- Pasukan Bela Diri Jepang menyelesaikan misi bantuan pemadaman kebakaran hutan menggunakan kapal Kunisaki di Indonesia pada 6 Oktober 2026.
- Militer Jepang mengerahkan tiga helikopter CH-47 yang berhasil melakukan 56 misi dan menyiramkan sekitar 280 ton air.
- Pengerahan pasukan ke Kalimantan tersebut memberikan pengalaman baru bagi Jepang dalam menjalankan operasi gabungan lintas matra.
Suara.com - Pasukan Bela Diri Jepang resmi mengakhiri misi bantuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Kapal angkut milik Angkatan Laut Jepang, Kunisaki (LST-4003), bertolak dari Pelabuhan Kijing, Indonesia, pada 6 Oktober 2026 untuk kembali ke Jepang.
Kementerian Pertahanan Jepang mengumumkan bahwa kegiatan bantuan darurat internasional tersebut telah selesai setelah berlangsung selama beberapa pekan.
Dalam operasi ini, Jepang mengerahkan tiga helikopter angkut CH-47 milik Pasukan Bela Diri Darat Jepang untuk membantu pemadaman kebakaran hutan di Indonesia.
Kapal Kunisaki bertolak dari Jepang pada 30 Agustus 2026 dan tiba di Pelabuhan Kijing pada 10 September 2026.
Kapal tersebut membawa tiga helikopter CH-47 yang dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran hutan di Indonesia.
![Personel militer Jepang membawa peralatan pendukung penanganan karhutla dari kapal Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) JS Kunisaki ke dalam truk di dermaga Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu (12/9/2026). [ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/tom]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/13/47385-bantuan-jepang-kepada-indonesia-untuk-atasi-karhutla.jpg)
Dalam pelaksanaannya, Jepang menyesuaikan penempatan helikopter dengan kondisi kebakaran dan cuaca di lapangan.
Pada 20 September 2026, kapal Kunisaki meninggalkan Pelabuhan Kijing menuju perairan lepas pantai Ketapang, Kalimantan, untuk memperluas dukungan operasi.
Satu helikopter CH-47 ditempatkan di atas kapal Kunisaki yang beroperasi dari perairan Ketapang.
Sementara itu, dua helikopter lainnya ditempatkan di Pelabuhan Kijing sehingga kegiatan pemadaman dapat dilakukan dari dua titik operasi.
Kementerian Pertahanan Jepang menyebut helikopter CH-47 milik Pasukan Bela Diri Darat Jepang telah melakukan total 56 kali misi pemadaman selama operasi berlangsung.
Dalam seluruh misi tersebut, helikopter mengangkut dan menyiramkan sekitar 280 ton air untuk membantu mengatasi kebakaran hutan.
Sementara itu, Kepala Staf Gabungan Pasukan Bela Diri Jepang, Hiroaki Uchikura, mengatakan pasukannya berhasil menerapkan pengalaman dan keahlian yang selama ini dikembangkan pada misi pemadaman kebakaran hutan Kalimantan.
"Melalui penanganan kebakaran hutan di dalam negeri, kami dapat memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman yang telah dikembangkan di sana (Kalimantan),” ucap Uchikura seperti dikutip dari Risktaisaku.
Uchikura menyebut pengerahan pasukan ke Indonesia memberikan banyak pengalaman baru bagi militer Jepang, terutama dalam menjalankan operasi gabungan lintas matra dan berkoordinasi dengan lembaga terkait di negara tujuan.
Ia menyoroti pentingnya kerja sama antara Pasukan Bela Diri Darat, Laut, dan Udara Jepang dalam menjalankan misi tersebut.
Koordinasi dengan instansi setempat juga menjadi salah satu aspek penting yang dipelajari selama operasi berlangsung.
“Banyak pengetahuan dan pengalaman yang kami peroleh, termasuk melalui operasi terpadu Pasukan Bela Diri Darat, Laut, dan Udara serta koordinasi dengan lembaga terkait di lokasi,” ujar Uchikura.