Kalau Prabowo Batuk, Harga Saham dan Nilai Rupiah Anjlok

Bernadette Sariyem

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:17 WIB
Kalau Prabowo Batuk, Harga Saham dan Nilai Rupiah Anjlok
Presiden Prabowo Subianto.
baca 10 detik
  • Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar selalu sehat saat orasi di Universitas Padjadjaran, Selasa (13/10).
  • SBY menyatakan kondisi kesehatan Presiden Prabowo sangat penting karena batuk kecil pun dapat memengaruhi perekonomian nasional seperti nilai tukar rupiah.
  • Kementerian Kesehatan RI mencatat 62.400 kasus ISPA akibat kebakaran hutan dan mengerahkan ribuan tenaga medis pada Rabu (14/10/2026).

Suara.com - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mendoakan agar Presiden Prabowo Subianto tidak sakit. Sebab, bahkan bila Prabowo hanya batuk sekali pun, bisa jadi memengaruhi perekonomian nasional.

SBY saat memberikan orasi ilmiah dalam Dies Natalis ke-68 FISIP Universitas Padjadjaran, Jawa Barat, Selasa (13/10), mengakui dirinya sedang sakit batuk.

"Saya batuk, tapi bukan Influenza A, jadi aman. Jadi, kalau dalam orasi ini saya sesekali batuk, mohon dimaklumi. Kalau saya batuk, tentu yang terganggu kan orang yang di kiri dan kanan saya," kata SBY.

Meski begitu, bila dirinya batuk-batuk, bukanlah persoalan besar secara ketatanegaraan karena tak lagi menjabat sebagai presiden.

Tapi lain soal kalau yang batuk adalah Prabowo. Bila terjadi seperti itu, maka semua harus berhati-hati.

"Kalau saya batuk-batuk saat melukis, maka lukisannya akan tergores rusak. Aman, karena saya sekarang pelukis. Tapi kalau Pak Prabowo yang batuk-batuk, hati-hati," kata SBY disambut tawa hadirin.

Kenapa harus hati-hati kalau Prabowo batuk? SBY mengatakan batuk sang presiden bisa membuat harga saham dan nilai tukar rupiah anjlok.

"Kalau batuknya keras, saham dan rupiah bisa jatuh. Jadi kita doakan presiden kita tetap sehat. Supaya bisa tetap memimpin secara baik," kata dia.

Marak Kasus ISPA karena Kebakaran Hutan

baca juga

Masih terkait batuk-batuk, Kementerian Kesehatan RI mencatat terdapat lonjakan pasien infeksi saluran pernapasan akut alias ISPA, terutama di daerah-daerah yang terdampak kebakaran hutan serta lahan (karhutla).

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengungkapkan, terdapat 62.400 kasus ISPA.

"22,5 persen di antaranya adalah anak usia 0 sampai 5 tahun," kata dia, Rabu (14/102/2026).

Muhawarman mengatakan, kasus ISPA ini menjadi fokus perhatian Kemenkes karena balita adalah kelompok rentan terhadap kabut asap.

Dia menjelaskan, partikel halus yang terdapat pada asap karhutla mampu memicu gangguan pernapasan serta memperburuk penyakit paru sebagai komorbid.

Sebagai langkah penanganan, Kemenkes RI dan pemprov-pemprov setempat sudah memobilisasi 2.106 tenaga medis serta tenaga kesehatan. 

