-
Serangan rudal Houthi di Bandara King Khalid Riyadh menelan korban jamaah umrah.
-
Ledakan besar melumpuhkan operasional penerbangan dan merusak fasilitas radar serta landasan.
-
Eskalasi penyerangan terjadi dua hari berturut-turut hingga menewaskan belasan orang dan ratusan terluka.
Suara.com - Serangan rudal kelompok Houthi menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, hingga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di kalangan jamaah umrah. Puluhan orang yang mengenakan pakaian ihram terjebak dalam situasi mencekam saat ledakan dahsyat mendadak merusak area terminal kedatangan dan keberangkatan.
Rekaman kamera pengawas memperlihatkan suasana mencekam di ruang tunggu sebelum dentuman keras memicu kepanikan massal. Para calon penumpang dan jamaah ibadah tampak berhamburan menyelamatkan diri di tengah gumpalan asap serta puing bangunan yang hancur.
Dilaporkan Reuters, rekaman CCTV menunjukkan para peziarah ibadah sedang mengantre di area pemeriksaan keamanan beberapa saat sebelum dentuman terjadi. Kilatan cahaya membakar ruangan dalam hitungan detik, mengubah suasana tertib menjadi kekacauan total.

Kejadian ini menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang pada Sabtu kemarin.
Kekerasan bersenjata ini tidak berhenti pada insiden hari Sabtu saja. Gelombang hantaman susulan kembali menyasar area obyek vital transportasi penerbangan tersebut pada hari berikutnya.
"Serangan itu mengakibatkan kerusakan material yang saat ini sedang dinilai," tambah otoritas airport.
Satu warga negara asing dilaporkan meninggal dunia akibat gempuran susulan di area penerbangan sipil itu. Selain itu, belasan korban lain mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan medis intensif.
Rentetan ledakan hebat memaksa otoritas penerbangan menghentikan seluruh aktivitas penerbangan demi keselamatan navigasi udara. Kerusakan parah pada sistem pemantauan darat dan landasan pacu melumpuhkan jadwal penerbangan internasional secara menyeluruh.
Peristiwa ini menjadi salah satu eskalasi konflik regional paling mematikan yang berdampak langsung pada fasilitas penerbangan sipil Arab Saudi. Pusat transportasi udara King Khalid yang biasanya dipadati jamaah ibadah umrah kini dijaga ketat oleh pasukan keamanan lokal.
Konflik bersenjata antara milisi Houthi asal Yaman dan koalisi Arab Saudi telah berlangsung selama bertahun-tahun dengan sasaran infrastruktur strategis. Penyerangan langsung ke area terminal penumpang sipil ini menandai peningkatkan ancaman keamanan bagi warga asing serta jamaah umrah di jazirah Arab.