Asap Karhutla Ancam Balita, 62.400 Anak Tercatat Mengalami ISPA

Bella

Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:59 WIB
Asap Karhutla Ancam Balita, 62.400 Anak Tercatat Mengalami ISPA
Orang tua dari pasien anak penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menunggu anaknya yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Charitas Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (9/10/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym]
baca 10 detik
  • Sebanyak 62.400 bayi dan balita terserang ISPA akibat kabut asap karhutla di tujuh provinsi hingga Oktober 2026.
  • Kemenkes memobilisasi 2.106 tenaga medis serta mendistribusikan lebih dari 2,8 juta masker ke wilayah terdampak.
  • Orang tua diimbau waspada terhadap gejala ISPA dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat.

Suara.com - Sebanyak 62.400 bayi dan balita berusia 0–5 tahun terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 12 Oktober 2026. Jumlah ini mencapai 22,5 persen dari total 277.075 kasus ISPA yang tercatat di wilayah tersebut.

Paparan asap karhutla menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak karena mengandung partikel halus PM2.5 yang dapat memicu gangguan pernapasan. Kementerian Kesehatan mengingatkan orang tua agar mewaspadai gejala seperti napas cepat, sesak napas, hingga kesulitan menyusu atau minum pada bayi dan balita.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan, data kasus ISPA terus dipantau untuk mendeteksi peningkatan penyakit sekaligus memperkuat respons kesehatan di wilayah terdampak.

"Asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5 dan zat berbahaya lainnya yang dapat memicu ISPA, batuk, sesak napas, serta memperburuk asma. Bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit paru kronis termasuk kelompok rentan," kata Aji di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, Kemenkes bersama pemerintah daerah telah memperkuat pemantauan penyakit, pelayanan kesehatan, kesiapan fasilitas kesehatan, serta distribusi logistik.

Hingga 12 Oktober 2026, laporan mencatat mobilisasi 2.106 tenaga medis dan tenaga kesehatan serta distribusi lebih dari 2,8 juta masker melalui berbagai sumber pemerintah pusat dan daerah.

Orang Tua Diminta Waspadai Gejala ISPA

Kemenkes mengingatkan orang tua agar segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami sesak napas, napas cepat, atau kesulitan menyusu dan minum. Penggunaan nebulizer harus sesuai indikasi dan petunjuk tenaga medis, bukan dilakukan sembarangan secara mandiri.

Selain gangguan fisik, kabut asap berkepanjangan juga dapat memicu stres dan kecemasan akibat terganggunya aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, dan pekerjaan.

Masyarakat dianjurkan menjaga rutinitas anak dan mengupayakan aktivitas di dalam ruangan dengan udara lebih bersih. Orang tua juga perlu memperhatikan perubahan perilaku, gangguan tidur, serta perubahan pola makan anak.

baca juga

"Jika keluhan menetap dan mengganggu keseharian, segera konsultasikan dengan tenaga medis/kesehatan, jangan tunggu memburuk," ujarnya.

Masker N95 dan KN95 Dianjurkan Saat Keluar Rumah

Aji mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk. Jika harus keluar, masyarakat dianjurkan menggunakan respirator seperti N95 atau KN95 yang terpasang rapat untuk membantu menyaring partikel halus.

Jika respirator tersebut tidak tersedia, masker medis atau masker kain dapat digunakan secara berlapis. Namun, perlindungan bayi dan balita sebaiknya diprioritaskan melalui pengurangan paparan asap, bukan dengan mengandalkan masker.

Kemenkes juga mendorong pemerintah daerah menyiapkan ruang yang lebih aman dari asap, dilengkapi penyaring udara yang sesuai dan akses pelayanan kesehatan. Fasilitas tersebut terutama diperlukan untuk melindungi bayi, balita, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.

Sejumlah daerah terdampak telah menyediakan ruang oksigen. Penyediaan fasilitas tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi kualitas udara dan kebutuhan masyarakat setempat melalui koordinasi dinas kesehatan, BPBD, dan organisasi perangkat daerah terkait.

"Pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kondisi kualitas udara dan kebutuhan masyarakat setempat, melalui koordinasi OPD seperti dinas kesehatan, BPBD, dan perangkat daerah terkait. Bagi warga yang rumahnya sulit terlindung dari asap, akses ke ruang dengan udara lebih bersih menjadi penting," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ISPA di Wilayah Karhutla Tembus 277 Ribu Kasus

ISPA di Wilayah Karhutla Tembus 277 Ribu Kasus

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:34 WIB

Pakar Lingkungan UGM: Keputusan Karhutla Bukan Bencana Nasional Adalah Kekonyolan

Pakar Lingkungan UGM: Keputusan Karhutla Bukan Bencana Nasional Adalah Kekonyolan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:23 WIB

Asap Tak Kenal Retorika: Menguji Keseriusan Pemerintah Menangani Karhutla

Asap Tak Kenal Retorika: Menguji Keseriusan Pemerintah Menangani Karhutla

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Karhutla dan Krisis Komunikasi Publik: Saat Informasi Mitigasi Tak Selaras dengan Realitas

Karhutla dan Krisis Komunikasi Publik: Saat Informasi Mitigasi Tak Selaras dengan Realitas

Opini | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Mengapa Pemerintah Tidak Menetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional?

Mengapa Pemerintah Tidak Menetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional?

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Asap Karhutla Ganggu Negara Tetangga, Kenapa Indonesia Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

Asap Karhutla Ganggu Negara Tetangga, Kenapa Indonesia Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Sumatera Selatan Berselimut Kabut Asap, 1.324 Titik Panas Terdeteksi

Sumatera Selatan Berselimut Kabut Asap, 1.324 Titik Panas Terdeteksi

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Picu Ribuan Kasus ISPA di Palembang

Kabut Asap Karhutla Picu Ribuan Kasus ISPA di Palembang

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Karhutla Indonesia, Prabowo Usulkan Penambahan 70 Ribu Polisi Hutan

Karhutla Indonesia, Prabowo Usulkan Penambahan 70 Ribu Polisi Hutan

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Terkini

Asap Karhutla Ancam Balita, 62.400 Anak Tercatat Mengalami ISPA

Asap Karhutla Ancam Balita, 62.400 Anak Tercatat Mengalami ISPA

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Kemensos Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang di Kota Padang

Kemensos Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang di Kota Padang

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Raih Penghargaan Trusted & Popular Brand 2026, bank bjb Perkuat Citra Merek

Raih Penghargaan Trusted & Popular Brand 2026, bank bjb Perkuat Citra Merek

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Gus Ipul Dorong Bupati Bandung Barat dan Pekalongan Perkuat Gerakan Agen Perlinsos

Gus Ipul Dorong Bupati Bandung Barat dan Pekalongan Perkuat Gerakan Agen Perlinsos

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:52 WIB

MSI Rilis Laptop NVIDIA RTX Spark, Harganya Tembus Rp120 Juta!

MSI Rilis Laptop NVIDIA RTX Spark, Harganya Tembus Rp120 Juta!

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Tergiur Upah Rp 800 Juta, Bule Brasil Nekat Selundupkan Kokain Cair 3,6 Kg ke Bali

Tergiur Upah Rp 800 Juta, Bule Brasil Nekat Selundupkan Kokain Cair 3,6 Kg ke Bali

Bali | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:48 WIB

OTT KPK di BNPB, DPR Prihatin dan Terpukul: Kebakaran Hutan Belum Beres, Malah Ada Korupsi

OTT KPK di BNPB, DPR Prihatin dan Terpukul: Kebakaran Hutan Belum Beres, Malah Ada Korupsi

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:47 WIB

Operasi Sarang Narkoba di Bekasi, Polisi Sita 12 Paket Sabu dan Airsoft Gun

Operasi Sarang Narkoba di Bekasi, Polisi Sita 12 Paket Sabu dan Airsoft Gun

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:46 WIB

Detik-detik Calvin Verdonk Cetak Sejarah dalam 12 Menit di Liga Champions

Detik-detik Calvin Verdonk Cetak Sejarah dalam 12 Menit di Liga Champions

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Prof Ahmad Fadli Terpilih Jadi Rektor Unri Periode 2026-2030

Prof Ahmad Fadli Terpilih Jadi Rektor Unri Periode 2026-2030

Riau | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:38 WIB

×