Kunjungi SRT 4 DKI Jakarta, Gus Ipul: Tata Kelola dan Pengawasan Terus Dibenahi

Fabiola Febrinastri

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:15 WIB
Kunjungi SRT 4 DKI Jakarta, Gus Ipul: Tata Kelola dan Pengawasan Terus Dibenahi
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, saat melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 DKI Jakarta, Minggu (11/10/2026). (Dok: Kemensos)

Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan Kementerian Sosial terus berupaya memperbaiki tata kelola dan pengawasan Sekolah Rakyat, sekaligus memperkuat SDM yang terlibat.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul saat melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 DKI Jakarta, pada Minggu (11/10/2026) malam.

“Secara umum dapat saya sampaikan bahwa proses pembelajaran telah berjalan dengan baik, meskipun masih banyak kekurangan-kekurangan, dan kami juga harus terus memperbaiki tata kelola, pengawasan, sekaligus mencukupi kekurangan tenaga pendidik seperti guru, wali asrama, dan wali asuh,” kata Gus Ipul.

Dalam kunjungannya, Gus Ipul juga sempat makan malam bersama siswa SRT 4 Jakarta. Suasana semakin hangat saat beberapa siswa berani tampil ke depan untuk menyumbangkan lagu. Dengan penuh keakraban Gus Ipul duduk lesehan bersama ratusan siswa lain dan menikmati lagu yang dinyanyikan.

Salah satunya, Jessie siswi kelas 10 membawakan lagu Aku yang Dulu Bukanlah yang Sekarang. Ada juga Libo, siswa asal Papua yang kini di Sekolah Rakyat Bekasi. Dia tampil percaya diri membawakan lagu Perahu Retak dari Franky Sahilatua, dan langsung disambut tepuk tangan seluruh siswa di ruang makan.

Penampilan berikutnya dari Latifah yang menyanyikan Gala Bunga Matahari dengan penuh penghayatan. Latifah dan Jessie merupakan teman dekat meski berbeda keyakinan, mencerminkan keakraban dan kebersamaan di antara para siswa Sekolah Rakyat.

Dalam arahannya, Gus Ipul menjelaskan penyelenggaraan Sekolah Rakyat saat ini berlangsung di berbagai lokasi dengan kondisi sarana prasarana yang berbeda. Sebagian sekolah telah menempati gedung permanen, sementara lainnya masih menggunakan gedung sementara sambil menunggu proses pembangunan fasilitas permanen.

“Sekarang sudah ada lebih dari 44 ribu siswa seluruh Indonesia di 182 titik, 93-nya sudah menggunakan gedung permanen, sisanya masih menggunakan gedung sementara sambil menunggu proses pembangunan gedung permanennya. Khusus untuk gedung permanen itu kapasitasnya mencapai lebih dari 2 ribu siswa setiap titik nantinya, jenjang SD, SMP, dan SMA,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul menekankan bahwa siswa Sekolah Rakyat memiliki karakteristik yang beragam. Para siswa berasal dari latar belakang keluarga, budaya, kebiasaan, dan pola asuh yang berbeda-beda. Karena itu, proses pendidikan membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial, psikologis, dan kesehatan setiap siswa.

baca juga

“Kita tahu bahwa penjangkauan (siswa) tidak dengan menggunakan tes akademik, tapi menggunakan pendekatan berbasis data desil 1 dan desil 2, yaitu keluarga-keluarga yang paling tidak mampu secara sosial ekonomi. Nah setelah itu dilakukan penjangkauan, diproses di daerah, ditetapkan menjadi siswa Sekolah Rakyat, setelah mereka ditetapkan baru dimulai tes kesehatan," ungkapnya

Menurutnya dengan latar belakang siswa yang berbeda-beda, maka tidak mudah bagi Kepala Sekolah, guru, dan tenaga kependidikan untuk mendidik siswa.

“Maka dari itu dalam proses pembelajarannya, di samping kita melakukan pendekatan edukatif, tapi juga memberikan pendekatan rehabilitasi bagi siswa-siswa yang memerlukan layanan psikososial,” ujarnya.

Disamping adanya tantangan, sepanjang satu tahun pelaksanaan Sekolah Rakyat, para siswa juga telah mengumpulkan berbagai macam prestasi baik tingkat internasional, nasional, maupun regional.

