- EVIDENT Institute Indonesia merilis kajian populer mengenai kinerja wakil menteri Kabinet Merah Putih periode 3 September 2025 hingga 3 September 2026.
- Todotua Pasaribu, Angga Raka Prabowo, dan Giring Ganesha disorot karena capaian investasi, penyerapan tenaga kerja, serta indikator kebudayaan yang melampaui target.
- Lembaga riset menegaskan bahwa volume pemberitaan tinggi tidak selalu mencerminkan kinerja positif akibat adanya kasus hukum pejabat.
Suara.com - Lembaga riset independen EVIDENT Institute Indonesia merilis hasil kajian mengenai 10 Wakil Menteri (Wamen) dan Wakil Kepala (Waka) Badan Kabinet Merah Putih yang memiliki citra positif di mata publik serta berkontribusi signifikan terhadap reputasi institusi masing-masing.
Kajian bertajuk ‘Kajian Analisis Popularitas dan Sorotan Publik terhadap Wakil Menteri (Wamen) dan Wakil Kepala (Waka) Badan Kabinet Merah Putih Periode 3 September 2025 – 3 September 2026’ tersebut memetakan bagaimana figur wakil menteri dan wakil kepala badan memberikan dampak nyata terhadap persepsi publik atas lembaga yang dipimpin.
“Dalam negara demokrasi yang menempatkan kebebasan berpendapat, publik secara langsung memberikan penilaian mereka pada para Wamen dan Waka Badan secara organik. Media massa memberikan porsi pemberitaan yang diproses melalui proses redaksi, sementara masyarakat melalui unggahan maupun tanggapan aktif di media sosial,” tutur Head of Research Evident Institute Antonius Ivan Sudibyo, Rabu (7/10/2026).
Penilaian oleh media dan masyarakat tidak selalu bernuansa positif, terutama saat dipicu oleh tindakan kontroversial individu pejabat.
Kondisi tersebut menjadi alasan utama peran Wamen dan Waka Badan dinilai krusial dalam menopang stabilitas serta performa kelembagaan.
Banyaknya jumlah pos wakil menteri dan wakil kepala badan pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kerap membuat pencapaian positif tertutup oleh riuhnya atensi isu negatif di ruang publik.
Sorotan Kinerja Todotua Pasaribu dan Angga Raka Prabowo
Dari total 63 tokoh yang dianalisis dalam populasi kajian, Evident Institute menyoroti dua nama yang memegang portofolio vital terkait penciptaan lapangan kerja dan komunikasi kebijakan publik ke masyarakat.
Tokoh pertama adalah Todotua Pasaribu, Wamen Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, yang merepresentasikan sektor ekonomi melalui realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja.
Tokoh kedua yakni Angga Raka Prabowo, Wamen Komunikasi dan Digital (Komdigi), yang membidangi strategi komunikasi publik pemerintah.
“Keduanya menjadi sampel yang relevan untuk menilai sejauh mana sorotan media berkorelasi dengan kinerja nyata pada dua urusan pemerintahan yang berdampak langsung ke masyarakat,” papar Ivan.
Todotua Pasaribu dinilai memadukan legitimasi institusional dan popularitas organik. Realisasi investasi nasional tahun 2025 tercatat menembus Rp1.931 triliun dan melampaui target Presiden, diiringi pertumbuhan hilirisasi sebesar 43,3 persen. Tren ekspansi hilirisasi berlanjut hingga semester I-2026.
Di sektor regulasi, Todotua memimpin implementasi skema “fiktif positif” berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 untuk mempercepat perizinan berusaha.
Dari target penciptaan 2,5 juta lapangan kerja, realisasi hingga semester I-2026 telah menyerap sekitar 1,456 juta tenaga kerja baru.
Sementara itu, Angga Raka Prabowo memegang peran sentral dalam konsolidasi komunikasi kebijakan publik pemerintah.