30 Tahun Karhutla Tak Beres, Pengamat Cemas Kesenjangan Pendidikan Daerah Kian Melebar

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45 WIB
30 Tahun Karhutla Tak Beres, Pengamat Cemas Kesenjangan Pendidikan Daerah Kian Melebar
Ilustrasi karhutla
baca 10 detik
  • Sejumlah daerah di Pekanbaru hingga Sorong terpaksa menerapkan pembelajaran jarak jauh akibat kabut asap karhutla pada Rabu, 14 Oktober 2026.
  • Pengamat pendidikan Darmaningtyas menyatakan bahwa siklus bencana asap berulang selama tiga puluh tahun ini memperlebar kesenjangan kualitas pendidikan dengan Pulau Jawa.
  • Darmaningtyas mendesak pemerintah memberikan hukuman pidana tegas kepada pelaku pembakaran hutan untuk menghentikan masalah yang terus berulang.

Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung teratasi berpotensi membawa dampak buruk bagi dunia pendidikan.

Sejumlah daerah, mulai dari Pekanbaru hingga Sorong bahkan terpaksa menghentikan pembelajaran tatap muka dan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) demi menghindari bahaya paparan kabut asap.

Pengamat Pendidikan, Darmaningtyas menegaskan bahwa pengorbanan terhadap hak belajar anak-anak akibat bencana asap ini merupakan pola berulang yang terus terjadi tanpa adanya penyelesaian konkret.

"Sebetulnya itu kan isu lama. Di tahun '96 lalu, saya pernah menulis soal pendidikan yang menjadi korban kebakaran hutan. Jadi ini sebetulnya masalah lama yang tidak terselesaikan. Itu saya sudah tahun 96 ya, jadi berapa, 30 tahun lalu," kata Darmaningtyas, kepada Suara.com, Rabu (14/10/2026).

Menurut dia, bencana asap yang berkepanjangan ini berdampak fatal terhadap mutlaknya pemenuhan hak pendidikan anak.

Siklus PJJ dan libur sekolah yang terus berulang di daerah terdampak dinilai memicu pelebaran jurang kesenjangan pendidikan jika dibandingkan dengan wilayah luar terdampak seperti Pulau Jawa.

"Ya sudah pastilah (dampaknya) akan menciptakan kesenjangan, akan memperlebar kesenjangan, karena kesenjangannya sudah ada, tapi semakin memperlebar kesenjangan pendidikan di daerah-daerah yang terdampak kebakaran hutan itu dengan di Jawa yang tidak terkena dampak," tandasnya.

Terganggunya kegiatan belajar mengajar secara langsung membuat kualitas pendidikan di wilayah terdampak karhutla semakin tertinggal jauh. Anak-anak daerah terpaksa kehilangan jam belajar efektif akibat ancaman kesehatan dari kabut asap.

Darmaningtyas mengkritik pemerintah yang sering kali menjadikan alternatif pembelajaran daring atau online sebagai alibi penyelesaian. Padahal, kualitas dan intensitas PJJ terbukti jauh berada di bawah pembelajaran tatap muka (luring).

baca juga

"Jadi, bisa pemerintah mengelak, ya enggak apa-apa sekarang anak-anak bisa belajar dengan pembelajaran bisa dilakukan dengan online, iya, betul. Tapi jangan lupa bahwa intensitas pembelajaran online itu berdasarkan pengalaman, itu rendah dibandingkan dengan pembelajaran yang luring," ungkapnya.

Ia menyayangkan tidak adanya tindakan hukum tegas terhadap dalang pembakaran hutan selama 30 tahun terakhir.

Padahal, kejelasan sumber dan pelaku pembakaran menjadi kunci utama agar ancaman lumpuhnya pendidikan anak tidak terus berulang setiap tahun.

"Nah, kenapa masalah lama itu pertanyaannya kan tidak diselesaikan, baik misalnya dengan penindakan terhadap para pembakar hutan atau apa. Kan sebetulnya sumbernya kan sudah jelas, pelakunya juga sudah jelas. Cuma penegakan hukumnya saja yang tidak pernah ada, itu masalahnya," ujarnya.

Pemerintah didorong untuk menghentikan wacana tanpa aksi nyata dan segera menyeret para pelaku pembakaran hutan ke ranah pidana demi menyelamatkan masa depan pendidikan anak-anak di daerah.

