- Kepala Bakom RI Syahganda membantah isu pesta ulang tahun Presiden Prabowo di Istana Bogor pada Jumat malam.
- Agenda utama pertemuan tersebut adalah jamuan makan malam resmi untuk menyambut delegasi asal Rusia.
- Wakil Perdana Menteri Rusia Denis Manturov dan Presiden Prabowo membahas peluang kerja sama strategis bilateral.
Suara.com - Pertemuan seluruh anggota kabinet Merah Putih dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Bogor pada Jumat malam, (16/10) sempat memunculkan isu liar soal pesta ulang tahun presiden Indonesia tersebut.
Isu liar itu dibantah oleh kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan.
Syahganda menegaskan, bahwa agenda utama semalam adalah jamuan makan malam resmi untuk menyambut delegasi dari Rusia.
"Tidak ada pesta ulang tahun karena ulang tahun Presiden hari ini," ujar Syahganda.
Sementara itu, kantor berita Rusia, Interfax, membongkar fakta lain pertemuan antara Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia Denis Manturov dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Bogor.
![Dokumentasi Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia Denis Manturov menghadiri sesi Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) di Saint Petersburg, Rusia, 4 Juni 2021 [ANTARA/REUTERS/Evgenia Novozhenina].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/07/05/14942-denis-manturov-reuters-antara.jpg)
Sekretariat Manturov menyampaikan bahwa kedua pihak membahas prospek kerja sama Rusia-Indonesia serta langkah lanjutan untuk memperluas hubungan bilateral di berbagai bidang.
“Para pihak membahas prospek kerja sama Rusia-Indonesia dan langkah-langkah selanjutnya untuk memperluasnya, termasuk di bidang teknologi nuklir, antariksa, industri pesawat sipil, dan pembangunan kapal,” demikian keterangan Sekretariat Manturov.
Pertemuan Prabowo dan Manturov berlangsung dalam suasana informal.
Namun, pembahasan sejumlah sektor strategis tersebut menunjukkan adanya peluang untuk memperluas hubungan ekonomi dan teknologi antara kedua negara.
Kerja sama di bidang teknologi nuklir menjadi salah satu isu yang disorot dalam pertemuan itu.
Selain itu, sektor antariksa, penerbangan sipil, dan industri perkapalan turut masuk dalam agenda pembicaraan.
Meski demikian, laporan Interfax belum merinci proyek konkret yang akan dijalankan, nilai investasi yang dibahas, maupun jadwal realisasi kerja sama tersebut.