- Pengacara ternama Kamaruddin Simanjuntak meninggal dunia pada Senin, 19 Oktober 2026, di Rumah Sakit Pelni, Jakarta.
- Almarhum terkenal karena perannya sebagai kuasa hukum yang membongkar kasus pembunuhan berencana Brigadir J tahun 2022.
- Karier hukumnya dimulai setelah lulus dari Universitas Kristen Indonesia dan mendirikan firma hukum Victoria Law Firm pada 2019.
Suara.com - Kamaruddin Simanjuntak meninggal dunia pada Senin, 19 Oktober 2026, pukul 02.47 WIB di Rumah Sakit Pelni, Petamburan, Jakarta. Pria kelahiran Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, ini tutup usia di umur 52 tahun.
Diketahui, Kamaruddin Simanjuntak merupakan pengacara ternama Indonesia yang dikenal luas karena perannya dalam mengungkap kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Adapun kabar duka ini dikonfirmasi oleh rekan sejawatnya, Poltak Silitonga, yang menyampaikan belasungkawa mendalam. Jenazah Kamaruddin kemudian disemayamkan di Rumah Duka Ukrida.
Kamaruddin sempat mengalami penurunan kesehatan yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir, setelah sebelumnya sempat diterpa isu hoaks meninggal dunia pada Maret 2026 yang langsung dibantah keluarga dan sahabatnya.
Kondisinya yang melemah membuatnya harus menjalani perawatan intensif, dan akhirnya ia berpulang ke rumah Bapa di surga.
Lantas, seperti apa profil Kamaruddin Simanjuntak?
Profil Kamaruddin Simanjuntak

Lahir dari pasangan Midian Simanjuntak dan Nurmaya br. Pardede, Kamaruddin Simanjuntak menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Siborongborong dan lulus tahun 1992. Setelah itu, ia merantau ke Jakarta dengan bekal terbatas.
Awal kehidupannya di ibu kota penuh perjuangan. Ia bahkan sempat tinggal di bawah kolong jembatan di kawasan Klender, Jakarta Timur, karena tidak mampu menyewa kos.
Ia bekerja serabutan, termasuk sebagai customer service dan sales, sebelum memutuskan melanjutkan studi di Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) pada tahun 2000.
Empat tahun kemudian, ia lulus dengan predikat cum laude dan meraih gelar Sarjana Hukum. Kemudian ia juga menempuh pendidikan magister hukum.
Sejak 2007, Kamaruddin bergabung dengan Perhimpunan Advokat Indonesia dan secara bertahap membangun karier sebagai advokat yang vokal dan berani.
Pada 2019, ia mendirikan firma hukum sendiri bernama Victoria Law Firm. Setahun kemudian, ia terjun ke dunia politik dengan mendirikan Partai Demokrasi Republik Indonesia Sejahtera.
Ia menikah dengan Joanita Meroline Wenji sejak tahun 2000 dan dikaruniai lima orang anak, termasuk Julietta Madelaine Rose Simanjuntak.
Sepanjang kariernya, Kamaruddin menangani sejumlah kasus besar yang menarik perhatian publik. Di antaranya adalah kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang dan e-KTP. Pada 2021, ia menjadi kuasa hukum YouTuber Muhammad Kece dalam kasus penistaan agama.
Namun, puncak popularitasnya datang pada 2022 ketika ditunjuk sebagai pengacara keluarga Brigadir J dalam kasus pembunuhan berencana yang melibatkan eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.
Kamaruddin tampil lantang di media dan sidang, menuntut autopsi ulang, membongkar kejanggalan, dan menolak keras narasi yang dibangun pihak tersangka. Ia berani melawan tekanan besar dan secara konsisten memperjuangkan keadilan bagi korban.
Perjuangannya dianggap berperan penting dalam mengungkap kebenaran di balik kasus yang sempat dikaburkan itu. Gaya bicaranya yang tegas dan ceplas-ceplos menjadikannya sosok yang kontroversial sekaligus dihormati di kalangan advokat.
Kepergian Kamaruddin Simanjuntak meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, dan masyarakat yang menghargai perjuangannya membela kebenaran. Sebagai pengacara yang berangkat dari kehidupan sederhana hingga menjadi sosok berpengaruh di dunia hukum Indonesia, ia meninggalkan jejak keberanian dan dedikasi.
Rekan-rekannya, termasuk Poltak Silitonga, menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan. Kamaruddin Simanjuntak akan selalu diingat sebagai advokat yang tidak gentar menghadapi kekuasaan demi tegaknya hukum dan kebenaran.