Karhutla Ancam Satu Generasi Satwa Liar, Orang Utan hingga Bekantan Kehilangan Habitat

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 19 Oktober 2026 | 21:30 WIB
Karhutla Ancam Satu Generasi Satwa Liar, Orang Utan hingga Bekantan Kehilangan Habitat
Induk orangutan dipeluk anaknya saat mendapat bantuan oksigen saat dievakuasi dari area perkebunan kelapa sawit di Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (18/9/2026). [ANTARA FOTO/HO/YIARI/Heribertus Suciadi/jhw/YU]
baca 10 detik
  • Guru Besar UGM Raden Wisnu Nurcahyo menyatakan karhutla mengancam kelangsungan hidup satu generasi satwa liar di Indonesia pada Senin (19/10/2026).
  • Di Kalimantan, sekitar 60 persen dari 57.000 orang utan sangat terdampak akibat kehilangan habitat asli dan sumber pakan yang rusak.
  • Hilangnya pakan memicu satwa masuk ke permukiman warga, sementara angka kematian di dalam hutan diperkirakan jauh melampaui data resmi.

Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyisakan ancaman jangka panjang bagi kelangsungan hidup berbagai satwa liar. Satwa di hutan-hutan Indonesia yang terbakar bahkan terancam kehilangan satu generasi akibat kerusakan habitat yang tidak bisa dipulihkan dalam waktu singkat.

Guru Besar Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus pemerhati satwa liar, Raden Wisnu Nurcahyo, mengatakan pemulihan hutan tidak cukup hanya dengan menumbuhkan kembali vegetasi.

Satwa membutuhkan habitat dengan komposisi tumbuhan yang sesuai, termasuk tanaman yang menjadi sumber makanan dan membantu menjaga kesehatan mereka.

"Ini kan permasalahan yang tidak sesederhana itu, yang namanya restorasi habitat seperti gambut, hutan itu kan perlu waktu yang lama," kata Wisnu, dikutip Senin (19/10/2026).

Menurut Wisnu, persoalan muncul ketika hutan yang terbakar tidak lagi menyediakan sumber pakan yang dibutuhkan satwa. Tanaman yang tumbuh kembali belum tentu sama dengan vegetasi sebelumnya.

Kondisi itu membuat satwa berpotensi kehilangan sumber makanan yang selama ini menopang kelangsungan hidup mereka.

"Kita terancam kehilangan satu generasi yang artinya tidak ada makanan bagi mereka. Karena kan tumbuhannya itu belum tentu dia tumbuh tanaman yang kayak dulu. Mungkin tanaman-tanaman yang baru yang tidak dia perlukan," ungkapnya.

Bayi orang utan yang ditemukan lemas di Kutai Timur pada Minggu (11/10/2026) kini telah menerima penanganan medis Tim BKSDA Kaltim berkolaborasi dan Centre for Orang Utan Protection (COP). [ANTARA/HO-BKSDA Kaltim]
Bayi orang utan yang ditemukan lemas di Kutai Timur pada Minggu (11/10/2026) kini telah menerima penanganan medis Tim BKSDA Kaltim berkolaborasi dan Centre for Orang Utan Protection (COP). [ANTARA/HO-BKSDA Kaltim]

Ancaman tersebut tidak berhenti pada kelaparan. Hilangnya sumber pakan juga dapat mendorong satwa keluar dari habitatnya untuk mencari makanan di kawasan permukiman, perkebunan, maupun lahan pertanian milik warga.

Kondisi ini kemudian meningkatkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar sekaligus memperbesar tekanan terhadap populasi yang tersisa.

baca juga

Kalimantan, kata Wisnu, menjadi salah satu wilayah yang menghadapi ancaman serius terhadap satwa liar akibat karhutla. Satwa yang terdampak antara lain orang utan, bekantan, primata lain, burung, hingga mamalia kecil.

"Kalau di Kalimantan itu sekitar 57.000 spesies orang utan itu terdampak, dari 57.000 itu yang 60 persen-nya itu betul-betul sangat terdampak akibat kebakaran hutan karena mereka itu kehilangan habitat," ungkapnya.

Wisnu memperkirakan jumlah kematian satwa liar di hutan jauh lebih besar daripada yang tercatat dalam data resmi. Luas habitat orang utan yang mencapai 1,9 juta hektare di Kalimantan dan 1,1 juta hektare di Sumatra membuat pemantauan petugas terhadap seluruh wilayah menjadi terbatas.

