Investasi Masuk Tapi Pengangguran Indonesia Menumpuk, Ekonom UGM Ungkap Masalahnya

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 19 Oktober 2026 | 19:24 WIB
Investasi Masuk Tapi Pengangguran Indonesia Menumpuk, Ekonom UGM Ungkap Masalahnya
Ilustrasi para pencari kerja di Jakarta.
baca 10 detik
  • Guru Besar FEB UGM Agus Sartono menyatakan pengangguran Indonesia mencapai 7,22 juta orang per Mei 2026.
  • Investasi padat modal dan penggunaan teknologi otomatisasi membuat industri gagal menyerap jutaan pencari kerja baru.
  • Agus mendorong pengembangan usaha kecil di daerah serta peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa menghadapi tantangan kerja.

Suara.com - Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Agus Sartono, memberikan catatan untuk persoalan ketenagakerjaan di Indonesia.

Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia pada Mei 2026 lalu sudah mencapai 7,22 juta orang.

Agus bilang besarnya nilai investasi yang masuk ke Indonesia tidak serta-merta berbanding lurus dengan jumlah lapangan kerja yang tercipta.

Investasi padat modal atau capital-intensive justru berpotensi menghasilkan penyerapan tenaga kerja terbatas ketika perusahaan mulai beroperasi.

"Jadi sebenarnya begini, investasi dari luar negeri yang masuk itu kebanyakan dari capital intensive," kata Agus dikutip, Senin (19/10/2026).

Disampaikan Agus, kemampuan industri menyerap tenaga kerja menjadi persoalan mendasar di tengah bertambahnya lulusan baru, pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), serta masyarakat yang masih mencari pekerjaan.

Menurut dia, investasi padat modal dapat membutuhkan banyak tenaga kerja selama pembangunan proyek, tetapi kebutuhan tersebut belum tentu bertahan setelah operasional dimulai.

Persoalan tersebut semakin kompleks ketika pertumbuhan industri belum mampu mengimbangi besarnya pasokan tenaga kerja.

Jutaan lulusan baru memasuki pasar kerja setiap tahun, sementara pencari kerja dari periode sebelumnya masih membutuhkan pekerjaan.

baca juga

Persaingan pun semakin ketat, bahkan ketika lulusan perguruan tinggi harus bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang sebelumnya dapat diisi lulusan sekolah menengah.

"Jadi industri-industri yang menyerap kerja yang cukup besar ini, tidak cukup tumbuh untuk menampung sumber daya manusia yang besar," paparnya.

Agus menilai otomatisasi turut mempersempit kesempatan kerja karena perusahaan dapat menggantikan sejumlah fungsi pekerjaan manusia dengan teknologi.

Perubahan itu terlihat pada layanan pelanggan dan sektor perbankan, ketika pekerjaan yang sebelumnya mengandalkan interaksi langsung semakin banyak dialihkan ke mesin dan layanan daring.

Di sisi lain, industri yang berpotensi menyerap banyak tenaga kerja turut menghadapi tekanan, seperti industri tekstil yang bersaing dengan produk impor.

"Memang teknologi juga membuka ruang untuk perusahaan, tapi berapa banyak orang yang bergantikan dengan mesin," tandasnya.

Keterbatasan penyerapan tenaga kerja ini, kata Agus, bukan hanya persoalan bagi pencari kerja. Melainkan juga dapat memengaruhi keberlangsungan industri.

"Kalau industri itu tidak mampu menyerap besar tenaga kerja, terus orang-orang ini tidak bekerja. Kalau dia tidak kerja, dia tidak punya penghasilan. Kalau dia tidak punya penghasilan, dia tidak punya daya beli, siapa yang akan membeli produk-produk industri?" paparnya.

Agus mendorong pengembangan industri yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sekaligus memperkuat ekonomi daerah dan pasar domestik.

Aktivitas usaha kecil di desa, ia bilag, dapat menjadi salah satu sumber kesempatan kerja. Sehingga penciptaan pekerjaan tidak hanya bergantung pada investasi asing atau pembangunan industri berskala besar.

Di saat bersamaan, Agus mengingatkan perguruan tinggi untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI).

