- Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dikritik karena foto di Singapura saat karhutla, meski pemprov membantahnya berlibur.
- Pemprov Kaltim menyatakan Rudy ke Singapura untuk pemeriksaan kesehatan di rumah sakit memakai dana pribadi.
- Karhutla di Balikpapan menyebabkan gangguan kualitas udara, penyesuaian sekolah, serta memicu kabut asap lintas negara.
Suara.com - Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud menuai kritik di media sosial setelah foto dirinya bersama sang istri yang disebut sedang bersantap di Marina Bay Sands, Singapura, beredar di tengah krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Foto tersebut menjadi perbincangan karena beredar berdekatan dengan akhir pekan penyelenggaraan Formula 1 (F1) Singapura pada 9–11 Oktober.
Salah satu media Singapura ikut menyoroti hal ini dan mengungkap fakta lain.
Menurut laporan media Singapura Plan B, warga Singapura saat itu ternyata diminta oleh netizen Indonesia untuk mengonfrontasi Rudy Masud dan istri.
"Sejumlah warganet Indonesia kemudian menyerukan agar warga Singapura mengonfrontasi Rudy terkait situasi kabut asap yang masih mengganggu kehidupan masyarakat di daerahnya," tulis media Singapura tersebut.
![Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud viral usai kedapatan tengah sarapan di Hotel Marina Bay Sands, Singapura. [Threads]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/13/98047-gubernur-kaltim-rudy-masud.jpg)
Namun menurut laporan media Singapura itu, sejumlah pengacara publik di negara itu mengingatkan bahwa tindakan konfrontasi yang dilakukan berdasarkan seruan di media sosial berpotensi mengarah pada pelecehan.
Pemprov Kaltim Bantah Rudy Mas’ud Berlibur ke Singapura
Menanggapi polemik yang berkembang, pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membantah bahwa perjalanan Rudy Mas’ud ke Singapura bertujuan untuk berlibur atau menonton balapan F1.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, mengatakan Rudy menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Mount Elizabeth Hospital.
Menurut keterangan pemerintah provinsi, biaya perjalanan dan akomodasi tersebut ditanggung menggunakan dana pribadi.
Pemerintah provinsi juga menjelaskan bahwa foto yang beredar di media sosial diambil saat sarapan pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Waktu tersebut bertepatan dengan akhir pekan penyelenggaraan F1 Singapura, tetapi kehadiran Rudy di ajang balap itu tidak terbukti berdasarkan informasi yang disampaikan dalam laporan tersebut.
Rudy dilaporkan telah kembali ke Indonesia dan berada di Balikpapan pada Senin, 12 Oktober 2026, untuk melanjutkan tugas pemerintahan.
Kebakaran Lahan Ganggu Aktivitas Warga Balikpapan
Di tengah polemik tersebut, kebakaran lahan masih menjadi persoalan di Kalimantan Timur.
Di Balikpapan, sejumlah sekolah dilaporkan mempersingkat waktu belajar dan menyesuaikan jam masuk akibat memburuknya kualitas udara.
Pihak berwenang mencatat 127 kejadian kebakaran lahan di Balikpapan selama periode Januari hingga 12 Oktober, dengan luas area terdampak sekitar 81 hektare.
Dampak kebakaran juga meluas ke luar Indonesia.
Kabut asap dari kebakaran di kawasan Indonesia turut menjadi perhatian negara tetangga, termasuk Singapura dan Malaysia.