Kabut Asap Indonesia Bikin Ekonomi Malaysia Tergerus, Kerugian Tembus Rp5,8 Triliun per Bulan

Galih Prasetyo

Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:58 WIB
Kabut Asap Indonesia Bikin Ekonomi Malaysia Tergerus, Kerugian Tembus Rp5,8 Triliun per Bulan
Kabut asap akibat karhutla Kalimantan masih mengganggu kualitas udara di sejumlah wilayah Malaysia. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Kabut asap lintas batas di Malaysia berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bulanan hingga mencapai Rp5,8 triliun.
  • Sektor pariwisata, penerbangan, pertanian, dan konstruksi mengalami gangguan aktivitas serta penurunan produktivitas yang signifikan akibat polusi.
  • Biaya nasional untuk mengatasi penyakit terkait kabut asap meningkat tajam dan membebani sistem kesehatan masyarakat.

Suara.com - Kabut asap lintas batas yang berkepanjangan berpotensi menggerus perekonomian Malaysia hingga RM1,5 miliar atau sekitar Rp5,8 triliun per bulan.

Kerugian tersebut mencakup gangguan aktivitas bisnis, meningkatnya biaya kesehatan, hingga penurunan produktivitas pekerja.

Sejumlah pakar memperkirakan dampak ekonomi kabut asap saat ini mencapai RM20 juta hingga RM50 juta per hari.

Jika kondisi tersebut terus berlanjut, total kerugian bulanan diperkirakan berada di kisaran RM600 juta hingga RM1,5 miliar.

Profesor ekonomi Sunway University, Dr Yeah Kim Leng, mengatakan angka tersebut masih merupakan perkiraan konservatif.

Menurutnya, dampak kabut asap dapat semakin besar apabila gangguan terhadap berbagai sektor ekonomi terus berlangsung.

“Kerugian ekonomi sebenarnya berpotensi membengkak hingga RM600 juta sampai RM1,5 miliar per bulan,” kata Yeah, seperti dikutip Malay Mail dari laporan The Star. 

Sejumlah kendaraan melintas di atas jembatan Siak III yang dipenuhi kabut asap di Pekanbaru, Riau, Rabu (7/10/2026). [ANTARA FOTO/Rony Muharrman/YU]
Sejumlah kendaraan melintas di atas jembatan Siak III yang dipenuhi kabut asap di Pekanbaru, Riau, Rabu (7/10/2026). [ANTARA FOTO/Rony Muharrman/YU]

Pariwisata dan Penerbangan Paling Terdampak

Yeah Kim Leng menilai sektor pariwisata dan penerbangan menjadi dua bidang yang paling rentan terhadap dampak kabut asap.

baca juga

Polusi udara dapat mengurangi jumlah kedatangan wisatawan hingga 8 persen dan memicu kerugian produk domestik bruto (PDB) yang diperkirakan mencapai RM1,5 miliar.

Penurunan kualitas udara dapat membuat wisatawan membatalkan perjalanan, sementara jarak pandang yang terbatas berpotensi mengganggu operasional penerbangan.

Kondisi tersebut juga dapat menekan pendapatan pelaku usaha yang bergantung pada aktivitas pariwisata.

Sektor pertanian dan perkebunan turut menghadapi tekanan. Petani sayuran di Johor dilaporkan mengalami penurunan produksi, sedangkan hasil panen buah-buahan disebut turun hingga separuh.

Industri kelapa sawit juga berpotensi merasakan dampak kabut asap dengan jeda waktu enam hingga 12 bulan.