"Itu (satwa) yang di tengah (hutan) enggak pernah terpantau, yang ada di tengah tuh enggak pernah ditemukan berapa yang mati. Sehingga asumsi kita sebetulnya banyak sekali kematian pada satwa-satwa liar yang ada di dalam hutan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keresahan Feast soal Karhutla dan MBG di Synchronize Fest 2026

Keresahan Feast soal Karhutla dan MBG di Synchronize Fest 2026

Video | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Mendagri: Meski Hadapi Berbagai Tantangan, Penanganan Karhutla Terus Dioptimalkan

Mendagri: Meski Hadapi Berbagai Tantangan, Penanganan Karhutla Terus Dioptimalkan

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:53 WIB

Singapura Tambah 3 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla: Total Ada 10, Ini Daftar Lengkapnya

Singapura Tambah 3 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla: Total Ada 10, Ini Daftar Lengkapnya

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:26 WIB

Kabut Asap Karhutla Tak Terkendali, Adaptasi Jadi Dalih Kegagalan Negara?

Kabut Asap Karhutla Tak Terkendali, Adaptasi Jadi Dalih Kegagalan Negara?

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Kapolri Sebut Ada Keterlibatan Pihak Asing dan Negara Tetangga di Kasus Karhutla

Kapolri Sebut Ada Keterlibatan Pihak Asing dan Negara Tetangga di Kasus Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:39 WIB

Prabowo Setuju! Pemerintah Segera Koordinasikan Bantuan Karhutla dari Singapura dan Malaysia

Prabowo Setuju! Pemerintah Segera Koordinasikan Bantuan Karhutla dari Singapura dan Malaysia

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Dudung Ungkap Instruksi Keras Prabowo Soal Karhutla: Jangan Tunggu Hujan Turun

Dudung Ungkap Instruksi Keras Prabowo Soal Karhutla: Jangan Tunggu Hujan Turun

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Suporter Mulai Ramai Protes Karhutla, Bonek dan Bobotoh Terdepan

Suporter Mulai Ramai Protes Karhutla, Bonek dan Bobotoh Terdepan

Bola | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Setelah Malaysia, Singapura Juga Siapkan Bantuan untuk Atasi Karhutla di Indonesia

Setelah Malaysia, Singapura Juga Siapkan Bantuan untuk Atasi Karhutla di Indonesia

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:22 WIB

Kapolri Ungkap Ada Pihak Asing Terlibat Karhutla, Negara Tetangga Ikut Disorot

Kapolri Ungkap Ada Pihak Asing Terlibat Karhutla, Negara Tetangga Ikut Disorot

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Terkini

Karhutla Ancam Satu Generasi Satwa Liar, Orang Utan hingga Bekantan Kehilangan Habitat

Karhutla Ancam Satu Generasi Satwa Liar, Orang Utan hingga Bekantan Kehilangan Habitat

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:30 WIB

BRImo Berikan Diskon 20 Persen Tiket Konser Dua Dekade DMASIV

BRImo Berikan Diskon 20 Persen Tiket Konser Dua Dekade DMASIV

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Manchester United Pecat Michael Carrick? Peter Schmeichel: Dia Masa Depan Klub

Manchester United Pecat Michael Carrick? Peter Schmeichel: Dia Masa Depan Klub

Bola | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:13 WIB

Penembakan di Deli Serdang Tewaskan 1 Anggota Ormas, 3 Terduga Pelaku Ditangkap

Penembakan di Deli Serdang Tewaskan 1 Anggota Ormas, 3 Terduga Pelaku Ditangkap

Sumut | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:12 WIB

Suami Tak Bekerja, Nurjana Berharap Lolos Jadi Jukir Pemkot Bogor Demi Biaya Sekolah Anak

Suami Tak Bekerja, Nurjana Berharap Lolos Jadi Jukir Pemkot Bogor Demi Biaya Sekolah Anak

Bogor | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:10 WIB

NGORBIT: Siap-Siap Nyesek! Dimas Aditya dan Sutradara Bahas Film Beautiful Pain

NGORBIT: Siap-Siap Nyesek! Dimas Aditya dan Sutradara Bahas Film Beautiful Pain

Video | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:10 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Gerindra Klaim Ekonomi Stabil hingga Kemiskinan Menurun

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Gerindra Klaim Ekonomi Stabil hingga Kemiskinan Menurun

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:07 WIB

Jetour T2 i-DM Hadir di Medan, Harga Rp 700 Juta

Jetour T2 i-DM Hadir di Medan, Harga Rp 700 Juta

Sumut | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:07 WIB

Tekanan Suporter Makin Gila, Jose Mourinho Usir Vinicius Jr dari Real Madrid?

Tekanan Suporter Makin Gila, Jose Mourinho Usir Vinicius Jr dari Real Madrid?

Bola | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Wamenko Pangan Minta Industri Peleburan Besi Angkat Kaki dari Jabodetabek, Ini Alasannya

Wamenko Pangan Minta Industri Peleburan Besi Angkat Kaki dari Jabodetabek, Ini Alasannya

Banten | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:03 WIB

×