Wabah Pes Rusia Bikin Was-was, Pakar Kesehatan Ingatkan Munculnya Bakteri yang Kebal Antibiotik

Galih Prasetyo

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:43 WIB
Wabah Pes Rusia Bikin Was-was, Pakar Kesehatan Ingatkan Munculnya Bakteri yang Kebal Antibiotik
Apa Itu Bakteri Yersinia Pestis? Diduga Bocor di Lab RUsia, Sumber dari Wabah Black Death [Istimewa]
baca 10 detik
  • Pekerja laboratorium Daria Shipilova meninggal dunia di Institut Antipes Irkutsk Siberia, memicu pengawasan medis bagi 200 kontak dekat.
  • Bakteri Yersinia pestis penyebab pes pneumonik menular lewat pernapasan, tetapi tingkat penularannya tidak setinggi virus Covid-19.
  • Penyakit pes dapat diobati menggunakan antibiotik, dan hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai penyebab kematian korban.

Suara.com - Kematian seorang pekerja laboratorium, Daria Shipilova di Rusia memicu kekhawatiran terhadap kemungkinan wabah pes pneumonik, penyakit berbahaya yang menyerang sistem pernapasan.

Sekitar 200 orang yang diduga pernah melakukan kontak dengan korban kini berada dalam pengawasan medis, sementara para ahli menilai risiko penularannya tidak sebesar Covid-19.

Kasus ini terjadi di Institut Antipes Irkutsk, Siberia, yang menangani penelitian terkait patogen penyebab penyakit pes.

Hingga saat ini, penyebab pasti kematian pekerja tersebut belum dikonfirmasi secara resmi.

Profesor patogenesis mikroba dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, Brendan Wren, menjelaskan bahwa bakteri Yersinia pestis penyebab pes pneumonik dapat menular melalui jalur pernapasan. Namun, tingkat penularannya dinilai tidak setinggi virus penyebab Covid-19.

Kematian Misterius Teknisi Lab Rusia: Diduga Kebocoran Bakteri Pes, Bakal Ada Wabah Baru? [MundoEConflicto]
Kematian Misterius Teknisi Lab Rusia: Diduga Kebocoran Bakteri Pes, Bakal Ada Wabah Baru? [MundoEConflicto]

“Yersinia pestis cukup menular, tetapi tidak sebanyak SARS-CoV-2,” kata Wren, seperti dikutip dari El Confidencial.

Pes pneumonik merupakan bentuk penyakit pes yang menyerang paru-paru dan disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis.

Berbeda dengan pes bubonik yang umumnya berkaitan dengan gigitan kutu terinfeksi, pes pneumonik dapat menular antarmanusia melalui partikel pernapasan yang mengandung bakteri.

Penyakit ini membutuhkan penanganan medis segera karena dapat berkembang dengan cepat.

baca juga

Meski berbahaya, infeksi pes dapat diobati menggunakan antibiotik apabila terdeteksi dan ditangani sedini mungkin.

Brendan Wren menyebut kasus pes masih ditemukan di berbagai wilayah dunia.

Ia memperkirakan sekitar 2.000 kasus terjadi setiap tahun, meskipun angka tersebut merupakan perkiraan yang disampaikan dalam laporan tersebut.

Wren juga mengingatkan adanya kemungkinan munculnya strain bakteri yang kebal terhadap sejumlah antibiotik.

Jika pasien terinfeksi strain multiresistan, pilihan pengobatan dapat menjadi lebih terbatas.

Namun, hingga laporan itu diterbitkan, belum ada informasi yang memastikan bahwa pekerja laboratorium di Rusia terinfeksi strain yang kebal antibiotik.

Menurut Wren, vaksin juga berpotensi dibutuhkan untuk melindungi personel militer dari kemungkinan penggunaan bakteri tersebut sebagai senjata biologis.