“Namun demikian banyak potensi yang ketika menemukan satu pendampingan yang tepat, banyak prestasi yang sudah diraih. Tahun 2025 kemarin, tahun 2026 ini, sudah ribuan prestasi tingkat internasional, nasional, dan juga tingkat kabupaten, kota sampai tingkat kecamatan,” pungkasnya. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gus Ipul Ajak Ratusan Siswa Sekolah Rakyat Berkomitmen Tolak Perundungan

Gus Ipul Ajak Ratusan Siswa Sekolah Rakyat Berkomitmen Tolak Perundungan

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:11 WIB

Sekolah Rakyat Terus Berbenah, Perlindungan Siswa Jadi Fokus Utama

Sekolah Rakyat Terus Berbenah, Perlindungan Siswa Jadi Fokus Utama

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Bebas Perundungan, Penanganan Siswa Utamakan Rehabilitasi

Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Bebas Perundungan, Penanganan Siswa Utamakan Rehabilitasi

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Gus Ipul Pimpin Ikrar RT/RW Semarang Jadi Agen Perlindungan Sosial

Gus Ipul Pimpin Ikrar RT/RW Semarang Jadi Agen Perlindungan Sosial

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Wamensos Agus Jabo Tegaskan Akurasi Dapodik Jadi Kunci Sukses Sekolah Rakyat

Wamensos Agus Jabo Tegaskan Akurasi Dapodik Jadi Kunci Sukses Sekolah Rakyat

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Sekolah Rakyat Tak Boleh Jadi Tempat Terjadinya Tiga Dosa Besar Pendidikan

Sekolah Rakyat Tak Boleh Jadi Tempat Terjadinya Tiga Dosa Besar Pendidikan

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Terkini

Kunjungi SRT 4 DKI Jakarta, Gus Ipul: Tata Kelola dan Pengawasan Terus Dibenahi

Kunjungi SRT 4 DKI Jakarta, Gus Ipul: Tata Kelola dan Pengawasan Terus Dibenahi

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:15 WIB

Prabowo 2 Vs Gibran 0 untuk Berlaga di Pilpres 2029

Prabowo 2 Vs Gibran 0 untuk Berlaga di Pilpres 2029

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:14 WIB

Serangan Houthi Hantam Bandara Riyadh Hingga Penumpang Panik Berlarian

Serangan Houthi Hantam Bandara Riyadh Hingga Penumpang Panik Berlarian

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:13 WIB

Wardah Cooling Bright Jelly Facial Foam untuk Kulit Apa? Cek Manfaatnya

Wardah Cooling Bright Jelly Facial Foam untuk Kulit Apa? Cek Manfaatnya

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:12 WIB

Gus Ipul Ajak Ratusan Siswa Sekolah Rakyat Berkomitmen Tolak Perundungan

Gus Ipul Ajak Ratusan Siswa Sekolah Rakyat Berkomitmen Tolak Perundungan

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:11 WIB

Karhutla dan Banjir Terus Berulang, DPR Desak Evaluasi Izin Sawit dan Tambang di Kawasan Hutan

Karhutla dan Banjir Terus Berulang, DPR Desak Evaluasi Izin Sawit dan Tambang di Kawasan Hutan

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Sunscreen Kamu Cocok atau Tidak di Kulit? Ini Tanda-Tanda yang Perlu Dikenali

Sunscreen Kamu Cocok atau Tidak di Kulit? Ini Tanda-Tanda yang Perlu Dikenali

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Bos Bugatti Imbau Pabrikan Eropa Tidak Meniru Tren Mobil China, Fokus Kualitas

Bos Bugatti Imbau Pabrikan Eropa Tidak Meniru Tren Mobil China, Fokus Kualitas

Otomotif | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:04 WIB

Pekerja Proyek Bentrok dengan Satpol PP di Kebayoran Baru, Ini Pemicunya

Pekerja Proyek Bentrok dengan Satpol PP di Kebayoran Baru, Ini Pemicunya

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Misteri Umur 60: Usia Menjadi Pengingat tentang Kematian dan Kehidupan

Misteri Umur 60: Usia Menjadi Pengingat tentang Kematian dan Kehidupan

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:00 WIB

×