Sumur Rusak Sebulan Lebih, Warga Bantargebang Terpaksa Beli Air hingga 10 Galon Sehari

Muhamad Yasir

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:43 WIB
Sumur Rusak Sebulan Lebih, Warga Bantargebang Terpaksa Beli Air hingga 10 Galon Sehari
Warga Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, kesulitan mendapatkan air bersih selama lebih dari sebulan. [Suara.com/Agustin]
baca 10 detik
  • Warga RT 04 RW 03 Bantargebang, Bekasi, mengalami krisis air bersih akibat kerusakan sumur artesis sejak September 2026.
  • Warga harus berjalan jauh membawa jeriken ke RT lain dan membeli galon isi ulang untuk memenuhi kebutuhan harian.
  • Warga mengeluarkan tambahan biaya setiap hari untuk membeli air dan mendesak pemerintah agar segera memperbaiki sumur artesis.

Suara.com - Warga RT 04 RW 03, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, kesulitan mendapatkan air bersih selama lebih dari sebulan.

Rusaknya sumur artesis yang selama ini menjadi sumber air membuat warga terpaksa mencari pasokan ke lingkungan lain hingga membeli air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ketua komunitas pemulung sekaligus warga setempat, Apong, mengatakan gangguan tersebut telah berlangsung sejak September 2026 atau sekitar satu setengah bulan.

“Kalau hitungan itu sebulan lebih ya, sekitar sebulan setengah lah dari September,” kata Apong kepada Suara.com saat ditemui di wilayah Bantargebang, Selasa (13/10/2026).

Selama sumur artesis tak berfungsi, sebagian warga harus mengambil air dari RT tetangga. Mereka membawa jeriken dan menempuh jarak yang cukup jauh demi mendapatkan air bersih.

“Jadi paling ngambilnya dari tetangga sebelah, dari RT sebelah. Itu lumayan jauh, mereka pada bawa jeriken dan ngisi di RT sebelah, jauh juga kondisinya,” ujarnya.

Tak semua kebutuhan air bisa dipenuhi dengan cara tersebut.

Warga juga harus membeli air isi ulang untuk keperluan rumah tangga, sehingga pengeluaran harian mereka bertambah.

“Banyak jadi kebanyakan beli air isi ulang buat kebutuhan mereka,” ucapnya.

Menurut Apong, konsumsi air isi ulang sebagian warga mencapai tujuh hingga 10 galon per hari. Dengan harga Rp4.000–Rp5.000 per galon, warga harus mengeluarkan puluhan ribu rupiah setiap hari hanya untuk mendapatkan air.

“Itu sehari itu warga habis ada yang 7 galon, ada yang 10 galon, kali Rp4 ribu. Kalau kita langsung ke agennya itu biasanya Rp4 ribu sampai Rp5 ribu dalam satu hari,” tuturnya.

Kerusakan sumur artesis juga mengganggu aktivitas sehari-hari warga, mulai dari mencuci pakaian dan piring hingga mandi. Mereka berharap perbaikan segera dilakukan agar pasokan air bersih kembali normal.

“Kalau harapan dari warga itu cepat perbaiki sumurnya, jadi biar warga juga enggak kekurangan air, jangan diperlambat, lah,” pintanya.

Reporter: Agustin Dwi Anggraini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Musik Kencang dan Rusuh! Lapak Narkoba di Kampung Ambon Sudah Lama Resahkan Warga

Musik Kencang dan Rusuh! Lapak Narkoba di Kampung Ambon Sudah Lama Resahkan Warga

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Remaja di Sukatani Bekasi Tewas Usai Terlibat Duel Celurit 1 Lawan 1

Remaja di Sukatani Bekasi Tewas Usai Terlibat Duel Celurit 1 Lawan 1

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:12 WIB

Babak Akhir Negosiasi Uang Sampah Bantargebang, Pramono Anung: Everybody Harus Happy

Babak Akhir Negosiasi Uang Sampah Bantargebang, Pramono Anung: Everybody Harus Happy

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:13 WIB

Terkini

Paca Goya, Tradisi Adat Masyarakat Kalaodi untuk Jaga Kelestarian Hutan

Paca Goya, Tradisi Adat Masyarakat Kalaodi untuk Jaga Kelestarian Hutan

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:40 WIB

4 Padu Padan OOTD ala Chae Soo Bin, Gaya Preppy yang Anti-Boring!

4 Padu Padan OOTD ala Chae Soo Bin, Gaya Preppy yang Anti-Boring!

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Dari Sungai ke Pasar, PNM Dampingi Maryati Ubah Eceng Gondok Jadi Kerajinan Bernilai

Dari Sungai ke Pasar, PNM Dampingi Maryati Ubah Eceng Gondok Jadi Kerajinan Bernilai

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:39 WIB

Aktivis BEM UI Diserang OTK, Polisi Naikan Status Jadi Penyidikan

Aktivis BEM UI Diserang OTK, Polisi Naikan Status Jadi Penyidikan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Usulan Sistem Parkir Baru Jakarta: Bayar Wajib Nontunai dan Diawasi CCTV, Ojol Gratis 30 Menit

Usulan Sistem Parkir Baru Jakarta: Bayar Wajib Nontunai dan Diawasi CCTV, Ojol Gratis 30 Menit

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:36 WIB

Bitcoin Cs Lagi Lesu, Indeks CFX10 Masih Merah ke Level 990,1

Bitcoin Cs Lagi Lesu, Indeks CFX10 Masih Merah ke Level 990,1

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Transaksi Digital RI Tembus USD6,11 Miliar, AI Bakal Ubah Cara Perusahaan Bertransaksi

Transaksi Digital RI Tembus USD6,11 Miliar, AI Bakal Ubah Cara Perusahaan Bertransaksi

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Drakor Crash 2 Tayang 16 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Drakor Crash 2 Tayang 16 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Pembunuhan Sadis Remaja di Pinang Ranti: Pelaku Kuras Harta Korban Buat Bayar Utang

Pembunuhan Sadis Remaja di Pinang Ranti: Pelaku Kuras Harta Korban Buat Bayar Utang

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:28 WIB

Komnas HAM Ungkap 3 Tersangka Rusuh Demo 27 Agustus Masih Ditahan, Ini Alasannya

Komnas HAM Ungkap 3 Tersangka Rusuh Demo 27 Agustus Masih Ditahan, Ini Alasannya

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:25 WIB

×