Babak Baru Ijazah Gibran, Denny Indrayana cs Mau Audiensi ke DPR, DPD, hingga MPR

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 06:53 WIB
Babak Baru Ijazah Gibran, Denny Indrayana cs Mau Audiensi ke DPR, DPD, hingga MPR
Denny Indrayana minta Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatan Wakil Presiden. [Suara.com/Dea]
baca 10 detik
  • Tim hukum penggugat mengalihkan gerakan audiensi ke DPR, DPD, dan MPR usai putusan MK.

  • Denny Indrayana dan Refly Harun mendorong parlemen menginisiasi proses pemakzulan Wakil Presiden Gibran.

  • MK menemukan fakta tiadanya kelulusan setara SMA Gibran, tetapi tidak berwenang melakukan diskualifikasi.

Suara.com - Langkah perlawanan terhadap keabsahan posisi Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden kini resmi berpindah ke gedung parlemen. Langkah politik ini diambil oleh tim hukum dan penggugat tepat setelah Mahkamah Konstitusi menyatakan tidak menerima gugatan mereka.

Gerakan baru ini berfokus mendesak DPR, DPD, hingga MPR untuk menginisiasi prosedur pemakzulan terhadap Wakil Presiden. Langkah hukum di pengadilan dinilai sudah selesai sehingga tekanan politik di legislatif menjadi jalur utama.

Perubahan strategi ini membawa dinamika baru karena publik kini menanti sikap resmi fraksi-fraksi partai politik di Senayan. Keberanian partai politik dalam merespons isu ijazah ini akan menjadi tolok ukur peta kekuatan politik nasional.

"Kami tetap akan melakukan gerakan-gerakan audiensi. Kami sedang menyusun surat-surat meminta waktu kepada fraksi DPR, MPR, bahkan juga kami sudah punya komunikasi dengan pimpinan DPD," kata Denny kepada wartawan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2026).

Denny menyoroti mekanisme hukum tata negara yang menempatkan parlemen sebagai pemegang kunci awal tindakan pemakzulan. Selain menyasar parlemen, konsolidasi juga akan diarahkan langsung ke jajaran pimpinan partai politik.

"Ingat, pemakzulan itu ada di DPR, MK, kembali ke DPR sebelum ke MPR, dan MPR itu selain unsur DPR ada unsur DPD. Jadi kita juga ingin melihat bagaimana posisi DPD. Kalau DPR, kita ingin lihat bagaimana posisi partai. Karena itu kita juga akan datang ke partai-partai," katanya.

Denny secara terbuka mempertanyakan arah kebijakan PDI Perjuangan terkait persoalan kelayakan syarat pimpinan negara ini. Ia mengaku penasaran dengan respons Megawati Soekarnoputri atas tindakan mantan kadernya.

"Bagaimana posisi PDI Perjuangan? PDI Perjuangan penting nih. Bu Mega bagaimana posisinya? Melihat kadernya, walaupun sudah mantan, Pak Jokowi dan Gibran memperlakukan bangsa Indonesia seperti ini," katanya.

Kuasa hukum Denny Indrayana, Refly Harun, menegaskan alasan yuridis memilih Senayan sebagai tumpuan gerakan berikutnya. Parlemen dipandang sebagai satu-satunya lembaga yang mengantongi hak konstitusional untuk memulai proses hukum tersebut.

baca juga

"Yang harus kita ketuk adalah pintu Dewan Perwakilan Rakyat, karena merekalah yang kemudian memiliki hak atau kewenangan konstitusional untuk mengusulkan the initial of impeachment, ya. Inisiation untuk melakukan pemakzulan, itu pintu pertama," kata Refly.

Fokus gerakan saat ini terkonsentrasi penuh untuk memastikan usulan pemakzulan dapat bergulir resmi di DPR. Pihaknya juga berencana mengetuk pintu Istana agar mendapat perhatian langsung dari pemegang kekuasaan tertinggi.

"Sekarang tinggal kita bagaimana mendorong ini dan akhirnya kemudian bisa gol. Ya tentu memang akan lebih mudah pekerjaan ini kalau seandaimya ada concern, ya, ada perhatian dari kekuasaan yang paling tinggi. Tetapi kalaupun tidak, atau belum perhatian, ya kita ikut ketuk juga ke sana. Jadi Istana pun kita akan ketuk pintunya juga," katanya.