"Jadi ya jangan omon-omon saja, pelaku pembakaran hutan itu ya harus dipidana, supaya menimbulkan efek jera," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Klaim Tak Tolak Bantuan Malaysia untuk Karhutla: Masih Hitung Kebutuhan

Pemerintah Klaim Tak Tolak Bantuan Malaysia untuk Karhutla: Masih Hitung Kebutuhan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:12 WIB

Terlihat Bugar! Gaun Mencolok Sarifah Suraidah dan Tiga Koper Rudy Masud saat Medical Check Up

Terlihat Bugar! Gaun Mencolok Sarifah Suraidah dan Tiga Koper Rudy Masud saat Medical Check Up

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:58 WIB

Kalau Prabowo Batuk, Harga Saham dan Nilai Rupiah Anjlok

Kalau Prabowo Batuk, Harga Saham dan Nilai Rupiah Anjlok

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:17 WIB

Kebijakan Lama Orde Baru di Balik Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatra, Bagaimana Bisa Terjadi?

Kebijakan Lama Orde Baru di Balik Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatra, Bagaimana Bisa Terjadi?

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:08 WIB

9 Korporasi Sawit Jadi Tersangka Karhutla di Kalimantan, Luas Kebakaran Capai 25.600 Hektare!

9 Korporasi Sawit Jadi Tersangka Karhutla di Kalimantan, Luas Kebakaran Capai 25.600 Hektare!

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Prabowo Wajib Tahu, Orang Ini Paling Menderita karena Dampak Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatra

Prabowo Wajib Tahu, Orang Ini Paling Menderita karena Dampak Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatra

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:39 WIB

Derita Ojek Online di Kebakaran Hutan Kalimantan: Sesak Napas dan Sakit Kepala Tapi Harus Kerja

Derita Ojek Online di Kebakaran Hutan Kalimantan: Sesak Napas dan Sakit Kepala Tapi Harus Kerja

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:18 WIB

Terkini

Temukan Inspirasi Pernikahan Impian di Wedding Showcase 2026 Swiss-Belresidences Kalibata

Temukan Inspirasi Pernikahan Impian di Wedding Showcase 2026 Swiss-Belresidences Kalibata

Jakarta | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:38 WIB

Warga Nongsa Unjuk Rasa, Protes Air Rumah Mati Tapi di Data Center Mengalir

Warga Nongsa Unjuk Rasa, Protes Air Rumah Mati Tapi di Data Center Mengalir

Batam | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:35 WIB

WNI di Arab Saudi Jadi Korban Serngan Rudal ke Bandara Internasional King Khalid

WNI di Arab Saudi Jadi Korban Serngan Rudal ke Bandara Internasional King Khalid

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Seret Nama Tan Kian dan Uang Rp55 Miliar, Ini Poin Keberatan Febrie Adriansyah di Sidang Tipikor

Seret Nama Tan Kian dan Uang Rp55 Miliar, Ini Poin Keberatan Febrie Adriansyah di Sidang Tipikor

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:31 WIB

2027 Warga RI Bakal Berebut Makanan dan Minuman, Rak Supermarket Terancam Kosong

2027 Warga RI Bakal Berebut Makanan dan Minuman, Rak Supermarket Terancam Kosong

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:29 WIB

Teror Kabel Semrawut Makan Korban di Ponorogo: Leher Robek Tersangkut, Kasusnya Masuk Meja Polisi

Teror Kabel Semrawut Makan Korban di Ponorogo: Leher Robek Tersangkut, Kasusnya Masuk Meja Polisi

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:25 WIB

7 Arti Mimpi Menikah dengan Orang Tidak Dikenal Menurut Islam dan Primbon Jawa

7 Arti Mimpi Menikah dengan Orang Tidak Dikenal Menurut Islam dan Primbon Jawa

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Pemprov Targetkan Rapelan 10 Bulan Gaji PJLP Jakarta Cair Awal November

Pemprov Targetkan Rapelan 10 Bulan Gaji PJLP Jakarta Cair Awal November

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:24 WIB

Tuding Dakwaan Jaksa Tak Jelas, Febrie Adriansyah Minta Hakim Terima Dalil Nota Perlawanan

Tuding Dakwaan Jaksa Tak Jelas, Febrie Adriansyah Minta Hakim Terima Dalil Nota Perlawanan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:23 WIB

Media Asing Sorot Kelangkaan BBM Bali, Singgung Kondisi Ekonomi Warga

Media Asing Sorot Kelangkaan BBM Bali, Singgung Kondisi Ekonomi Warga

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:21 WIB

×