-
Dokter spesialis anak jalan kaki tujuh kilometer menuju rumah sakit demi pasien.
-
Keputusan tersebut diambil untuk menghindari antrean panjang bahan bakar minyak di SPBU.
-
Krisis energi di Karangasem mulai mengganggu mobilitas pegawai serta kunjungan pasien.
Suara.com - Dokter spesialis anak Ni Wayan Kurnia Wati nekat berjalan kaki sejauh 7 kilometer demi melayani pasien di RSUD Karangasem, Bali. Aksi nekat ini terpaksa ia ambil akibat krisis bahan bakar minyak yang melanda wilayah tersebut pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Perjalanan melelahkan itu bermula dari kediamannya di Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, menuju lokasi rumah sakit. Ia memilih melangkah di atas aspal panas ketimbang terjebak antrean kendaraan yang mengular di SPBU.
“Daripada harus nunggu antrean BBM, saya lebih memilih jalan kaki lebih cepat sampai,” kata Kurnia dikutip dari akun @Lambegosiip.
Durasi penjelajahan kaki tersebut memakan waktu sekitar 50 menit hingga ia tiba di fasilitas kesehatan tujuan. Soal keberlanjutan aksi itu, ia masih melihat situasi ketersediaan bahan bakar di wilayahnya besok.
“Kalau masih antre lama untuk isi BBM, kemungkinan jalan kaki lagi sekalian olahraga,” ucap Kurnia.
Pihak manajemen rumah sakit langsung memberikan pujian tinggi atas pengorbanan luar biasa sang dokter spesialis tersebut. Sikap profesional itu dinilai layak ditiru oleh seluruh tenaga medis lain yang menghadapi kendala serupa.
Dampak krisis energi ini mulai merusak ritme operasional harian di lingkungan rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut. Angka kunjungan warga yang berobat mengalami penurunan drastis dibandingkan hari-hari normal sebelumnya.
Kendala absensi juga menimpa sejumlah pegawai yang terpaksa datang terlambat karena terjebak antrean bahan bakar. Beruntung lini penanganan darurat pasien rujukan sejauh ini masih terkendali tanpa kendala berarti.
Armada ambulans darurat dipastikan aman karena stok bahan bakar operasional masih mencukupi kebutuhan mendesak. Hanya saja laju kendaraan medis sempat tersendat akibat kemacetan parah di sekitar titik pengisian bahan bakar.
Manajemen rumah sakit kini mulai menyiapkan langkah antisipasi darurat jika krisis energi ini berlangsung berkepanjangan. Ancaman lumpuhnya mobilitas tenaga medis dikhawatirkan dapat menurunkan mutu pelayanan publik secara keseluruhan.
Peristiwa ini merupakan imbas dari krisis pasokan bahan bakar minyak yang memicu antrean panjang di berbagai SPBU Kabupaten Karangasem, Bali. Situasi pelik tersebut tidak hanya melumpuhkan sektor transportasi umum, tetapi juga mulai mengancam sektor esensial termasuk pelayanan kesehatan masyarakat.