Artinya, kerugian tidak selalu terlihat secara langsung ketika kabut asap mulai menyelimuti suatu wilayah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Mahasiswa Malaysia Bawa 4 Kg Sabu di Tanjung Balai Terbantahkan, Fakta Aslinya Mengejutkan

Kabar Mahasiswa Malaysia Bawa 4 Kg Sabu di Tanjung Balai Terbantahkan, Fakta Aslinya Mengejutkan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:51 WIB

Timur Tengah Sedang Genting! John Herdman Bersikeras Ingin Laga Tandang Saat FIFA Matchday November

Timur Tengah Sedang Genting! John Herdman Bersikeras Ingin Laga Tandang Saat FIFA Matchday November

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:48 WIB

Era Saham Konglo Berakhir? Dulu Angkat IHSG, Kini Jadi Beban Pasar

Era Saham Konglo Berakhir? Dulu Angkat IHSG, Kini Jadi Beban Pasar

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:45 WIB

DPR Minta Pemerintah Tak Sungkan Terima Bantuan Asing Atasi Karhutla: Ini Juga Tanggung Jawab Mereka

DPR Minta Pemerintah Tak Sungkan Terima Bantuan Asing Atasi Karhutla: Ini Juga Tanggung Jawab Mereka

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:43 WIB

Lille Bermain Buruk Sebelum Calvin Verdonk Masuk, Ancelotti: Kami Tak Pantas Dibantai Arsenal

Lille Bermain Buruk Sebelum Calvin Verdonk Masuk, Ancelotti: Kami Tak Pantas Dibantai Arsenal

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:33 WIB

Terkini

Batas Tipis Jaga Mental Health dan Hilang Empati, Kapan Self-Care Berubah Jadi Masalah?

Batas Tipis Jaga Mental Health dan Hilang Empati, Kapan Self-Care Berubah Jadi Masalah?

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Nasabah BRI Dapat Diskon 7% di Agoda, Klaim di Sini

Nasabah BRI Dapat Diskon 7% di Agoda, Klaim di Sini

Bri | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Respons Gibran Terkait Ijazah Dinilai Menyesatkan, Kuliah S1 Tak Otomatis Buktikan Tamat SMA

Respons Gibran Terkait Ijazah Dinilai Menyesatkan, Kuliah S1 Tak Otomatis Buktikan Tamat SMA

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:52 WIB

Kabar Mahasiswa Malaysia Bawa 4 Kg Sabu di Tanjung Balai Terbantahkan, Fakta Aslinya Mengejutkan

Kabar Mahasiswa Malaysia Bawa 4 Kg Sabu di Tanjung Balai Terbantahkan, Fakta Aslinya Mengejutkan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:51 WIB

Tiket Traveling Lebih Murah, BRI Debit Virtual Tebar Diskon Hingga 8% di Hotels.com

Tiket Traveling Lebih Murah, BRI Debit Virtual Tebar Diskon Hingga 8% di Hotels.com

Bri | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:49 WIB

Timur Tengah Sedang Genting! John Herdman Bersikeras Ingin Laga Tandang Saat FIFA Matchday November

Timur Tengah Sedang Genting! John Herdman Bersikeras Ingin Laga Tandang Saat FIFA Matchday November

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:48 WIB

Sidang Sengketa Tanah di PN Cibinong, PT SIR Soalkan Penguasaan Fisik Lahan oleh PT Natura City

Sidang Sengketa Tanah di PN Cibinong, PT SIR Soalkan Penguasaan Fisik Lahan oleh PT Natura City

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:46 WIB

10 Sepatu Trail Running Terbaik untuk Lari Lintas Alam dari Brand Lokal dan Global

10 Sepatu Trail Running Terbaik untuk Lari Lintas Alam dari Brand Lokal dan Global

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:46 WIB

Belanja Harian di Astro Sekarang Bisa Lebih Murah Pakai BRI

Belanja Harian di Astro Sekarang Bisa Lebih Murah Pakai BRI

Bri | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:45 WIB

Era Saham Konglo Berakhir? Dulu Angkat IHSG, Kini Jadi Beban Pasar

Era Saham Konglo Berakhir? Dulu Angkat IHSG, Kini Jadi Beban Pasar

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:45 WIB

×