Demi Pasien, Dokter Anak Jalan 7 Km saat BBM Langka di Bali

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:46 WIB
Demi Pasien, Dokter Anak Jalan 7 Km saat BBM Langka di Bali
Dokter spesialis anak di Bali rela jalan kaki tujuh kilometer demi menghindari antrean BBM. (istimewa)
baca 10 detik
  • Dokter spesialis anak jalan kaki tujuh kilometer menuju rumah sakit demi pasien.

  • Keputusan tersebut diambil untuk menghindari antrean panjang bahan bakar minyak di SPBU.

  • Krisis energi di Karangasem mulai mengganggu mobilitas pegawai serta kunjungan pasien.

Suara.com - Dokter spesialis anak Ni Wayan Kurnia Wati nekat berjalan kaki sejauh 7 kilometer demi melayani pasien di RSUD Karangasem, Bali. Aksi nekat ini terpaksa ia ambil akibat krisis bahan bakar minyak yang melanda wilayah tersebut pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Perjalanan melelahkan itu bermula dari kediamannya di Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, menuju lokasi rumah sakit. Ia memilih melangkah di atas aspal panas ketimbang terjebak antrean kendaraan yang mengular di SPBU.

“Daripada harus nunggu antrean BBM, saya lebih memilih jalan kaki lebih cepat sampai,” kata Kurnia dikutip dari akun @Lambegosiip.

Durasi penjelajahan kaki tersebut memakan waktu sekitar 50 menit hingga ia tiba di fasilitas kesehatan tujuan. Soal keberlanjutan aksi itu, ia masih melihat situasi ketersediaan bahan bakar di wilayahnya besok.

“Kalau masih antre lama untuk isi BBM, kemungkinan jalan kaki lagi sekalian olahraga,” ucap Kurnia.

Pihak manajemen rumah sakit langsung memberikan pujian tinggi atas pengorbanan luar biasa sang dokter spesialis tersebut. Sikap profesional itu dinilai layak ditiru oleh seluruh tenaga medis lain yang menghadapi kendala serupa.

Dampak krisis energi ini mulai merusak ritme operasional harian di lingkungan rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut. Angka kunjungan warga yang berobat mengalami penurunan drastis dibandingkan hari-hari normal sebelumnya.

Kendala absensi juga menimpa sejumlah pegawai yang terpaksa datang terlambat karena terjebak antrean bahan bakar. Beruntung lini penanganan darurat pasien rujukan sejauh ini masih terkendali tanpa kendala berarti.

Armada ambulans darurat dipastikan aman karena stok bahan bakar operasional masih mencukupi kebutuhan mendesak. Hanya saja laju kendaraan medis sempat tersendat akibat kemacetan parah di sekitar titik pengisian bahan bakar.

baca juga

Manajemen rumah sakit kini mulai menyiapkan langkah antisipasi darurat jika krisis energi ini berlangsung berkepanjangan. Ancaman lumpuhnya mobilitas tenaga medis dikhawatirkan dapat menurunkan mutu pelayanan publik secara keseluruhan.

Peristiwa ini merupakan imbas dari krisis pasokan bahan bakar minyak yang memicu antrean panjang di berbagai SPBU Kabupaten Karangasem, Bali. Situasi pelik tersebut tidak hanya melumpuhkan sektor transportasi umum, tetapi juga mulai mengancam sektor esensial termasuk pelayanan kesehatan masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Bule Ketawa Getir saat Tau Bensin Eceran di Bali Tembus Rp 200 Ribu, Ini Dalih Pertamina

Viral Bule Ketawa Getir saat Tau Bensin Eceran di Bali Tembus Rp 200 Ribu, Ini Dalih Pertamina

Otomotif | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:03 WIB

Polisi Selidiki Ojek Online Jual Pertalite Rp 200 Ribu Per 1,5 Liter ke Bule saat Krisis BBM di Bali

Polisi Selidiki Ojek Online Jual Pertalite Rp 200 Ribu Per 1,5 Liter ke Bule saat Krisis BBM di Bali

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:54 WIB

Calo Pertalite Berkeliaran di SPBU saat Bali Krisis BBM

Calo Pertalite Berkeliaran di SPBU saat Bali Krisis BBM

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Terkini

5 Perbedaan Pengalaman Terbang ke Kota Besar dan Destinasi Wisata Alam yang Perlu Dipertimbangkan

5 Perbedaan Pengalaman Terbang ke Kota Besar dan Destinasi Wisata Alam yang Perlu Dipertimbangkan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Bukan Sekadar Dokumen, Meutya Hafid Dorong Arsip Digital Jadi Dasar Kebijakan

Bukan Sekadar Dokumen, Meutya Hafid Dorong Arsip Digital Jadi Dasar Kebijakan

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Ini Urutan Potong Kuku Menurut Islam Sesuai Ajaran Nabi

Ini Urutan Potong Kuku Menurut Islam Sesuai Ajaran Nabi

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:35 WIB

The Full Moon Eye Clinic: Klinik Aneh yang Menyembuhkan Luka Masa Lalu

The Full Moon Eye Clinic: Klinik Aneh yang Menyembuhkan Luka Masa Lalu

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:30 WIB

POCO F9 Pro Jadi Kurang Menarik? Ini Alasan F9 Ultra Lebih Worth It!

POCO F9 Pro Jadi Kurang Menarik? Ini Alasan F9 Ultra Lebih Worth It!

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Perang Dekat Arab Saudi Pecah, Houthi Rudal Istana Presiden Yaman

Perang Dekat Arab Saudi Pecah, Houthi Rudal Istana Presiden Yaman

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:27 WIB

Rata-rata Harga Pangan Naik, Cabai Rawit Merah Masih di Atas Rp100 Ribu/Kg

Rata-rata Harga Pangan Naik, Cabai Rawit Merah Masih di Atas Rp100 Ribu/Kg

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Kronologi Aron Ashab Ngaku Diculik, Disiksa, dan Dipenjara hingga Berhasil Kabur

Kronologi Aron Ashab Ngaku Diculik, Disiksa, dan Dipenjara hingga Berhasil Kabur

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Kabut Asap Capai Skala Kawasan, Saatnya Indonesia Buang Nasionalisme Sempit dan Minta Maaf Terbuka

Kabut Asap Capai Skala Kawasan, Saatnya Indonesia Buang Nasionalisme Sempit dan Minta Maaf Terbuka

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:23 WIB

Hidup Serba QRIS memang Praktis, Tapi Ada yang Harus Diperhatikan bagi Pelajar dan Mahasiswa

Hidup Serba QRIS memang Praktis, Tapi Ada yang Harus Diperhatikan bagi Pelajar dan Mahasiswa

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:21 WIB

×