Persoalan ini bermula dari gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) terkait syarat pendidikan Gibran saat mendaftar Pilpres 2024. Mahkamah Konstitusi dalam sidang putusannya tidak menemukan bukti ijazah pendidikan setara SMA milik Gibran di luar negeri.

Hakim MK Arsul Sani menerangkan bahwa dokumen yang digunakan penerbitan surat keterangan hanya berupa sertifikat kehadiran. Dokumen tersebut tidak membuktikan kelulusan dari jenjang pendidikan tertentu.

"Sementara itu, certificate of attendance dan dokumen lainnya yang digunakan sebagai dasar penerbitan Suket Nomor 9149/D.D1/KS/2019 sama sekali tidak menerangkan perihal keberhasilan menamatkan jenjang pendidikan tertentu, melainkan hanya menerangkan sebatas kehadiran dalam perkuliahan," kata Arsul.

Meski mengungkapkan temuan fakta tersebut, Mahkamah menyatakan tidak memiliki wewenang untuk mendiskualifikasi kedudukan Gibran.

"Mahkamah tidak dapat membatalkan atau mendiskualifikasi Gibran Rakabuming Raka dalam posisinya sebagai Wakil Presiden sebagaimana yang dimohonkan dalam petitum para pemohon," ujar Hakim MK Adies Kadir.

Adies Kadir menambahkan bahwa penentuan keabsahan syarat calon berada di ranah lembaga lain yang berwenang menurut UUD 1945.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keresahan Publik Diabaikan, Sosiolog UGM Khawatir Masyarakat Berubah Jadi Apatis dan Marah

Keresahan Publik Diabaikan, Sosiolog UGM Khawatir Masyarakat Berubah Jadi Apatis dan Marah

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Politisi PSI: Presiden BJ Habibie Tidak Memiliki Ijazah Sarjana

Politisi PSI: Presiden BJ Habibie Tidak Memiliki Ijazah Sarjana

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:56 WIB

Hitung-hitungan Politik Jika Gibran Dimakzulkan, Siapa yang Akan Mengisi Kursi Wakil Presiden?

Hitung-hitungan Politik Jika Gibran Dimakzulkan, Siapa yang Akan Mengisi Kursi Wakil Presiden?

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Terkini

Babak Baru Ijazah Gibran, Denny Indrayana cs Mau Audiensi ke DPR, DPD, hingga MPR

Babak Baru Ijazah Gibran, Denny Indrayana cs Mau Audiensi ke DPR, DPD, hingga MPR

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 06:53 WIB

Hasil Drawing IBL All Indonesian 2026: Satria Muda dan Dewa United Pisah Grup

Hasil Drawing IBL All Indonesian 2026: Satria Muda dan Dewa United Pisah Grup

Sport | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 06:43 WIB

Bandara Riyadh Diserang Kelompok Houthi hingga Menewaskan Karyawan Maskapai Penerbangan

Bandara Riyadh Diserang Kelompok Houthi hingga Menewaskan Karyawan Maskapai Penerbangan

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 06:39 WIB

8 Rekomendasi Parfum Lokal Fresh untuk Menjaga Wangi Seharian

8 Rekomendasi Parfum Lokal Fresh untuk Menjaga Wangi Seharian

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 06:30 WIB

Rekor Mandalika Pecah, Raul Fernandez Kuasai Practice MotoGP

Rekor Mandalika Pecah, Raul Fernandez Kuasai Practice MotoGP

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Blibli Buka PO iPhone 18 Pro di 5 Kawasan Perkantoran Jakarta

Blibli Buka PO iPhone 18 Pro di 5 Kawasan Perkantoran Jakarta

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Investasi Mulai Rp100.000, BRI Hadirkan Tiga Produk Reksa Dana Eastspring

Investasi Mulai Rp100.000, BRI Hadirkan Tiga Produk Reksa Dana Eastspring

Kalbar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Dukung Diversifikasi Portofolio, BRI Tambah 3 Pilihan Reksa Dana Eastspring

Dukung Diversifikasi Portofolio, BRI Tambah 3 Pilihan Reksa Dana Eastspring

Sulsel | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:39 WIB

335 Sekolah Ditutup akibat Kabut Asap Indonesia, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

335 Sekolah Ditutup akibat Kabut Asap Indonesia, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:22 WIB

Mengapa Pandangan yang Tepat Tentang Emas Tetap Bisa Berujung Rugi

Mengapa Pandangan yang Tepat Tentang Emas Tetap Bisa Berujung Rugi

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 22:09 WIB

×