- Ruko di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, yang diguncang ledakan pada Rabu (14/10/2026) malam, diketahui pernah digunakan sebagai tempat suplai buah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Sejumlah pedagang mengaku mendengar dentuman keras selepas magrib tanpa disertai munculnya titik api, sementara penyebab ledakan masih diselidiki kepolisian. Insiden tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan 11 lainnya luka-luka, dengan empat korban mengalami luka berat.
Suara.com - Ruko di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, yang diguncang ledakan pada Rabu (14/10/2026) malam, ternyata pernah digunakan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, tempat tersebut bukan lagi beroperasi sebagai dapur MBG saat insiden terjadi.
Hal itu diungkapkan Darmini, salah satu pedagang di Pasar Cimanggis, saat memberikan kesaksian kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/10/2026), dikutip dari ANTARA.
Menurut Darmini, ruko tersebut sebelumnya pernah digunakan sebagai dapur MBG. Namun, operasionalnya hanya berlangsung dalam waktu singkat sebelum tempat itu beralih fungsi menjadi lokasi suplai buah untuk program tersebut.
"Itu sebetulnya bukan dapur MBG, ya. Itu untuk suplai, suplai buah MBG," kata Darmini.
Dia juga menyebut pihak yang bertanggung jawab atas operasional ruko tersebut turut menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa ledakan yang hingga kini masih diselidiki kepolisian.
Dentuman Keras Tanpa Titik Api
Sejumlah pedagang di sekitar lokasi turut menceritakan situasi ketika ledakan terjadi pada Rabu malam selepas magrib.
Mereka mengaku mendengar dentuman keras dari deretan ruko di kawasan Pasar Cimanggis. Namun, suara ledakan tersebut tidak disusul kemunculan titik api.
Para pedagang juga belum dapat memastikan sumber ledakan maupun penyebab yang memicu insiden tersebut.
Hingga Kamis, kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan di lokasi kejadian untuk mengungkap rangkaian peristiwa berdasarkan fakta serta temuan di lapangan.
Penyebab ledakan pun belum dapat dipastikan.