- Perusahaan AS Anthropic melaporkan bahwa kelompok Houthi di Yaman utara diduga memanfaatkan kecerdasan buatan Claude untuk mengembangkan perangkat lunak sistem senjata.
- Kelompok Houthi menggunakan teknologi tersebut untuk merancang rudal balistik jarak jauh serta melakukan uji lapangan terhadap rudal berpemandu.
- Anthropic menyatakan belum ada bukti senjata tersebut berfungsi penuh dan pihak perusahaan telah memblokir akun-akun yang terlibat.
Suara.com - Kelompok Houthi di Yaman utara diduga menggunakan kecerdasan buatan (AI) Claude untuk mengembangkan perangkat lunak pengendali senjata , termasuk rudal balistik jarak jauh.
Temuan ini diungkap perusahaan AI asal Amerika Serikat, Anthropic, dalam laporan terbarunya mengenai penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan.
Laporan Anthropic menyebut pihaknya mengidentifikasi sekelompok aktor berbahaya di Yaman utara yang diduga menjalankan tiga program pengembangan senjata.
Program tersebut mencakup rudal kendali, rudal balistik bertingkat dengan jangkauan lebih dari 2.000 kilometer, serta sejumlah varian rudal lainnya.
![Kelompok Houthi kembali melontarkan ancaman terhadap Arab Saudi di tengah meningkatnya ketegangan kedua pihak. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/20/70150-houthi.jpg)
Anthropic menyatakan kelompok tersebut memanfaatkan Claude untuk membantu mengembangkan perangkat lunak yang berkaitan dengan sistem panduan, navigasi, dan kendali senjata udara.
Salah satu program yang disebut dalam laporan tersebut adalah pengembangan rudal berpemandu yang memanfaatkan telepon seluler biasa untuk membantu navigasi selama penerbangan.
Selain itu, kelompok tersebut diduga mengembangkan rudal balistik bertingkat dengan jangkauan lebih dari 2.000 kilometer. Jika kemampuan tersebut berhasil diwujudkan, jangkauan rudal berpotensi menjadi perhatian serius bagi keamanan kawasan.
Namun, laporan Anthropic tidak menyatakan bahwa seluruh program tersebut telah menghasilkan senjata yang berfungsi penuh.
Perusahaan itu juga belum membuktikan bahwa kelompok Houthi berhasil mengoperasikan senjata hasil pengembangan tersebut dalam serangan nyata.
Anthropic mengungkapkan bahwa pihaknya tidak menemukan bukti kelompok tersebut berhasil mengerahkan perangkat senjata yang berfungsi secara operasional.
Meski demikian, perusahaan itu menyebut adanya pengujian terhadap sebuah rudal berpemandu.
“Kami tidak memiliki bukti bahwa kelompok ini berhasil mengerahkan perangkat yang berfungsi, tetapi mereka telah menguji sebuah rudal berpemandu,” demikian pernyataan Anthropic
Menurut laporan itu, pengujian lapangan tersebut tampaknya gagal. Beberapa jam kemudian, pihak yang terlibat kembali menggunakan Claude untuk mencari tahu penyebab kegagalan uji coba.
Anthropic menyatakan telah memblokir akun-akun terkait segera setelah aktivitas ilegal terdeteksi.
Langkah itu merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mencegah penggunaan Claude dalam aktivitas yang melanggar hukum.
Wilayah Yaman utara, termasuk ibu kota Sanaa, berada di bawah kendali kelompok Houthi.
Kelompok tersebut juga meningkatkan aktivitas militernya di kawasan strategis, termasuk di sekitar Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran penting yang menghubungkan Eropa dan Asia.