-
Banyak partai politik menyatakan komitmen resmi untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai capres 2029.
-
Seluruh partai koalisi kompak belum menentukan nama calon wakil presiden pendamping Prabowo.
-
Dukungan parpol memperkuat dominasi Prabowo menuju kontestasi Pemilihan Presiden 2029 mendatang.
Suara.com - Peta kekuatan politik menjelang Pemilihan Presiden 2029 mulai memanas seiring mengalirnya komitmen dari deretan partai besar untuk kembali mengusung Prabowo Subianto. Hingga pertengahan Oktober 2026, gabungan partai politik pendukung pemerintah kompak menyatakan kesiapan mengawal kepemimpinan sang Presiden ke periode kedua.
Namun di balik solidnya dukungan terhadap calon presiden, seluruh partai koalisi mendadak enggan membicarakan sosok calon wakil presiden. Ketidakjelasan nama pendamping ini memperlihatkan adanya tawar-menawar politik yang masih disimpan rapat oleh para pimpinan partai.
Partai Amanat Nasional menjadi salah satu entitas politik yang mantap menyerahkan seluruh keputusan nama cawapres langsung ke tangan Prabowo. Sikap ragu-ragu menyeruak saat PAN enggan memastikan apakah dukungan tersebut otomatis mencakup nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka atau tidak.
![Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keterangan pers usai pertemuan bilateral dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (11/10/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/bar]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/12/31345-kunjungan-presiden-mesir-ke-indonesia-prabowo-subianto.jpg)
Sikap hati-hati juga ditunjukkan Partai Golkar yang memilih memisahkan dukungan capres dengan penetapan calon pendampingnya. Partai berlogo pohon beringin ini menegaskan bahwa nama pasangan pendamping Prabowo masih menjadi teka-teki yang belum diputuskan.
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengungkapkan, pihaknya sudah memiliki capres untuk Pilpres 2029, yakni Prabowo Subianto.
"Ya sejak tahun akhir 2024, standing position Golkar kan jelas, bahwa kami menghadapi Pilpres tahun 2029, kami sudah punya calon namanya Pak Prabowo, ya," ujar Doli.
Jauh sebelum barisan koalisi merapat, Partai Gerindra sudah menyalakan mesin politiknya untuk mengamankan kursi presiden periode kedua. Deklarasi internal tersebut diketok dalam momen puncak peringatan ulang tahun partai pada pertengahan Februari 2025 lalu.
Langkah Gerindra ini langsung disusul oleh Partai Demokrat yang menegaskan tidak memiliki figur alternatif di luar nama petahana. Pihak Demokrat mengklaim belum pernah ada pembahasan nama lain untuk diusung pada kontestasi lima tahunan mendatang.
Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Demokrat Herzaky Mahendra Putra pada mengungkapkan, belum ada nama lain di internal partai yang diperbincangkan untuk diusung sebagai capres pada Pilpres 2029.
"Tentu kalau bicara mengenai capres pada tahun 2029, ada waktunya nanti. Saat ini, kami belum pernah membahasnya, dan belum mendengar ada nama selain Bapak Presiden Prabowo untuk kontestasi 2029," kata Herzaky dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026).
Sementara itu, Partai Kebangkitan Bangsa mengunci ikatan politiknya bersama pemerintah dengan alasan keberlanjutan pembangunan nasional. Ketegasan sikap PKB merujuk pada prinsip bahwa masa kepemimpinan ideal seorang kepala negara membutuhkan waktu dua periode berturut-turut.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) juga pernah memastikan bahwa partainya masih akan tetap bersama-sama dengan Presiden RI Prabowo Subianto pada Pemilu 2029 mendatang.
“Pasti lah. Itu sudah menjadi komitmen,” ujar Cak Imin.
Dukungan awal dari Golkar, PAN, Gerindra, Demokrat, dan PKB ini memperkokoh dominasi Prabowo Subianto dalam peta persaingan Pemilu 2029. Gelombang komitmen ini sekaligus membuktikan keberhasilan konsolidasi kekuatan politik paska-Pemilu sebelumnya.
Meskipun fondasi capres sudah terbangun sangat kuat, dinamika penentuan cawapres diperkirakan akan menjadi titik krusial negosiasi antarpartai. Keadaan ini menempatkan figur calon wakil presiden sebagai kartu truf dalam memperebutkan pengaruh politik di dalam koalisi.