Upaya Sensor Konten Karhutla Demi Citra, Guru Besar UII Sebut Tindakan Bodoh dan Kontraproduktif

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:51 WIB
Upaya Sensor Konten Karhutla Demi Citra, Guru Besar UII Sebut Tindakan Bodoh dan Kontraproduktif
Ilustrasi kebakaran hutan dan kabut asap. (Pexels/Eclipse Chasers)
baca 10 detik
  • Akun Instagram @koalisimediaalternatif_id melaporkan dua media anggota KOMA menghadapi upaya penghalangan kerja jurnalistik terkait pemberitaan karhutla.
  • Pihak tak dikenal meminta redaksi menghapus berita karhutla serta menawarkan imbalan uang sebagai kompensasi pencabutan artikel.
  • Guru Besar UII Masduki mengecam tindakan pembatasan informasi dan intimidasi media yang menghambat penanganan karhutla.

Suara.com - Dugaan pembatasan konten kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di media sosial menambah sorotan terhadap keterbukaan informasi penanganan kebakaran di Indonesia.

Tak hanya pembatasan distribusi konten di platform digital saja, kerja jurnalistik pun diduga menghadapi upaya penghalangan.

Diunggah oleh akun Instagram @koalisimediaalternatif_id setidaknya terdapat dua media anggota Koalisi Media Alternatif (KOMA) yang mengalami upaya penghalang-halangan kerja jurnalistik melalui permintaan pencabutan berita atau take down terkait karhutla, pemadaman listrik (blackout), dan demonstrasi penolakan pusat data (data center).

Dalam laporannya, mereka diminta menghapus pemberitaan dari situs web maupun kanal media sosial masing-masing. Tak hanya itu pihak yang menghubungi redaksi pun disebut menawarkan imbalan apabila berita tersebut dicabut.

Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sulbar menimbulkan asap yang dapat mengakibatkan dampak kesehatan bagi masyarakat di Mamuju, Senin (05/10/2026) [SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-Pemprov Sulbar]
Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sulbar menimbulkan asap yang dapat mengakibatkan dampak kesehatan bagi masyarakat di Mamuju, Senin (05/10/2026) [SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-Pemprov Sulbar]

Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII), Masduki, mengecam praktik intimidasi, permintaan pencabutan berita, pembatasna konten hingga dugaan penyuapan jurnalis untuk menutupi persoalan karhutla.

Ia menilai tindakan semacam itu tidak hanya merugikan publik karena menghambat akses terhadap informasi yang objektif, tetapi juga kontraproduktif bagi upaya penyelesaian masalah.

"Ini sebetulnya tindakan yang bodoh sekali. Tindakan yang very stupid istilahnya dari siapa pun yang melakukannya," kata Masduki kepada Suara.com, Selasa (20/10/2026).

Menurut Masduki, persoalan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kecenderungan pengendalian informasi kian menguat dalam dua tahun terakhir.

Ia menyoroti peran Badan Komunikasi dalam upaya pemusatan informasi dari Jakarta, termasuk dalam menyampaikan persoalan yang berpotensi memengaruhi citra pemerintah.

baca juga

"Sehingga berbagai upaya represif dengan cara-cara yang halus maupun keras dilakukan terhadap media jurnalisme yang kritis," tandasnya.

Ia menilai pembatasan konten maupun tekanan terhadap media dapat menghambat masyarakat memperoleh gambaran utuh mengenai dampak karhutla.

Jika informasi mengenai korban, kerusakan lingkungan, dan dampak asap tidak tersampaikan secara terbuka, evaluasi terhadap penanganan kebakaran turut berisiko kehilangan dasar informasi yang memadai.

Masduki mengingatkan bahwa persoalan karhutla telah melampaui batas wilayah Indonesia. Mengingat Singapura dan Malaysia turut terdampak persoalan asap lintas batas.

"Sebaiknya upaya-upaya ini jangan dilakukan lagi oleh pemerintah, oleh aparatur pemerintah atau siapa pun yang terkait. Karena ini justru akan kontraproduktif bagi penyelesaian masalah karhutla," ujarnya.