"Tidak apa-apa menggunakan ini, tapi menggunakan AI dan GPT itu justru akan merugikan diri sendiri, karena critical thinking skill-nya akan tergantikan oleh AI. Padahal untuk bekerja diperlukan anak seperti itu," tuturnya.

Meski kompetensi lulusan penting untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja, Agus menekankan bahwa kesiapan individu perlu berjalan beriringan dengan pertumbuhan kesempatan kerja.

Tanpa industri yang mampu menyerap tenaga kerja secara luas, peningkatan pendidikan dan keterampilan saja tidak cukup untuk mengatasi pengangguran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gelar Tak Jamin Kerja: Mengurai Fenomena 'Kuliah Scam' Anak Muda

Gelar Tak Jamin Kerja: Mengurai Fenomena 'Kuliah Scam' Anak Muda

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Berstatus Standalone Market, Bursa Ini Justru Naik 3.000 Persen Usai Ganti Presiden!

Berstatus Standalone Market, Bursa Ini Justru Naik 3.000 Persen Usai Ganti Presiden!

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Perdagangan Indonesia-Rusia Tembus 4,84 Miliar Dolar AS, Perjanjian Dagang Dibidik Rampung 2026

Perdagangan Indonesia-Rusia Tembus 4,84 Miliar Dolar AS, Perjanjian Dagang Dibidik Rampung 2026

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Ketidakmampuan Pemerintah Tangani Karhutla Makin Ancam Arus Investasi Asing

Ketidakmampuan Pemerintah Tangani Karhutla Makin Ancam Arus Investasi Asing

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:00 WIB

MSCI Pertimbangkan Turunkan Status Pasar Saham Indonesia

MSCI Pertimbangkan Turunkan Status Pasar Saham Indonesia

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:16 WIB

Chandra Asri Rampungkan Kemitraan Investasi Strategis Proyek CA-EDC, Perkuat Industri Kimia Nasional

Chandra Asri Rampungkan Kemitraan Investasi Strategis Proyek CA-EDC, Perkuat Industri Kimia Nasional

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:43 WIB

Ekonomi Digital RI Tembus 99 Miliar Dolar AS, Komdigi Andalkan Bali Tech Week Tarik Investasi

Ekonomi Digital RI Tembus 99 Miliar Dolar AS, Komdigi Andalkan Bali Tech Week Tarik Investasi

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:49 WIB

Terkini

Danantara Akan Kumpulkan Bos Perusahaan Teknologi Ternama

Danantara Akan Kumpulkan Bos Perusahaan Teknologi Ternama

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:24 WIB

Investasi Masuk Tapi Pengangguran Indonesia Menumpuk, Ekonom UGM Ungkap Masalahnya

Investasi Masuk Tapi Pengangguran Indonesia Menumpuk, Ekonom UGM Ungkap Masalahnya

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:24 WIB

Bedanya Viva Compact Powder Orange vs Lilac, Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit Anda?

Bedanya Viva Compact Powder Orange vs Lilac, Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit Anda?

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:23 WIB

Tak Cuma Umumkan Nama, Status Afiliasi Pemegang Saham 1% Ikut Dibuka

Tak Cuma Umumkan Nama, Status Afiliasi Pemegang Saham 1% Ikut Dibuka

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:21 WIB

KDMP Kini Jadi Saluran Pupuk Bersubsidi Petani

KDMP Kini Jadi Saluran Pupuk Bersubsidi Petani

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:17 WIB

Kabut Asap Karhutla Tak Terkendali, Adaptasi Jadi Dalih Kegagalan Negara?

Kabut Asap Karhutla Tak Terkendali, Adaptasi Jadi Dalih Kegagalan Negara?

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Saham Big Bank BUMN Mulai Melawan MSCI

Saham Big Bank BUMN Mulai Melawan MSCI

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Berawal dari Bullying, Kuasa Hukum Beberkan Penyebab Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe

Berawal dari Bullying, Kuasa Hukum Beberkan Penyebab Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:12 WIB

Danantara Masih Janji Terus Keluarkan Laporan Keuangan

Danantara Masih Janji Terus Keluarkan Laporan Keuangan

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:07 WIB

Urutan Skincare Wardah Renew You Pagi dan Malam untuk Merawat Tanda Penuaan Kulit

Urutan Skincare Wardah Renew You Pagi dan Malam untuk Merawat Tanda Penuaan Kulit

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:05 WIB

×