- KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Klaten terkait dugaan korupsi perizinan pada Kamis, 15 Oktober 2026.
- Petugas KPK menyita barang bukti berupa uang tunai senilai kurang lebih Rp1,9 miliar dalam penindakan tersebut.
- Ganjar Pranowo menegaskan bahwa DPP PDIP tidak menoleransi pelanggaran integritas dan memberikan sanksi tegas bagi kader.
Suara.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan kembali memperingatkan seluruh kadernya agar menjaga integritas dan menjauhi praktik korupsi.
Peringatan tersebut disampaikan menyusul operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Klaten terkait dugaan korupsi perizinan pada Kamis (15/10/2026).
Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan barang bukti berupa uang tunai yang disebut mencapai Rp1,9 miliar.
Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menegaskan, partai tidak akan menoleransi pelanggaran integritas. Ia menyebut partai telah berulang kali mengingatkan seluruh kader mengenai risiko hukum dan sanksi internal.
"DPP PDI Perjuangan berkali-kali mengingatkan kepada seluruh kader untuk menjaga integritas. Namun jika mereka melanggar maka risiko hukum dan sanksi partai akan menanti," tegas Ganjar kepada wartawan, Jumat (16/10/2026).
Ia menambahkan, setelah KPK melakukan penindakan di Klaten, Sekretaris Jenderal PDIP kembali melayangkan peringatan resmi kepada para kader.
"Setelah kejadian OTT di klaten sekjen kembali mengingatkan dengan nada keras dan mengirimkan kembali surat peringatan yang pernah diberikan pada bulan Maret lalu," katanya.
Sebelumnya, KPK melakukan OTT terhadap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam operasi yang berlangsung di Klaten, Jawa Tengah, dan Jakarta pada Kamis (15/10/2026).
Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan Hamenang bersama sejumlah pihak lainnya. Barang bukti yang disita berupa uang tunai yang dalam keterangan sebelumnya disebut mencapai Rp1 miliar.
Penangkapan ini menjadi sorotan karena Hamenang baru dilantik sebagai kepala daerah pada awal 2025.