KTT Manila Bakal Panas, Krisis Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Jadi Bahasan Utama

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:17 WIB
KTT Manila Bakal Panas, Krisis Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Jadi Bahasan Utama
Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sulbar menimbulkan asap yang dapat mengakibatkan dampak kesehatan bagi masyarakat di Mamuju, Senin (05/10/2026) [SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-Pemprov Sulbar]
baca 10 detik
  • ASEAN memasukkan penanganan kabut asap lintas batas dalam agenda resmi pertemuan KTT Manila.

  • Singapura dan Malaysia memberlakukan langkah darurat kesehatan serta pembatasan aktivitas akibat lonjakan polusi.

  • Fenomena El Nino kuat memicu kebakaran hutan luas, mengancam kesehatan warga, dan merusak habitat satwa.

Suara.com - Para menteri luar negeri negara anggota ASEAN resmi memasukkan isu kabut asap lintas batas ke dalam agenda pertemuan persiapan menjelang KTT ASEAN di Manila, Filipina. Langkah cepat ini diambil usai kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mengirimkan gumpalan asap tebal ke wilayah Malaysia dan Singapura.

Pemerintah Filipina menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi diplomasi lingkungan ini secara terbuka. Malaysia menjadi negara tetangga yang paling gencar mendesak agar kawasan segera memiliki sistem mitigasi bencana kabut asap yang terpadu.

Mekanisme penanganan bencana regional yang ada selama ini dinilai tumpul karena belum menjangkau dampak spesifik kabut asap lintas negara. Hal inilah yang mendorong negara-negara tetangga menuntut regulasi baru yang jauh lebih mengikat dan responsif.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Filipina, Dominic Xavier Imperial, mengatakan pada Selasa (13/10) bahwa penanganan kabut asap lintas batas akan dibahas dalam pertemuan persiapan para menteri luar negeri ASEAN pada November.

"Persoalan ini masuk dalam agenda," kata Imperial, merujuk pada pertemuan menjelang KTT ASEAN ke-49 di Manila, dikutip dari DW Jerman.

Pemerintah Malaysia menilai skema penanganan bencana alami kawasan saat ini tidak lagi mencukupi untuk menghadapi kepungan asap tahunan. Kuala Lumpur mendesak adanya terobosan regulasi yang mampu menembus batas administratif negara.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, mengatakan pada Senin (12/10) bahwa mekanisme ASEAN yang selama ini digunakan untuk menangani bencana alam belum mencakup persoalan kabut asap lintas batas.

Mohamad mengatakan Malaysia memahami upaya Indonesia untuk memadamkan kebakaran dan bersimpati terhadap tantangan yang dihadapi negara tersebut. Namun, ia berharap pemerintah Indonesia dapat mengambil langkah tambahan untuk mengatasi kebakaran dengan segera.

Malaysia berharap Indonesia dapat melakukan sesuatu yang lebih efektif untuk segera memadamkan api.

baca juga

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, sebelumnya mengatakan Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah sepakat untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna merespons kabut asap dalam pembicaraan kedua pemimpin. Anwar tidak memberikan perincian mengenai langkah-langkah tersebut.

Lonjakan polusi udara memaksa Singapura mengambil tindakan darurat guna menekan beban biaya medis pengobatan penyakit pernapasan warga. Di sisi lain, Malaysia terpaksa membatasi aktivitas publik dan operasional angkutan penerbangan.

Indeks Kualitas Udara (AQI) di Singapura sempat melonjak ke level 191 yang berstatus tidak sehat pada pertengahan Oktober. Situasi krisis ini mendorong kementerian kesehatan setempat mengucurkan bantuan subsidi pengobatan untuk penyakit asma, bronkitis, hingga penyakit paru obstruktif kronis.

