Polisi Periksa Lima Saksi Kasus Penganiayaan Satpol PP Saat Penertiban Parkir Liar di Jaksel

Vania Rossa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:52 WIB
Polisi Periksa Lima Saksi Kasus Penganiayaan Satpol PP Saat Penertiban Parkir Liar di Jaksel
pekerja proyek bentrok dengan Satpol PP di Kebayoran Baru. (Kolase/Instagram @infonesiaku.id)
baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya memeriksa lima saksi terkait dugaan penganiayaan anggota Satpol PP saat penertiban parkir liar di Jakarta Selatan.
  • Insiden pada Kamis, 8 Oktober 2026 tersebut terjadi akibat penghadangan dan pelemparan oleh sejumlah pekerja proyek di Jalan Kyai Maja.
  • Manajemen perusahaan proyek menyampaikan permohonan maaf serta bersedia menanggung biaya pengobatan dan kerusakan akibat peristiwa itu.

Suara.com - Polisi memeriksa lima saksi terkait dugaan penganiayaan terhadap anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat penertiban parkir liar di kawasan Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Insiden tersebut terjadi setelah petugas melakukan operasi cabut pentil terhadap kendaraan yang parkir sembarangan di sekitar Kolam Renang Bulungan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan atas laporan dugaan penganiayaan yang terjadi pada Kamis (8/10/2026).

"Saat ini petugas melakukan penyelidikan dan telah meminta keterangan lima orang saksi, terdiri dari satu pelapor, dua anggota Satpol PP, dan dua pekerja," kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (13/10/2026), dikutip dari ANTARA.

Berdasarkan laporan yang diterima polisi, korban diduga ditarik dan dipukul menggunakan helm hingga mengalami luka di bagian wajah.

"Berdasarkan laporan, korban diduga ditarik dan dipukul menggunakan helm hingga mengalami luka pada bagian wajah," ujar Budi.

Perkara tersebut dilaporkan terkait dugaan pelanggaran Pasal 466 dan atau Pasal 262 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Berawal dari Penertiban Parkir Liar

Insiden kekerasan itu bermula saat petugas Satpol PP bersama unsur terkait melakukan penertiban parkir liar di depan Kolam Renang Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Lokasi tersebut sebelumnya kerap menjadi objek pengaduan masyarakat.

baca juga

Kasatpol PP Kebayoran Baru Diki Zulkarnain menjelaskan, kegiatan penertiban dilakukan melalui operasi cabut pentil (OCP) terhadap puluhan kendaraan oleh petugas Satuan Pelaksana Dinas Perhubungan (Dishub) Kecamatan Kebayoran Baru.

"Dalam pelaksanaannya, kegiatan berjalan aman dan terkendali, dengan puluhan kendaraan yang dilakukan operasi cabut pentil oleh petugas Satpel Dinas Perhubungan (Dishub) Kecamatan Kebayoran Baru," kata Diki, Senin (12/10/2026).

Namun, situasi berubah setelah penertiban selesai. Ketika petugas bergerak menuju wilayah Kelurahan Selong, rombongan mereka dihadang dan mengalami pelemparan.

Peristiwa tersebut terjadi saat iring-iringan petugas melintas di Jalan Kyai Maja. Truk yang berada di bagian belakang rombongan dilempari sejumlah pekerja proyek pembangunan gedung Kejaksaan yang sedang beristirahat.

Menurut Diki, situasi sempat mereda sebelum kembali memanas setelah sejumlah orang berdatangan. Pelemparan kemudian kembali terjadi dan berujung pada kekerasan terhadap petugas di lokasi.

Salah seorang anggota Satpol PP terluka ketika berupaya melindungi rekannya yang terjatuh dan nyaris menjadi sasaran pengeroyokan massa.

Manajemen Perusahaan Proyek Sampaikan Permohonan Maaf

Setelah kejadian, perwakilan manajemen PT PP mendatangi pihak Kecamatan Kebayoran Baru untuk menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut.

Manajemen perusahaan juga menyatakan kesediaannya bertanggung jawab atas dampak kejadian, termasuk kerusakan yang ditimbulkan serta biaya pengobatan anggota Satpol PP yang mengalami luka.

Sementara itu, kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan para saksi untuk mendalami dugaan penganiayaan tersebut.

Pemeriksaan terhadap lima saksi diharapkan membantu polisi mengungkap rangkaian kejadian dan pihak-pihak yang terlibat dalam insiden kekerasan terhadap petugas Satpol PP tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Adu Jotos Satpol-PP dan Pekerja di Jaksel, Polisi Turun Tangan

Adu Jotos Satpol-PP dan Pekerja di Jaksel, Polisi Turun Tangan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:17 WIB

Polisi Proses Laporan Warga yang Protes Petasan Perayaan Maulid Nabi

Polisi Proses Laporan Warga yang Protes Petasan Perayaan Maulid Nabi

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:13 WIB

Aktivis BEM UI Diserang OTK, Polisi Naikan Status Jadi Penyidikan

Aktivis BEM UI Diserang OTK, Polisi Naikan Status Jadi Penyidikan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Terkini

Polisi Periksa Lima Saksi Kasus Penganiayaan Satpol PP Saat Penertiban Parkir Liar di Jaksel

Polisi Periksa Lima Saksi Kasus Penganiayaan Satpol PP Saat Penertiban Parkir Liar di Jaksel

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Kebakaran Hutan Karst Maros-Pangkep Ancam Lukisan Prasejarah Berusia 45.000 Tahun

Kebakaran Hutan Karst Maros-Pangkep Ancam Lukisan Prasejarah Berusia 45.000 Tahun

Sulsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Ekonomi Digital RI Tembus 99 Miliar Dolar AS, Komdigi Andalkan Bali Tech Week Tarik Investasi

Ekonomi Digital RI Tembus 99 Miliar Dolar AS, Komdigi Andalkan Bali Tech Week Tarik Investasi

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:49 WIB

Asap Karhutla Ganggu Negara Tetangga, Kenapa Indonesia Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

Asap Karhutla Ganggu Negara Tetangga, Kenapa Indonesia Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Bom Perang Dunia Ditemukan di Pinrang

Bom Perang Dunia Ditemukan di Pinrang

Sulsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:28 WIB

Klaim Asuransi Properti Tembus Rp5,78 Triliun pada Kuartal II 2026, Pelaku Usaha Perlu Lindungi Aset

Klaim Asuransi Properti Tembus Rp5,78 Triliun pada Kuartal II 2026, Pelaku Usaha Perlu Lindungi Aset

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:28 WIB

Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Wajah Cerah Bebas Flek Hitam Usia 40 Tahun

Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Wajah Cerah Bebas Flek Hitam Usia 40 Tahun

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:23 WIB

Menengok Progres Embung Kebagusan, Penahan Banjir Baru Jakarta

Menengok Progres Embung Kebagusan, Penahan Banjir Baru Jakarta

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Kupas Tuntas Kurikulum IB vs Cambridge: Mana yang Lebih Jaminan Lolos Kuliah di Luar Negeri?

Kupas Tuntas Kurikulum IB vs Cambridge: Mana yang Lebih Jaminan Lolos Kuliah di Luar Negeri?

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:56 WIB

Viva Hair Tonic Manfaatnya Apa Saja untuk Rambut? Ini 3 Varian dan Harganya

Viva Hair Tonic Manfaatnya Apa Saja untuk Rambut? Ini 3 Varian dan Harganya

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:45 WIB

×