Kritik MSCI Soal Penurunan Status BEI, DPR: Jangan Ditelan Mentah-Mentah, Mereka Bukan Nabi!

Muhamad Yasir, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 19 Oktober 2026 | 09:48 WIB
Kritik MSCI Soal Penurunan Status BEI, DPR: Jangan Ditelan Mentah-Mentah, Mereka Bukan Nabi!
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/9/2025). (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mengkritik rencana MSCI menurunkan status BEI menjadi standalone market.
  • Said menilai pengumuman MSCI tersebut memicu penurunan IHSG, sementara FTSE Russell tetap mempertahankan posisi Indonesia sebagai emerging market.
  • Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengkliam pasar modal Indonesia tetap memiliki prospek cerah di tengah proses transformasi.

Suara.com - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengkritik sikap lembaga penyedia indeks global MSCI yang membuka peluang menurunkan status Bursa Efek Indonesia (BEI) dari emerging market menjadi standalone market.

Said mengingatkan agar penilaian MSCI tidak diterima mentah-mentah, terlebih jika berujung pada gejolak pasar dan kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Said menilai, masukan MSCI tetap perlu dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola pasar modal Indonesia. Namun, otoritas bursa dan masyarakat juga harus bersikap kritis terhadap penilaian lembaga internasional tersebut.

"Yang pasti MSCI bukan kelembagaan agama, tempat kebenaran esensial melekat, dan para pengurus MSCI bukan nabi, yang memiliki otoritas tunggal, dan paling sempurna. Karena itu, kita juga boleh kritis terhadap mereka," tegas Said kepada wartawan, Senin (19/10/2026).

Menurut Said, pembenahan tata kelola pasar modal Indonesia sebenarnya telah berjalan bertahap.

Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dikliam telah aktif melakukan komunikasi serta reformasi kebijakan, termasuk meningkatkan porsi saham beredar di publik (free float) dan memperketat sanksi bagi pelanggar aturan pasar.

Ia lalu membandingkan sikap MSCI dengan FTSE Russell yang masih mempertahankan Indonesia dalam kelompok Secondary Emerging Market. Menurut Said, keputusan tersebut menunjukkan adanya lembaga pemeringkat global yang mengapresiasi langkah pembenahan pasar modal Indonesia.

Meski mengakui masih ada pekerjaan rumah, seperti keterbukaan informasi kepemilikan saham dan penanganan praktik pengaturan harga, Said menyayangkan dampak pengumuman MSCI yang dinilainya memicu kegaduhan dan penurunan IHSG secara drastis.

"Kalau niat baik MSCI pada akhirnya menimbulkan kejatuhan harga, dan kejadianmya berulang, bukankah sudah wajarnya jika kita bertanya tanya, MSCI sedang membantu BEI memperbaiki diri atau kendaraan hedge fund ambil untung?" ujarnya.

baca juga

Said mengingatkan, reformasi pasar modal harus tetap berjalan tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi nasional.

Ia meminta seluruh pemangku kepentingan mencari persoalan mendasar yang perlu dibenahi, tetapi tidak membiarkan proses perbaikan justru merusak kepercayaan pasar.

"Memperbaiki pasar modal Indonesia laksana mencari jarum di persawahan dengan padi yang menguning. Mari kita temukan jarumnya, tetapi padi yang menguning tidak rusak karena terinjak injak saat mencari jarum," katanya.

OJK: Pasar Modal Maish Punya Prospek Cerah

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengkliam pasar modal Indonesia masih memiliki prospek cerah di tengah proses transformasi yang sedang berjalan.

Pernyataan itu disampaikan untuk menanggapi pengumuman MSCI pada 15 Oktober 2026 yang membuka opsi penurunan status Indonesia dari pasar negara berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).

"Kami meyakini pasar modal domestik tetap prospektif dan menarik. Hal ini didukung oleh fundamental perekonomian Indonesia yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih positif," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyatakan masukan MSCI sejalan dengan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia.
Reformasi tersebut mencakup penguatan integritas pasar, termasuk penegakan hukum yang konsisten dan berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hutan Terbakar, Lahan Ditanami Sawit? Anggota DPR Desak Penegakan Hukum Tanpa Ampun

Hutan Terbakar, Lahan Ditanami Sawit? Anggota DPR Desak Penegakan Hukum Tanpa Ampun

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:05 WIB

DPR Pastikan Reformasi Pasar Modal Berlanjut, Kepercayaan Investor Dijaga

DPR Pastikan Reformasi Pasar Modal Berlanjut, Kepercayaan Investor Dijaga

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 20:28 WIB

Kapolri Kerahkan Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal

Kapolri Kerahkan Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:51 WIB

Terkini

Kritik MSCI Soal Penurunan Status BEI, DPR: Jangan Ditelan Mentah-Mentah, Mereka Bukan Nabi!

Kritik MSCI Soal Penurunan Status BEI, DPR: Jangan Ditelan Mentah-Mentah, Mereka Bukan Nabi!

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:48 WIB

Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp2.574.000/Gram

Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp2.574.000/Gram

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Link Download Logo Hari Santri 2026 Resmi Kemenag, Ini Tema dan Maknanya

Link Download Logo Hari Santri 2026 Resmi Kemenag, Ini Tema dan Maknanya

Tekno | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Pesan Timo Scheunemann usai MLSC Bekasi dan Kudus, Latihan Keras Menentukan Hasil

Pesan Timo Scheunemann usai MLSC Bekasi dan Kudus, Latihan Keras Menentukan Hasil

Bola | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Polda Jabar Bongkar Pabrik Obat Keras Ilegal Berkapasitas 8 Juta Butir per Hari

Polda Jabar Bongkar Pabrik Obat Keras Ilegal Berkapasitas 8 Juta Butir per Hari

Jabar | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Klaim Keberhasilan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo Dikritik: Kontradiksi dengan Kepuasan Rakyat!

Klaim Keberhasilan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo Dikritik: Kontradiksi dengan Kepuasan Rakyat!

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:33 WIB

IHSG Masih Melemah, Rupiah Jadi Tertekan ke Level Rp18.056

IHSG Masih Melemah, Rupiah Jadi Tertekan ke Level Rp18.056

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Ekspor Produk Olahan Mau Digenjot, Tapi Industri Agro Masih Terkendala Bahan Baku

Ekspor Produk Olahan Mau Digenjot, Tapi Industri Agro Masih Terkendala Bahan Baku

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Matinya Rasa Empati: Saat Uang Darurat Bencana Masuk ke Kantong Pribadi

Matinya Rasa Empati: Saat Uang Darurat Bencana Masuk ke Kantong Pribadi

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Cara Cek Saldo E-Money Lewat HP, Praktis Tanpa Harus ke ATM

Cara Cek Saldo E-Money Lewat HP, Praktis Tanpa Harus ke ATM

Tekno | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:22 WIB

×