

Gibran menangkis keraguan publik mengenai riwayat pendidikannya dengan menyinggung jejak studinya di luar negeri. Menurutnya, tidak logis jika ia bisa menempuh jenjang sarjana tanpa lulus sekolah menengah.

"Yang paling penting sekarang, saya akan terus fokus bekerja untuk masyarakat dan mensukseskan visi-misi dan program dari Bapak Presiden selaku pimpinan kami," kata Gibran kepada wartawan, Rabu.

"Ya kalau saya nggak lulus SMA, kan saya nggak mungkin bisa kuliah. Saya kan kuliah sampai S1 juga di Singapura," kata Gibran.

Aksi penurunan foto oleh pimpinan DPRD Sukabumi ini merupakan imbas dari sidang putusan Mahkamah Konstitusi pada Selasa (6/10). Hakim MK menolak gugatan pemohon, namun menyisakan catatan tebal terkait dokumen kelulusan Gibran.

Dalam pertimbangan hukumnya, hakim menyatakan tidak menemukan berkas fisik yang membuktikan Gibran menamatkan pendidikan setara SMA di Australia maupun Singapura. Temuan persidangan inilah yang kemudian memantik gelombang protes politik dari jajaran kader PDIP di daerah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Istana Belum Bahas Amar Putusan MK Soal Pendidikan Gibran, Tunggu 2-3 Hari

Istana Belum Bahas Amar Putusan MK Soal Pendidikan Gibran, Tunggu 2-3 Hari

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Siapa Rojab Asy'ari? Anak Buah Megawati yang Berani Turunkan Foto Wapres Gibran

Siapa Rojab Asy'ari? Anak Buah Megawati yang Berani Turunkan Foto Wapres Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Kronologis Aksi Turunkan Foto Gibran di DPRD Sukabumi

Kronologis Aksi Turunkan Foto Gibran di DPRD Sukabumi

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Terkini

Kabut Asap, 3 Pesawat Tujuan Bandara Pekanbaru Sempat Berputar-putar di Langit

Kabut Asap, 3 Pesawat Tujuan Bandara Pekanbaru Sempat Berputar-putar di Langit

Riau | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:10 WIB

5 Benda Paling Kotor di Dapur yang Sering Tak Disadari, Apa Saja?

5 Benda Paling Kotor di Dapur yang Sering Tak Disadari, Apa Saja?

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Dari PLTS Hingga CCS, Pertamina Perkuat Transisi Energi Nasional

Dari PLTS Hingga CCS, Pertamina Perkuat Transisi Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Surpres Pergantian Panglima TNI Belum Masuk DPR, Istana: Belum Ada Sampai Sekarang

Surpres Pergantian Panglima TNI Belum Masuk DPR, Istana: Belum Ada Sampai Sekarang

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:06 WIB

Pria Tewas Diduga Jatuh dari Lantai 22 UNPRI Medan, Kampus: Bukan Mahasiswa UNPRI

Pria Tewas Diduga Jatuh dari Lantai 22 UNPRI Medan, Kampus: Bukan Mahasiswa UNPRI

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Kenapa Orang Tidur Ngiler? Orang Dewasa Harus Waspadai 7 Faktor Ini!

Kenapa Orang Tidur Ngiler? Orang Dewasa Harus Waspadai 7 Faktor Ini!

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:02 WIB

3 Moisturizer Gel Murah Under Rp50 Ribu untuk Kulit Berminyak, Ringan dan Nyaman

3 Moisturizer Gel Murah Under Rp50 Ribu untuk Kulit Berminyak, Ringan dan Nyaman

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:01 WIB

Ulasan Perahu Kertas: Kisah Cinta, Mimpi, dan Perjalanan Menemukan Diri

Ulasan Perahu Kertas: Kisah Cinta, Mimpi, dan Perjalanan Menemukan Diri

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 12:00 WIB

5 Rekomendasi Smartwatch Murah Bisa Connect Strava, Lari Bebas Tanpa Bawa HP

5 Rekomendasi Smartwatch Murah Bisa Connect Strava, Lari Bebas Tanpa Bawa HP

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Istana Belum Bahas Amar Putusan MK Soal Pendidikan Gibran, Tunggu 2-3 Hari

Istana Belum Bahas Amar Putusan MK Soal Pendidikan Gibran, Tunggu 2-3 Hari

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:58 WIB

×