- Presiden Prabowo membagikan 130 unit becak listrik senilai Rp22 juta per unit kepada pengayuh becak di Kabupaten Bogor.
- Bantuan sosial tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Becak Listrik Indonesia, Nanik S. Deyang, kepada para warga setempat.
- Pemerintah daerah dan para penerima manfaat diminta untuk menjaga kendaraan bantuan tersebut dengan baik serta dilarang memperjualbelikannya.
Suara.com - Ratusan pengayuh becak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini tak perlu lagi menguras tenaga mengayuh di jalanan terjal. Sebanyak 130 unit becak listrik canggih telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga setempat dalam sebuah aksi sosial yang penuh haru, Sabtu (17/10/2026).
Menariknya, kendaraan roda tiga ramah lingkungan seharga sekitar Rp22 juta per unit ini digarap langsung oleh PT Pindad—produsen alutsista ternama yang juga merakit Maung MV3 Garuda Limousine, mobil dinas kepresidenan.
Presiden Becak Listrik Indonesia, Nanik S. Deyang, yang hadir langsung menyerahkan bantuan tersebut, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto selalu menaruh perhatian penuh terhadap nasib wong cilik. Kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto, Nanik berpesan agar pemerintah daerah tak perlu cemas jika kuota yang ada saat ini masih kurang.
"Ini enaknya kalau kita punya presiden (Prabowo), jangan khawatir. Presiden kita baik hati, ngurusinya yang diurus cuma rakyat saja, gak yang lain, rakyat, rakyat, rakyat, sudah cukup," ujar Nanik saat memberikan sambutan, dikutip dari tayangan YouTube resmi Kabupaten Bogor, Selasa.
![Penampakan bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto untuk warga Kota Bogor. [Dziharul Islam Nusantara/Suara Bogor]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/06/93271-becak-listrik.jpg)
Di hadapan para hadirin, Nanik bahkan sempat melempar candaan bernada penegasan kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara perihal komitmen Presiden.
"Tanya Pak Rudi (Bupati Kabupaten Bogor) dan Pak Sastra (Ketua DPRD Kabupaten Bogor), kuda saja diurus masa rakyatnya tidak diurus, ya kan," jelas Nanik disambut senyum para tamu undangan.
Nanik pun membakar semangat para penarik becak dengan menceritakan 'kemewahan' di balik kendaraan baru mereka. Meski wujudnya becak, teknologi dan sentuhan pembuatnya setara dengan kendaraan orang nomor satu di Indonesia.
"Jadi bapak ini naik becak ini sama dengan naik mobilnya pak presiden, yang bikin PT Pindad, harganya Rp22 juta," jelas dia.
Mengingat nilai materiil dan pesan emosional di baliknya yang begitu tinggi, Nanik menitipkan pesan khusus kepada pemerintah daerah dan penerima manfaat agar kendaraan bantuan ini benar-benar dijaga dan tidak diperjualbelikan.
"Pak bupati ini jangan dipindahtangankan. Ini dari hati nurani presiden, saking citanya pada rakayat. Beliau nangis masih ada pebecak yang sepuh masih ngontel di jalan," kata dia.
Menutup keterangannya, Nanik meluruskan bahwa inisiatif berbagi ini murni dorongan nurani, bukan sekadar agenda pencitraan atau politis. Gerakan ini sejatinya telah bergulir jauh sebelum Prabowo resmi dilantik memimpin negeri.
"Pemberian becak bukan karena beliau jadi presiden, tepatnya 2023 pak presiden sudah bagi becak listrik. Tapi karena hatinya, buat apa ya segunung hambalang sudah milik beliau, dia butuhnya rakyat Indonesia ditolong, belliau gak mau melihat rakyat Indonesia menderita," tandasnya.