Sejauh informasi yang tersedia, belum ditemukan indikasi penularan luas seperti yang terjadi pada pandemi Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eropa di Ambang Konflik Nuklir? Moskow Murka Atas Aksi Provokasi Paris

Eropa di Ambang Konflik Nuklir? Moskow Murka Atas Aksi Provokasi Paris

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:18 WIB

Apa Itu Penyakit Pes dan Seberapa Bahaya? Pekerja Lab Rusia Tewas Diduga Terinfeksi

Apa Itu Penyakit Pes dan Seberapa Bahaya? Pekerja Lab Rusia Tewas Diduga Terinfeksi

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Apa Itu Bakteri Yersinia Pestis? Diduga Bocor di Lab RUsia, Sumber dari Wabah Black Death

Apa Itu Bakteri Yersinia Pestis? Diduga Bocor di Lab RUsia, Sumber dari Wabah Black Death

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Kematian Misterius Teknisi Lab Rusia Picu Alarm Wabah Black Death Sesi 2, WHO Buka Suara

Kematian Misterius Teknisi Lab Rusia Picu Alarm Wabah Black Death Sesi 2, WHO Buka Suara

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Kematian Misterius Teknisi Lab Rusia: Diduga Kebocoran Bakteri Pes, Bakal Ada Wabah Baru?

Kematian Misterius Teknisi Lab Rusia: Diduga Kebocoran Bakteri Pes, Bakal Ada Wabah Baru?

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:10 WIB

Terkini

Pemprov DKI Rampungkan Renovasi 16 Gedung Sekolah, Anggaran Capai Rp 876,7 Miliar

Pemprov DKI Rampungkan Renovasi 16 Gedung Sekolah, Anggaran Capai Rp 876,7 Miliar

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:41 WIB

Terdampak Rencana Penataan Tanah Abang, Warga Kampung Bali Bingung Cari Kontrakan Baru

Terdampak Rencana Penataan Tanah Abang, Warga Kampung Bali Bingung Cari Kontrakan Baru

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Kok Bisa Persib Bandung Comeback di Markas Port FC? Igor Tolic Sebut Otak Moncer Pemain

Kok Bisa Persib Bandung Comeback di Markas Port FC? Igor Tolic Sebut Otak Moncer Pemain

Bola | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:31 WIB

Catatan untuk Revitalisasi Tanah Abang: Siapkan Hunian Sementara, Libatkan Warga Terdampak

Catatan untuk Revitalisasi Tanah Abang: Siapkan Hunian Sementara, Libatkan Warga Terdampak

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Tanggapi PCNU Sekadau, KH Ismail Ghofur Bantah Ikut Agenda Pengondisian Muktamar di Jakarta

Tanggapi PCNU Sekadau, KH Ismail Ghofur Bantah Ikut Agenda Pengondisian Muktamar di Jakarta

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:22 WIB

Rumah Bakal Pakai Jargas dan PLTS, Danantara Ikut Biayai

Rumah Bakal Pakai Jargas dan PLTS, Danantara Ikut Biayai

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:22 WIB

5 HP Murah dengan Dukungan Update Bertahun-tahun, Pas Buat Jangka Panjang

5 HP Murah dengan Dukungan Update Bertahun-tahun, Pas Buat Jangka Panjang

Tekno | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Kenanga: Ketika Adat Bali Mengikat Cinta dan Membatasi Kebebasan Perempuan

Kenanga: Ketika Adat Bali Mengikat Cinta dan Membatasi Kebebasan Perempuan

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Tragis! Sekolah Tutup karena Kabut Asap, Tiga Kakak Beradik Tewas Kecelakaan Saat Pulang

Tragis! Sekolah Tutup karena Kabut Asap, Tiga Kakak Beradik Tewas Kecelakaan Saat Pulang

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:18 WIB

Ekspor Sawit RI Terancam Anjlok 4,5 Juta Ton, B50 Jadi Beban Baru?

Ekspor Sawit RI Terancam Anjlok 4,5 Juta Ton, B50 Jadi Beban Baru?

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:14 WIB

×