MSCI Pertimbangkan Turunkan Status Pasar Saham Indonesia

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:16 WIB
MSCI Pertimbangkan Turunkan Status Pasar Saham Indonesia
Ilustarsi MSCI. [Suara.com/Ist/MSCI-Gemini]
baca 10 detik
  • MSCI mempertimbangkan untuk menurunkan status Indonesia dari pasar negara berkembang menjadi pasar mandiri pada Jumat, 16 Oktober 2026.
  • Langkah tersebut dipicu oleh kekhawatiran terhadap aksesibilitas investasi, transparansi kepemilikan saham, dan tata kelola pasar modal Indonesia.
  • Sebagai tindak lanjut, MSCI memutuskan untuk mempertahankan pembekuan sejumlah perubahan terkait indeks bagi saham-saham Indonesia hingga pemberitahuan selanjutnya.

Suara.com - Penyedia indeks global MSCI mempertimbangkan untuk menurunkan status Indonesia dari pasar negara berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).

Langkah ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap aksesibilitas investasi, transparansi kepemilikan saham, dan tata kelola pasar modal Indonesia. Dalam pernyataannya, MSCI menyampaikan bahwa rencana perubahan klasifikasi tersebut masih dalam tahap konsultasi.

Keputusan ini menyusul peringatan yang sebelumnya disampaikan pada Juni 2026, ketika MSCI menyatakan Indonesia berpotensi mengalami reklasifikasi apabila persoalan aksesibilitas pasar tidak kunjung teratasi.

"Oleh karena itu, MSCI menganggap klasifikasi Indonesia sebagai Pasar Berkembang yang berkelanjutan tidak lagi tepat dan meluncurkan konsultasi mengenai proposal untuk mengklasifikasikan ulang Indonesia sebagai Pasar Mandiri," kata MSCI dikutip Reuters, Jumat (16/10/2026).

Salah satu persoalan utama yang menjadi perhatian MSCI adalah struktur kepemilikan saham yang dinilai kurang transparan, konsentrasi kepemilikan pada pihak tertentu, serta dugaan perdagangan yang terkoordinasi.

Menurut MSCI, sejumlah persoalan tersebut menimbulkan keraguan investor terhadap kelayakan pasar saham Indonesia sebagai tujuan investasi.

Pemerintah dan otoritas terkait sebenarnya telah mengumumkan sejumlah langkah perbaikan.

Upaya tersebut mencakup penguatan kewajiban keterbukaan informasi pemegang saham serta penyusunan peta jalan untuk menetapkan batas minimum saham beredar di publik (free float) sebesar 15 persen.

Namun, MSCI menilai pelaku pasar belum melihat bukti yang konsisten bahwa kebijakan tersebut telah memberikan perbaikan signifikan terhadap mekanisme dan fungsi pasar saham Indonesia.

baca juga

Selain mempertimbangkan perubahan klasifikasi, MSCI memutuskan untuk mempertahankan pembekuan sejumlah perubahan terkait indeks bagi saham-saham Indonesia hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Kebijakan tersebut mencakup penambahan saham ke dalam MSCI Indonesia Investable Market Index. Pembekuan juga berlaku terhadap peningkatan faktor inklusi investor asing maupun jumlah saham beredar yang timbul dari peninjauan indeks atau aksi korporasi.

Langkah ini menjadi perhatian karena indeks MSCI digunakan oleh investor global sebagai salah satu acuan dalam menyusun portofolio investasi.

Perubahan klasifikasi maupun komposisi indeks dapat memengaruhi pertimbangan investor dalam mengalokasikan dana, meskipun dampaknya terhadap arus modal aktual tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan pengumuman tersebut.

Pertimbangan MSCI muncul di tengah serangkaian tekanan yang dihadapi pasar keuangan Indonesia sepanjang 2026. Sebelumnya, Moody's dan Fitch telah mengubah prospek peringkat kredit pemerintah Indonesia menjadi negatif.

Kedua lembaga pemeringkat tersebut menyoroti persoalan kredibilitas kebijakan dalam penilaian mereka. Perubahan prospek itu menambah perhatian investor terhadap kondisi tata kelola dan arah kebijakan ekonomi Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham PGUN Digadai, Ke Mana Aliran Dana Jumbo Milik Haji Isam?

Saham PGUN Digadai, Ke Mana Aliran Dana Jumbo Milik Haji Isam?

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:06 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah Senin Pagi, Pantau Saham Emas

IHSG Bergerak Dua Arah Senin Pagi, Pantau Saham Emas

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 09:19 WIB

Analisis Teknikal IHSG dan Rekomendasi Saham-saham Hari Ini

Analisis Teknikal IHSG dan Rekomendasi Saham-saham Hari Ini

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:47 WIB

3 Perusahaan Jumbo Masuk Daftar Antrean IPO

3 Perusahaan Jumbo Masuk Daftar Antrean IPO

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 17:42 WIB

IHSG Menguat ke Level 6.093 Sepekan, Nilai Transaksi Harian BEI Melonjak 28,52%

IHSG Menguat ke Level 6.093 Sepekan, Nilai Transaksi Harian BEI Melonjak 28,52%

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:44 WIB

AI Bikin Serangan Siber Makin Otomatis, Investasi Keamanan Siber di Indonesia Diprediksi Melonjak

AI Bikin Serangan Siber Makin Otomatis, Investasi Keamanan Siber di Indonesia Diprediksi Melonjak

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:53 WIB

Terkini

Kecepatan 5G XL Naik 263 Persen, Layanan Ultra 5G+ Kini Hadir di Solo dan Yogyakarta

Kecepatan 5G XL Naik 263 Persen, Layanan Ultra 5G+ Kini Hadir di Solo dan Yogyakarta

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:04 WIB

Sinopsis Shadows of Desire, Dracin Daniel Zhou dan Zhao Qing di iQiyi

Sinopsis Shadows of Desire, Dracin Daniel Zhou dan Zhao Qing di iQiyi

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Langit Kuning Palangka Raya akibat Karhutla, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

Langit Kuning Palangka Raya akibat Karhutla, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:00 WIB

4 Shio Beruntung 16 Oktober 2026, Kelinci hingga Anjing Rasakan Perubahan Positif

4 Shio Beruntung 16 Oktober 2026, Kelinci hingga Anjing Rasakan Perubahan Positif

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

×