Pemerintah semestinya tidak menjadikan pemberitaan kritis sebagai ancaman terhadap citra penguasa. Informasi yang terbuka justru dibutuhkan untuk mengungkap persoalan di lapangan, mengevaluasi kebijakan, dan memastikan penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh.

"Kita bisa meyakini upaya-upaya ini sebetulnya melanggar konstitusi, kebebasan berekspresi, dan melanggar hak pers, tugas pers menyampaikan informasi, pendidikan, kontrol sosial sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999," tandasnya.

Kasus belakang inj, kata Masduki, memperlihatkan risiko yang dihadapi media alternatif ketika mengangkat isu sensitif. Ia mengingatkan bahwa praktik serupa berpotensi menyasar media kritis lainnya, termasuk media besar di Jakarta, apabila tidak dihentikan.

"Pemerintah melalui Bakom harusnya menyampaikan permohonan maaf dan justru mendorong berita-berita ini lebih objektif, mendalam. Sehingga masalah karhutla ini bisa diselesaikan secara komprehensif, tidak semata-mata untuk menjaga citra Presiden Prabowo yang sebetulnya sudah buruk sekali," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Gaya Jagoan Briptu Asky Rizal Ajudan Rudy Masud Jatuhkan Ponsel dan Tantang Mahasiswa

Viral Gaya Jagoan Briptu Asky Rizal Ajudan Rudy Masud Jatuhkan Ponsel dan Tantang Mahasiswa

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Karhutla Masih Selimuti Kalimantan, WALHI Desak Tanggung Jawab Korporasi

Karhutla Masih Selimuti Kalimantan, WALHI Desak Tanggung Jawab Korporasi

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:40 WIB

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Video | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Terkini

2 Tahun Prabowo-Gibran: Pemerintah Kuasai Kembali 6,2 Juta Hektare Hutan dan Setor Rp52 Triliun

2 Tahun Prabowo-Gibran: Pemerintah Kuasai Kembali 6,2 Juta Hektare Hutan dan Setor Rp52 Triliun

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:47 WIB

5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal

5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Bagaimana Cara Adopsi Anak di Indonesia? Cek Syarat dan Tahapannya

Bagaimana Cara Adopsi Anak di Indonesia? Cek Syarat dan Tahapannya

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Kenichi Suzumura Alami Adjustment Disorder, Agensi Putuskan Bubar pada 2027

Kenichi Suzumura Alami Adjustment Disorder, Agensi Putuskan Bubar pada 2027

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Hekrafnas 2026 Serentak Diselenggarakan di Jakarta, 7 Provinsi dan 17 Negara

Hekrafnas 2026 Serentak Diselenggarakan di Jakarta, 7 Provinsi dan 17 Negara

Jakarta | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Geledah Kantor BNPB dan 7 Lokasi Lain, KPK Sita Uang, Perhiasan hingga 3 Unit Mobil

Geledah Kantor BNPB dan 7 Lokasi Lain, KPK Sita Uang, Perhiasan hingga 3 Unit Mobil

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Ini Strategi Kapolda Sulsel Redam Konflik Berdarah di Kota Makassar

Ini Strategi Kapolda Sulsel Redam Konflik Berdarah di Kota Makassar

Sulsel | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:38 WIB

Viral Pelari Singapura Jogging di Mall Imbas Udara Buruk karena Kebakaran Hutan Indonesia

Viral Pelari Singapura Jogging di Mall Imbas Udara Buruk karena Kebakaran Hutan Indonesia

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:29 WIB

Harga Tembus 154 Dolar AS per Ton, Bahlil akan Tambah Produksi Batu Bara

Harga Tembus 154 Dolar AS per Ton, Bahlil akan Tambah Produksi Batu Bara

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Sudah 13.850 Warga Pekanbaru Terserang ISPA selama Kabut Asap Karhutla

Sudah 13.850 Warga Pekanbaru Terserang ISPA selama Kabut Asap Karhutla

Riau | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:19 WIB

×