Ketidakmampuan Pemerintah Tangani Karhutla Makin Ancam Arus Investasi Asing

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:00 WIB
Ketidakmampuan Pemerintah Tangani Karhutla Makin Ancam Arus Investasi Asing
Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sulbar. [Pemprov Sulbar]
baca 10 detik
  • Guru Besar UGM Dafri Agussalim menyatakan lambannya penanganan karhutla memicu respons negatif pasar global.
  • Isu lingkungan dan karhutla di Indonesia memperkuat skeptisisme investor asing serta penolakan produk sawit oleh Uni Eropa.
  • Kerusakan reputasi nasional akibat karhutla menurunkan kepercayaan internasional dan merugikan upaya menarik investasi asing ke Indonesia.

Suara.com - Ketidakmampuan pemerintah menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dinilai tak hanya memicu krisis lingkungan. Lebih dari itu penanganan yang lamban memicu dampak berantai (multiplier effect) yang mengancam arus investasi asing ke Indonesia.

Guru Besar dalam Bidang Diplomasi HAM di ASEAN dan Kepemimpinan Politik Global UGM, Dafri Agussalim, menyatakan bahwa lambannya penanganan karhutla memiliki keterkaitan erat dengan respons negatif dan skeptisisme dari pasar serta investor global.

"Bisa jadi (memperburuk investasi asing) dan itu sebenarnya sudah terjadi kan," kata Dafri, Sabtu (17/10/2026).

Dafri menyinggung kasus penolakan minyak kelapa sawit Indonesia oleh Uni Eropa beberapa tahun silam.

Asap kebakaran hutan dengan api yang masih menyala. (Pexels/Eclipse Chasers)
Asap kebakaran hutan dengan api yang masih menyala. (Pexels/Eclipse Chasers)

Saat itu salah satu alasannya didasari oleh anggapan bahwa proses produksinya melanggar hak asasi manusia serta merusak lingkungan.

Persoalan lingkungan yang dikaitkan dengan industri perkebunan besar itu, kata dia, telah menjadi perhatian dunia selama bertahun-tahun. Maka dari itu, penanganan karhutla yang belum optimal berisiko memperkuat persepsi negatif terhadap tata kelola lingkungan Indonesia.

Kondisi tersebut mempertegas sentimen negatif investor global yang sangat sensitif terhadap isu tata kelola lingkungan, kepastian hukum, dan aspek risiko investasi.

Sebagaimana alarm penyesuaian indeks pasar modal oleh institusi global seperti indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menekankan krusialnya faktor kepercayaan (trust) dan kredibilitas negara.

"Jadi sangat merugikan Indonesia. Nah ini yang kadang-kadang tidak dipahami oleh para pemimpin yang sekarang yang mohon maaf itu kadang-kadang mereka tidak mengerti konteks isu semacam ini dengan pentingnya soft power di level internasional sana," tandasnya.

baca juga

Padahal, ditambahkan Dafri bahwa citra positif negara di tingkat global merupakan modal utama dalam memperkuat posisi tawar diplomatik sekaligus menarik modal asing.

"Citra, image untuk agar kita bisa memperkuat bargaining position kita di level-level multilateral atau tadi termasuk untuk kepentingan menggaet investor-investor asing ke dalam negeri," ujarnya.

Namun lagi-lagi, dampak dari penanganan bencana karhutla yang berlarut-larut dinilai sangat masif. Tidak hanya memicu krisis kemanusiaan di wilayah terdampak seperti Kalimantan, tetapi juga merusak reputasi perekonomian nasional di mata internasional.

"Multiplier effect sangat (besar). Jadi kita itu sudah jatuh tertimpa tangga ya. Keterlaluan pemerintah ini. Kasihan masyarakat di Kalimantan, di mana-mana itu. Nah bahkan dampaknya itu tadi, ke level internasional," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Empat Bulan dalam Kepulan Asap, Pemerintah Sibuk Mengurus Apa?

Empat Bulan dalam Kepulan Asap, Pemerintah Sibuk Mengurus Apa?

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Profil Sho Shibuya, Seniman Jepang Gambar Karhutla Indonesia di Cover The New York Times

Profil Sho Shibuya, Seniman Jepang Gambar Karhutla Indonesia di Cover The New York Times

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:10 WIB

IDAI Ungkap Dampak Panjang Asap Karhutla pada Anak: dari Kerusakan Paru hingga Penghasilan Rendah

IDAI Ungkap Dampak Panjang Asap Karhutla pada Anak: dari Kerusakan Paru hingga Penghasilan Rendah

Health | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Makanan Tak Boleh Terbuang! BGN Atur Distribusi MBG di Tengah PJJ Akibat Karhutla

Makanan Tak Boleh Terbuang! BGN Atur Distribusi MBG di Tengah PJJ Akibat Karhutla

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Soroti Asap Lintas Negara, Hasto Sebut Karhutla Tamparan Bagi Wajah Politik Pemerintah

Soroti Asap Lintas Negara, Hasto Sebut Karhutla Tamparan Bagi Wajah Politik Pemerintah

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Terkini

Ketidakmampuan Pemerintah Tangani Karhutla Makin Ancam Arus Investasi Asing

Ketidakmampuan Pemerintah Tangani Karhutla Makin Ancam Arus Investasi Asing

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Ingatkan Pemkot Tak Sporadis Bongkar Pasar Shopping, Hadi Kurniadi: Jangan Korbankan Nasib UMKM

Ingatkan Pemkot Tak Sporadis Bongkar Pasar Shopping, Hadi Kurniadi: Jangan Korbankan Nasib UMKM

Lampung | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:52 WIB

Atasi Kulit Kusam dengan Budget Hemat, Ini 5 Brightening Cleanser 30 Ribuan

Atasi Kulit Kusam dengan Budget Hemat, Ini 5 Brightening Cleanser 30 Ribuan

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi

Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Siapa Bima Setiawan? Adik Eks Kepala BNPB yang Tilap Dana Bantuan untuk Borong Saham

Siapa Bima Setiawan? Adik Eks Kepala BNPB yang Tilap Dana Bantuan untuk Borong Saham

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Perbedaan Flek Hitam Akibat Matahari Vs Bekas Jerawat pada Usia 30 Tahun: Warna Hingga Tekstur

Perbedaan Flek Hitam Akibat Matahari Vs Bekas Jerawat pada Usia 30 Tahun: Warna Hingga Tekstur

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:35 WIB

4 Rekomendasi Buku Sally Rooney yang Dilarang di Inggris Tapi Dijual di Indonesia

4 Rekomendasi Buku Sally Rooney yang Dilarang di Inggris Tapi Dijual di Indonesia

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Escape from Mogadishu: Tentang Musuh yang Harus Saling Menyelamatkan

Escape from Mogadishu: Tentang Musuh yang Harus Saling Menyelamatkan

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:20 WIB

4 HP Xiaomi RAM 12 GB dan Memori 512 GB Performa Kencang, Intip Spek dan Harga Barunya

4 HP Xiaomi RAM 12 GB dan Memori 512 GB Performa Kencang, Intip Spek dan Harga Barunya

Tekno | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:12 WIB

Harta Kekayaan Suharyanto Eks Kepala BNPB yang Dicopot usai Adiknya Kena OTT KPK

Harta Kekayaan Suharyanto Eks Kepala BNPB yang Dicopot usai Adiknya Kena OTT KPK

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:11 WIB

×