PKS Dorong Pileg dan Pilpres Digelar Terpisah dalam Revisi UU Pemilu

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:33 WIB
PKS Dorong Pileg dan Pilpres Digelar Terpisah dalam Revisi UU Pemilu
Sekretaris Jenderal DPP PKS, M. Kholid. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Sekjen DPP PKS M. Kholid mendorong pemisahan jadwal Pileg dan Pilpres dalam RUU Pemilu di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
  • PKS menilai pemisahan jadwal pemilu bertujuan untuk memperkuat kualitas demokrasi serta menciptakan sistem pengawasan pemerintahan yang selaras.
  • Panja RUU Pemilu Komisi II DPR RI menyusun sepuluh isu strategis dan menjadwalkan pembahasan hingga akhir tahun 2026.

Suara.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendorong agar wacana pemisahan pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) dimasukkan ke dalam pembahasan Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu.

Sekretaris Jenderal DPP PKS, M. Kholid, menilai, bahwa pemisahan jadwal pemilu ini penting guna memperkuat kualitas demokrasi di Indonesia. 

Menurutnya, pemisahan tersebut akan memastikan bahwa presiden dan wakil presiden terpilih mendapatkan legitimasi melalui dukungan konfigurasi politik yang segar dan selaras dengan parlemen yang akan mengawasinya.

"Kemudian apa lagi, terkait pileg dipisah dengan eksekutif. Saya kira itu bagus untuk memperkuat bagaimana demokrasi kita ya, sehingga tiket yang digunakan untuk pilpres itu bukan tiket lama. Tiket baru," ujar Kholid di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2026). 

Ia menjelaskan, jika pemilu legislatif dan eksekutif disatukan, konfigurasi koalisi yang mengusung calon presiden berisiko menggunakan peta kekuatan lama (tiket lama). 

Padahal, pemerintahan yang terbentuk pada periode mendatang memerlukan mekanisme checks and balances yang selaras dengan hasil pilihan rakyat yang terbaru.

"Ya kan kalau umpamanya yang digunakan tiket lama konfigurasinya nanti bisa berubah. Ya padahal yang mengawasi nanti pemerintahan yang terbentuk 2029, 2034, itu kan konfigurasi hasil pileg yang baru. Nah kita ingin agar compatible nih. Pileg dulu, baru kemudian eh pilpres ya," imbuhnya.

Sebelumnya, Panitia Kerja (Panja) RUU Pemilu Komisi II DPR RI resmi menyusun 25 agenda pembahasan yang direncanakan berlangsung hingga 23 Desember 2026. 

Keputusan ini diambil dalam rapat perdana Panja pada Senin (5/10/2026), yang berfokus pada pemetaan isu-isu krusial dalam perancangan undang-undang pemilu.

baca juga

Ketua Komisi II DPR RI, M Rifqinizamy Karsayuda menyampaikan bahwa ada 10 isu strategis yang disepakati untuk menjadi bahan pembahasan utama, yaitu:

1. Struktur representasi dan desain DPR, DPD, dan DPRD
a. Sistem Pemilu
b. District Magnitude
c. Parliamentary Threshold
d. Postur keanggotaan DPR, DPD dan DPRD. 

2. Pendaftaran peserta pemilu

3. Desain pemilu
a. Desain keserentakan
b. Desain pemilu bersih dan bermatabat
c. Desain pembiayaan pemilu. 

4. Pemilihan presiden dan wakil presiden

5. Persyaratan calon peserta pemilu legislatif

6. Penerapan sistem digital

7. Perlindungan hak pilih

8. Kelembagaan penyelenggara pemilu

9. Sengketa dan penegakan hukum pemilu

10. Ketentuan lainnya. 

“Tadi hanya membahas dua hal. Yang pertama kami menyepakati isu-isu strategis yang akan dibahas di Panja ini,” kata Rifqinizamy.

Untuk mengawal pembahasan isu-isu strategis tersebut, Panja akan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan lembaga negara, mulai dari KPU, Bawaslu, MK, MA, KPK, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, hingga kelompok masyarakat sipil. 

Di sisi lain, Panja juga berencana memanfaatkan masa reses mendatang untuk merampungkan penyusunan draf RUU dan naskah akademik. 

Targetnya, draf serta naskah akademik RUU Pemilu dapat diselesaikan paling lambat awal tahun depan.

Rifqinizamy Karsayuda, menyampaikan, bahwa kegiatan rapat Panja akan mulai bergulir pada awal November mendatang di tengah masa reses.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Partai Lain Mulai Deklarasi Prabowo 2029, PKS: Fokus Kami Sekarang Ekonomi dan Bencana

Partai Lain Mulai Deklarasi Prabowo 2029, PKS: Fokus Kami Sekarang Ekonomi dan Bencana

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:56 WIB

Masyarakat Sipil Dorong Pemakzulan Gibran Usai Putusan MK, PKS Siap Jadi Jembatan Aspirasi

Masyarakat Sipil Dorong Pemakzulan Gibran Usai Putusan MK, PKS Siap Jadi Jembatan Aspirasi

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19 WIB

Prabowo Tanpa Gibran di Pilpres 2029? Akhir Drama Keluarga Solo

Prabowo Tanpa Gibran di Pilpres 2029? Akhir Drama Keluarga Solo

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:04 WIB

Terkini

Lille Bermain Buruk Sebelum Calvin Verdonk Masuk, Ancelotti: Kami Tak Pantas Dibantai Arsenal

Lille Bermain Buruk Sebelum Calvin Verdonk Masuk, Ancelotti: Kami Tak Pantas Dibantai Arsenal

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:33 WIB

Kejagung Periksa Kajari Konawe Fachrizal Terkait Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Kejagung Periksa Kajari Konawe Fachrizal Terkait Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:33 WIB

PKS Dorong Pileg dan Pilpres Digelar Terpisah dalam Revisi UU Pemilu

PKS Dorong Pileg dan Pilpres Digelar Terpisah dalam Revisi UU Pemilu

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:33 WIB

Daftar Kontroversi Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud: Terbaru Isu Plesiran Saat Karhutla

Daftar Kontroversi Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud: Terbaru Isu Plesiran Saat Karhutla

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:28 WIB

Promo Cashback 25% di Pagi Sore Reguler dari BRI, Cek Syaratnya

Promo Cashback 25% di Pagi Sore Reguler dari BRI, Cek Syaratnya

Bri | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Fred Perry DNA Night 2026 Rayakan Peleburan Musik dan Subkultur

Fred Perry DNA Night 2026 Rayakan Peleburan Musik dan Subkultur

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:24 WIB

Kode Promo Shopee untuk Nasabah BRI, Berlaku Hingga Akhir Tahun

Kode Promo Shopee untuk Nasabah BRI, Berlaku Hingga Akhir Tahun

Bri | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:21 WIB

Love Language Zodiak Gemini Apa? Ini Cara Bikin Dia Luluh

Love Language Zodiak Gemini Apa? Ini Cara Bikin Dia Luluh

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:21 WIB

Tak Bisa Disamakan, Ini Alasan Implan Lutut Pasien Asia Butuh Perhatian Khusus

Tak Bisa Disamakan, Ini Alasan Implan Lutut Pasien Asia Butuh Perhatian Khusus

Health | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Bukan Hanya Salah El Nino: Mengurai Akar Krisis Karhutla Kalimantan

Bukan Hanya Salah El Nino: Mengurai Akar Krisis Karhutla Kalimantan

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:20 WIB

×