Bantuan medis dari pemerintah Singapura memungkinkan warga lokal berobat dengan tarif maksimal 10 dolar Singapura (Rp140.000). Sementara bagi warga lansia berusia 67 tahun ke atas, biaya berobat ditekan hingga maksimal 5 dolar Singapura (Rp70.000).

Pembagian masker gratis jenis N95 turut disalurkan oleh Kongres Serikat Buruh Nasional Singapura kepada para kurir dan pekerja transportasi umum. Di Malaysia, sejumlah sekolah di wilayah Johor bagian selatan, Kuala Lumpur, dan Selangor terpaksa ditutup sementara demi keselamatan para siswa.

Gangguan mobilitas juga berdampak pada penerbangan regional akibat minimnya jarak pandang udara. Maskapai Firefly membatalkan penerbangan rute Bandara Sultan Abdul Aziz Shah Kuala Lumpur menuju Bandara Seletar Singapura sejak pekan lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Truk Kopdes Angkut Bibit Sawit Lewat Kabut Asap Kebakaran Hutan

Viral Truk Kopdes Angkut Bibit Sawit Lewat Kabut Asap Kebakaran Hutan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Pakar Lingkungan UGM: Keputusan Karhutla Bukan Bencana Nasional Adalah Kekonyolan

Pakar Lingkungan UGM: Keputusan Karhutla Bukan Bencana Nasional Adalah Kekonyolan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:23 WIB

Asap Tak Kenal Retorika: Menguji Keseriusan Pemerintah Menangani Karhutla

Asap Tak Kenal Retorika: Menguji Keseriusan Pemerintah Menangani Karhutla

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Terkini

KTT Manila Bakal Panas, Krisis Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Jadi Bahasan Utama

KTT Manila Bakal Panas, Krisis Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Jadi Bahasan Utama

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:17 WIB

Hadapi Dakwaan Pemerasan dan TPPU Rp354 Miliar, Febrie Ajukan Dua Nota Perlawanan

Hadapi Dakwaan Pemerasan dan TPPU Rp354 Miliar, Febrie Ajukan Dua Nota Perlawanan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:16 WIB

DPRD DKI Usul Satgas Sampah Tingkat Kelurahan, Pengelola Bank Sampah Diusulkan Dapat Insentif

DPRD DKI Usul Satgas Sampah Tingkat Kelurahan, Pengelola Bank Sampah Diusulkan Dapat Insentif

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:16 WIB

OTT KPK di BNPB, Eks Menkeu Purbaya Pernah Ingatkan Jangan Mark Up Dana Bencana

OTT KPK di BNPB, Eks Menkeu Purbaya Pernah Ingatkan Jangan Mark Up Dana Bencana

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:13 WIB

5 Pesan Moral Four Hands Two Sonatas: Sisipkan tentang Trauma dan Ambisi

5 Pesan Moral Four Hands Two Sonatas: Sisipkan tentang Trauma dan Ambisi

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:10 WIB

ARYADUTA Menteng Jadi Tuan Rumah Upacara Wisuda Raffles Jakarta PRISM 2026, Rayakan Talenta Kreatif

ARYADUTA Menteng Jadi Tuan Rumah Upacara Wisuda Raffles Jakarta PRISM 2026, Rayakan Talenta Kreatif

Jakarta | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:08 WIB

Itamoto Luncurkan Dots Handgrip untuk Skutik Premium

Itamoto Luncurkan Dots Handgrip untuk Skutik Premium

Otomotif | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:06 WIB

Daftar HP RAM 12 GB Memori 512 GB untuk Multitasking, Cek Harga Terbarunya

Daftar HP RAM 12 GB Memori 512 GB untuk Multitasking, Cek Harga Terbarunya

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:06 WIB

MAXStream TV Garap Film Pakai AI, 51 Adegan Rampung dalam Dua Bulan

MAXStream TV Garap Film Pakai AI, 51 Adegan Rampung dalam Dua Bulan

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:06 WIB

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura

Kaltim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:06 WIB

×