-
ASEAN memasukkan penanganan kabut asap lintas batas dalam agenda resmi pertemuan KTT Manila.
-
Singapura dan Malaysia memberlakukan langkah darurat kesehatan serta pembatasan aktivitas akibat lonjakan polusi.
-
Fenomena El Nino kuat memicu kebakaran hutan luas, mengancam kesehatan warga, dan merusak habitat satwa.
Suara.com - Para menteri luar negeri negara anggota ASEAN resmi memasukkan isu kabut asap lintas batas ke dalam agenda pertemuan persiapan menjelang KTT ASEAN di Manila, Filipina. Langkah cepat ini diambil usai kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mengirimkan gumpalan asap tebal ke wilayah Malaysia dan Singapura.
Pemerintah Filipina menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi diplomasi lingkungan ini secara terbuka. Malaysia menjadi negara tetangga yang paling gencar mendesak agar kawasan segera memiliki sistem mitigasi bencana kabut asap yang terpadu.
Mekanisme penanganan bencana regional yang ada selama ini dinilai tumpul karena belum menjangkau dampak spesifik kabut asap lintas negara. Hal inilah yang mendorong negara-negara tetangga menuntut regulasi baru yang jauh lebih mengikat dan responsif.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Filipina, Dominic Xavier Imperial, mengatakan pada Selasa (13/10) bahwa penanganan kabut asap lintas batas akan dibahas dalam pertemuan persiapan para menteri luar negeri ASEAN pada November.
"Persoalan ini masuk dalam agenda," kata Imperial, merujuk pada pertemuan menjelang KTT ASEAN ke-49 di Manila, dikutip dari DW Jerman.
Pemerintah Malaysia menilai skema penanganan bencana alami kawasan saat ini tidak lagi mencukupi untuk menghadapi kepungan asap tahunan. Kuala Lumpur mendesak adanya terobosan regulasi yang mampu menembus batas administratif negara.
Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, mengatakan pada Senin (12/10) bahwa mekanisme ASEAN yang selama ini digunakan untuk menangani bencana alam belum mencakup persoalan kabut asap lintas batas.
Mohamad mengatakan Malaysia memahami upaya Indonesia untuk memadamkan kebakaran dan bersimpati terhadap tantangan yang dihadapi negara tersebut. Namun, ia berharap pemerintah Indonesia dapat mengambil langkah tambahan untuk mengatasi kebakaran dengan segera.
Malaysia berharap Indonesia dapat melakukan sesuatu yang lebih efektif untuk segera memadamkan api.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, sebelumnya mengatakan Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah sepakat untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna merespons kabut asap dalam pembicaraan kedua pemimpin. Anwar tidak memberikan perincian mengenai langkah-langkah tersebut.
Lonjakan polusi udara memaksa Singapura mengambil tindakan darurat guna menekan beban biaya medis pengobatan penyakit pernapasan warga. Di sisi lain, Malaysia terpaksa membatasi aktivitas publik dan operasional angkutan penerbangan.
Indeks Kualitas Udara (AQI) di Singapura sempat melonjak ke level 191 yang berstatus tidak sehat pada pertengahan Oktober. Situasi krisis ini mendorong kementerian kesehatan setempat mengucurkan bantuan subsidi pengobatan untuk penyakit asma, bronkitis, hingga penyakit paru obstruktif kronis.
Bantuan medis dari pemerintah Singapura memungkinkan warga lokal berobat dengan tarif maksimal 10 dolar Singapura (Rp140.000). Sementara bagi warga lansia berusia 67 tahun ke atas, biaya berobat ditekan hingga maksimal 5 dolar Singapura (Rp70.000).
Pembagian masker gratis jenis N95 turut disalurkan oleh Kongres Serikat Buruh Nasional Singapura kepada para kurir dan pekerja transportasi umum. Di Malaysia, sejumlah sekolah di wilayah Johor bagian selatan, Kuala Lumpur, dan Selangor terpaksa ditutup sementara demi keselamatan para siswa.
Gangguan mobilitas juga berdampak pada penerbangan regional akibat minimnya jarak pandang udara. Maskapai Firefly membatalkan penerbangan rute Bandara Sultan Abdul Aziz Shah Kuala Lumpur menuju Bandara Seletar Singapura sejak pekan lalu.
Penyebab utama dari gelombang kebakaran hutan hebat tahun ini memuncak akibat pola anomali iklim El Nino yang melanda Samudra Pasifik. Fenomena cuaca ekstrem tersebut memicu rentetan krisis ekologis, gangguan ketahanan pangan, hingga ancaman keselamatan satwa langka.
Kebakaran hutan di wilayah Indonesia tercatat memicu serangan penyakit ISPA pada puluhan ribu warga setempat. Selain itu, Lembaga Konservasi YIARI bersama otoritas terkait harus mengevakuasi 46 individu orangutan dari kepungan api di Kalimantan Tengah.
Salah satu orangutan yang diselamatkan bernama Novita. Satwa betina tersebut ditemukan bertahan di atas pohon dengan luka bakar pada tangan dan kakinya.
"Ia harus meninggalkan habitatnya, dan kami harus menyelamatkannya, terutama karena kobaran api," kata Andi Muhammad Khadafi, kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah, kepada AFP.
Dampak gelombang panas El Nino turut merembet ke negara ASEAN lainnya, seperti ancaman krisis listrik di Myanmar dan Filipina akibat kekeringan debit air pembangkit listrik. Secara global, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menyatakan kekhawatiran mendalam atas potensi krisis pangan dunia dan menyiapkan dana bantuan khusus.
Anomali iklim tahun ini tercatat sebagai yang terkuat dalam sejarah oleh Badan Meteorologi Jepang. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperkirakan puncak kekeringan dan cuaca ekstrem ini baru akan berlangsung hingga Desember mendatang.
Krisis kabut asap lintas batas merupakan persoalan ekologis tahunan di Asia Tenggara yang dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat musim kemarau panjang. Intensitas kebakaran tahun ini melonjak tajam akibat fenomena El Nino kuat yang menyebabkan kekeringan ekstrem di berbagai wilayah Indonesia, seperti Sumatra dan Kalimantan. Dampak emisi asap yang melintas hingga ke negara tetangga memicu tekanan diplomatik regional serta mempertegas mendesaknya pembentukan aturan hukum penanganan bencana yang lebih komprehensif di tingkat ASEAN.