Sebanyak 2,8 juta masker juga sudah didistribusikan ke warga yang tedampak karhutla.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

9 Korporasi Sawit Jadi Tersangka Karhutla di Kalimantan, Luas Kebakaran Capai 25.600 Hektare!

9 Korporasi Sawit Jadi Tersangka Karhutla di Kalimantan, Luas Kebakaran Capai 25.600 Hektare!

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Pakar UGM Desak Penanganan Karhutla Lebih Agresif, Tak Cukup Menunggu Hujan

Pakar UGM Desak Penanganan Karhutla Lebih Agresif, Tak Cukup Menunggu Hujan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Asap Karhutla Ancam Balita, 62.400 Anak Tercatat Mengalami ISPA

Asap Karhutla Ancam Balita, 62.400 Anak Tercatat Mengalami ISPA

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:59 WIB

ISPA di Wilayah Karhutla Tembus 277 Ribu Kasus

ISPA di Wilayah Karhutla Tembus 277 Ribu Kasus

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:34 WIB

Pakar Lingkungan UGM: Keputusan Karhutla Bukan Bencana Nasional Adalah Kekonyolan

Pakar Lingkungan UGM: Keputusan Karhutla Bukan Bencana Nasional Adalah Kekonyolan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:23 WIB

Asap Tak Kenal Retorika: Menguji Keseriusan Pemerintah Menangani Karhutla

Asap Tak Kenal Retorika: Menguji Keseriusan Pemerintah Menangani Karhutla

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Karhutla dan Krisis Komunikasi Publik: Saat Informasi Mitigasi Tak Selaras dengan Realitas

Karhutla dan Krisis Komunikasi Publik: Saat Informasi Mitigasi Tak Selaras dengan Realitas

Opini | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Mengapa Pemerintah Tidak Menetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional?

Mengapa Pemerintah Tidak Menetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional?

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Terkini

Berapa Lama Ketahanan Lipstik Maybelline? Cek 3 Varian Superstay Ini

Berapa Lama Ketahanan Lipstik Maybelline? Cek 3 Varian Superstay Ini

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Kelakar SBY: Kalau Pak Prabowo Batuk Keras, Nilai Tukar Rupiah dan Saham Bisa Jatuh

Kelakar SBY: Kalau Pak Prabowo Batuk Keras, Nilai Tukar Rupiah dan Saham Bisa Jatuh

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:14 WIB

Malam Gila Liga Champions: Barcelona Pesta Gol, Duo Raksasa Eropa Malah Merana

Malam Gila Liga Champions: Barcelona Pesta Gol, Duo Raksasa Eropa Malah Merana

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:12 WIB

Kebijakan Lama Orde Baru di Balik Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatra, Bagaimana Bisa terjadi?

Kebijakan Lama Orde Baru di Balik Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatra, Bagaimana Bisa terjadi?

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:08 WIB

Operasi Sarang Narkoba di Bekasi: Komplotan 'Paman' dan 'Macan' Tak Berkutik

Operasi Sarang Narkoba di Bekasi: Komplotan 'Paman' dan 'Macan' Tak Berkutik

Bekaci | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:05 WIB

9 Korporasi Sawit Jadi Tersangka Karhutla di Kalimantan, Luas Kebakaran Capai 25.600 Hektare!

9 Korporasi Sawit Jadi Tersangka Karhutla di Kalimantan, Luas Kebakaran Capai 25.600 Hektare!

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Karhutla Riau Capai 20.691 Hektare, Bengkalis dan Pelalawan Penyumbang Terbesar

Karhutla Riau Capai 20.691 Hektare, Bengkalis dan Pelalawan Penyumbang Terbesar

Riau | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Kekayaan Alam indonesia Melimpah, tapi Kenapa Kesejahteraan Rakyat Tidak Merata?

Kekayaan Alam indonesia Melimpah, tapi Kenapa Kesejahteraan Rakyat Tidak Merata?

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Bebas Kulit Ditarik! Ini 4 Essence Cleanser Bikin Wajah Bersih dan Lembap

Bebas Kulit Ditarik! Ini 4 Essence Cleanser Bikin Wajah Bersih dan Lembap

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Maling Kabel Tembaga Berkedok Petugas PLN di Sigi Akhirnya Tertangkap

Maling Kabel Tembaga Berkedok Petugas PLN di Sigi Akhirnya Tertangkap

Sulsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:54 WIB

×