Mengapa BBM Langka di Bali? Ini Alasan Utamanya

Ruth Meliana

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:07 WIB
Mengapa BBM Langka di Bali? Ini Alasan Utamanya
ilustrasi SPBU [Suara.com/Fakhri]
baca 10 detik
  • Kelangkaan BBM di Bali pada Oktober 2026 terjadi akibat kendala kapal pengangkut, cuaca buruk, dan kemacetan distribusi darat.
  • Lonjakan konsumsi Pertalite serta aksi panic buying masyarakat semakin memperparah pengosongan stok di berbagai SPBU wilayah Bali.
  • Pertamina dan pemerintah mengatasi krisis dengan mengirim pasokan tambahan, menggelar operasi pasar, serta mengoperasikan SPBU secara nonstop.

Suara.com - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali pada pertengahan Oktober 2026 menimbulkan antrean panjang kendaraan di banyak stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Denpasar, Badung, Klungkung, Buleleng, dan wilayah lainnya. Warga terpaksa menunggu berjam-jam, sebagian bahkan hingga pingsan karena kelelahan, sementara aktivitas ekonomi dan pariwisata ikut terganggu.

Ojek online kesulitan beroperasi, jasa rental kendaraan menerima pembatalan pesanan, dan mobilitas masyarakat sehari-hari terhambat. Kondisi ini sempat memicu kepanikan sehingga banyak orang berbondong-bondong mengisi bahan bakar secara bersamaan. Padahal stok BBM secara nasional dinyatakan aman, berada di kisaran 16 hingga 20 hari.

Situasi di lapangan menunjukkan bahwa masalah utamanya bukan kekurangan stok nasional, melainkan gangguan pada rantai distribusi di tingkat lokal yang membuat pasokan di SPBU menipis dengan cepat.

Gubernur Bali Wayan Koster sempat menegaskan bahwa pasokan di depo utama seperti Sanggaran dan Manggis masih tersedia, namun penyaluran ke SPBU mengalami hambatan.

Fakta tersebut memperlihatkan betapa rentannya sistem distribusi BBM di daerah kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut dan darat yang lancar.

Penyebab utama kelangkaan BBM di Bali adalah kendala teknis pada kapal pengangkut BBM. Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjelaskan bahwa salah satu kapal tanker mengalami kesulitan menurunkan jangkar saat proses bongkar muat.

Jadwal yang semula ditetapkan pukul 06.30 WITA pada Senin, 12 Oktober 2026, terpaksa mundur hingga sekitar pukul 22.00 WITA. Keterlambatan ini langsung berdampak pada penurunan stok di depo dan selanjutnya di SPBU.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman juga menegaskan bahwa masalahnya terletak pada proses distribusi, bukan pada ketahanan stok nasional.

Faktor cuaca dan kondisi laut turut memperburuk situasi, karena gelombang tinggi dapat menghambat kapal untuk bersandar meski sudah tiba di perairan Bali.

baca juga

Sebagai pulau yang sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar, terutama dari Jawa Timur, keterlambatan satu atau dua kapal saja sudah cukup untuk menciptakan tekanan besar pada rantai pasok.

Pertamina kemudian menjadwalkan kedatangan kapal tambahan secara bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026 dengan total muatan 26.200 kiloliter melalui Terminal BBM Sanggaran dan Manggis guna memulihkan ketersediaan.

Selain kendala kapal, lonjakan konsumsi BBM bersubsidi, khususnya Pertalite, menjadi faktor penambah tekanan. Rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 kiloliter per hari, lebih tinggi dari biasanya.

Perbedaan harga yang cukup signifikan antara Pertalite dan jenis nonsubsidi seperti Pertamax mendorong banyak konsumen beralih ke BBM bersubsidi. Akibatnya, permintaan meningkat secara tiba-tiba sementara pasokan sempat terganggu.

Panic buying atau perilaku masyarakat yang mengisi bahan bakar secara serentak karena takut kehabisan semakin mempercepat pengosongan stok di SPBU. Ketika satu SPBU kehabisan, antrean berpindah ke SPBU lain sehingga menciptakan efek berantai.

Distribusi dari depo ke SPBU juga tidak selalu mulus karena kemacetan lalu lintas di jalan raya. Armada pengangkut membutuhkan waktu lebih lama untuk bolak-balik mengisi ulang, sementara permintaan di lapangan terus tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertalite Makin Menipis! Bahlil Ungkap Stok BBM Subsidi Tinggal 16-18 Hari

Pertalite Makin Menipis! Bahlil Ungkap Stok BBM Subsidi Tinggal 16-18 Hari

Video | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Bahlil Minta Kapolri Tindak Tegas Pelaku Penimbun BBM Subsidi

Bahlil Minta Kapolri Tindak Tegas Pelaku Penimbun BBM Subsidi

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:39 WIB

Drama Kelangkaan BBM di Bali: Saat Pertalite Jadi 'Barang Mewah' di Tangan Calo Online

Drama Kelangkaan BBM di Bali: Saat Pertalite Jadi 'Barang Mewah' di Tangan Calo Online

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:54 WIB

Terkini

Mengapa BBM Langka di Bali? Ini Alasan Utamanya

Mengapa BBM Langka di Bali? Ini Alasan Utamanya

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:07 WIB

Tak Main-main, Bupati Klaten Hamenang Diduga Lakukan 5 Klaster Tindak Pidana Korupsi

Tak Main-main, Bupati Klaten Hamenang Diduga Lakukan 5 Klaster Tindak Pidana Korupsi

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Kaltim Kaya Energi, Senator DPD RI Soroti Antrean BBM dan 36 Desa Belum Berlistrik

Kaltim Kaya Energi, Senator DPD RI Soroti Antrean BBM dan 36 Desa Belum Berlistrik

Kaltim | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:01 WIB

Profil Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB Baru Dilantik Presiden Prabowo

Profil Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB Baru Dilantik Presiden Prabowo

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:00 WIB

15 Kode Redeem FF Terbaru 17 Oktober: Klaim Bundle Cloaked Terror Gratis di Event Dunia Mistis

15 Kode Redeem FF Terbaru 17 Oktober: Klaim Bundle Cloaked Terror Gratis di Event Dunia Mistis

Tekno | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Promo Indomaret Hari Ini 17 Oktober 2026: Diskon Minyak Goreng 2 Liter, Susu, hingga Body Care

Promo Indomaret Hari Ini 17 Oktober 2026: Diskon Minyak Goreng 2 Liter, Susu, hingga Body Care

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:46 WIB

Bupati Klaten Hamenang Diduga Rutin Terima Uang Rp1,8 Miliar dari BUMD Hingga OPD

Bupati Klaten Hamenang Diduga Rutin Terima Uang Rp1,8 Miliar dari BUMD Hingga OPD

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:38 WIB

Fantastis! Bupati Klaten Terima Setoran Pengusaha Tambang, Ratusan Juta Rupiah Mengalir

Fantastis! Bupati Klaten Terima Setoran Pengusaha Tambang, Ratusan Juta Rupiah Mengalir

Surakarta | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:32 WIB

Pakai Facebook dan Instagram untuk Bisnis? Meta Berpotensi Mengambil Data Situs Web

Pakai Facebook dan Instagram untuk Bisnis? Meta Berpotensi Mengambil Data Situs Web

Tekno | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:31 WIB

Kecocokan Zodiak Libra dengan Libra dalam Percintaan dan Karier, Benarkah Pasangan Ideal?

Kecocokan Zodiak Libra dengan Libra dalam Percintaan dan Karier, Benarkah Pasangan Ideal?

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:17 WIB

×