2 Tahun Prabowo-Gibran Dinilai Jadi Tanda Masa Suram Kebebasan Sipil dan Kemunduran Demokrasi

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:58 WIB
2 Tahun Prabowo-Gibran Dinilai Jadi Tanda Masa Suram Kebebasan Sipil dan Kemunduran Demokrasi
Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat hadir di acara puncak perayaan HUT Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Jumat (18/9/2026). [Suara.com/Bagaskara]
baca 10 detik
  • Peneliti Pusham UII Heronimus Heron menyatakan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran membuat demokrasi Indonesia mengalami kemunduran signifikan akibat penggunaan instrumen hukum.
  • Laporan EIU 2025 dan Freedom House 2026 menunjukkan penurunan indeks demokrasi serta skor kebebasan sipil Indonesia di tingkat global.
  • Gelombang protes Agustus hingga September 2025 memicu ribuan penangkapan aktivis dan minimnya pertimbangan hak asasi manusia dalam putusan pengadilan.

Suara.com - Dua tahun masa pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dinilai membuat demokrasi dan ruang kebebasan sipil di Indonesia mengalami kemunduran signifikan.

Peneliti Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia (Pusham UII), Heronimus Heron, memaparkan bahwa penggunaan instrumen hukum untuk membungkam suara kritis warga negara dan minimnya pertimbangan HAM dalam putusan peradilan menjadi indikator utama memburuknya negara hukum.

Penurunan kualitas demokrasi ini tercermin dari laporan Economist Intelligence Unit (EIU) tahun 2025 yang menempatkan indeks demokrasi Indonesia pada angka 6,37 dengan status flawed democracy atau demokrasi cacat.

Kemudian laporan Freedom House tahun 2026 turut mencatat skor Indonesia berada di angka 56 dari 100. Sementara World Justice Project mencatat indeks negara hukum Indonesia merosot dari 0,53 pada 2024 menjadi 0,52 pada 2025.

Tekanan terhadap ruang sipil paling dirasakan oleh para aktivis saat gelombang protes yang terjadi pada akhir Agustus hingga awal September 2025 lalu.

Data Komisi Pencari Fakta (KPF) demo Agustus 2025 mengutip Menko Kumham Imipas secara nasional ada 6.719 orang yang ditangkap di seluruh Indonesia, tetapi sebanyak 5.858 orang sudah dibebaskan.

Sementara gabungan data Gerakan Muda Lawan Kriminalisasi (GMLK) dan KPF menyebutkan ada 716 aktivis yang memiliki berbagai status, yaitu 506 aktivis yang diputus bersalah dan 14 orang meninggal dunia.

Merespons gelombang pemidanaan tersebut, Pusham UII pun telah melakukan bedah kasus terhadap 22 putusan pengadilan yang melibatkan 39 aktivis dari Direktori Putusan Mahkamah Agung.

Dari puluhan terdakwa tersebut, pengadilan hanya memutus bebas 10 orang aktivis, sedangkan sisanya dijatuhi hukuman pidana.

baca juga

"Hanya 4 putusan yang memasukkan HAM sebagai pertimbangan. Dimensi HAM yang dimasukkan dalam pertimbangan adalah kebebasan berpikir dan berekspresi," kata Heron, dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).

Pertimbangan tersebut mencakup hak atas kebebasan berpikir dan berekspresi seperti yang tertuang dalam putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk terdakwa Delpedro, Muzaffar, Syahdan, dan Khariq, serta putusan PN Kediri untuk terdakwa Saiful.

Selain itu, pertimbangan mengenai hak berkomunikasi dan memperoleh informasi sesuai UU Nomor 29 Tahun 1999 juga ditemukan dalam dua putusan PN Surakarta untuk terdakwa Hanif, Bogi, dan Daffa.

Heronimus menambahkan, terdapat tiga putusan lain yang sebenarnya menyinggung isu HAM, tetapi majelis hakim justru menyimpulkan bahwa hak-hak tersebut dapat dibatasi melalui Pasal 28J UUD NRI Tahun 1945.

Ketiga perkara itu meliputi putusan PN Jakarta Selatan dengan terdakwa Laras, PN Kediri dengan terdakwa Shelfin, serta PN Sleman dengan terdakwa Perdana Arie.

"Ketiga putusan tersebut tidak memberikan alasan yang kuat dan proporsional tentang pembatasan HAM yang diatur melalui peraturan perundang-undangan. Padahal kebebasan berekspresi merupakan bagian esensial dari demokrasi," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Media Asing Soroti 2 Tahun Prabowo Gibran: Kontroversi MBG, Peran Wapres Dipertanyakan

Media Asing Soroti 2 Tahun Prabowo Gibran: Kontroversi MBG, Peran Wapres Dipertanyakan

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Spanduk Raksasa Greenpeace di Bundaran HI, "Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah"

Spanduk Raksasa Greenpeace di Bundaran HI, "Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah"

Foto | Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:09 WIB

Sebut Rezim 'Gagal Total', Koalisi SADAR Beberkan 5 Rapor Merah Prabowo di Tugu Proklamasi

Sebut Rezim 'Gagal Total', Koalisi SADAR Beberkan 5 Rapor Merah Prabowo di Tugu Proklamasi

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:24 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, PKS Tegaskan Sikap Kritis, Konstruktif dan Solutif di Koalisi

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, PKS Tegaskan Sikap Kritis, Konstruktif dan Solutif di Koalisi

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Produksi Beras Naik, RI Setop Impor Beras Umum

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Produksi Beras Naik, RI Setop Impor Beras Umum

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:39 WIB

Greenpeace Pasang Spanduk Kritik di Bundaran HI, Pramono Wanti-wanti Ketertiban Jakarta

Greenpeace Pasang Spanduk Kritik di Bundaran HI, Pramono Wanti-wanti Ketertiban Jakarta

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:37 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, NasDem Minta Pemerintah Buka Telinga Lebar-lebar Dengarkan Rakyat

Dua Tahun Prabowo-Gibran, NasDem Minta Pemerintah Buka Telinga Lebar-lebar Dengarkan Rakyat

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:29 WIB

Terkini

Apa yang Harus Dilakukan Agar MSCI Tak Kucilkan Indonesia ke Kasta Terendah?

Apa yang Harus Dilakukan Agar MSCI Tak Kucilkan Indonesia ke Kasta Terendah?

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Bersaksi di MK, Perempuan Adat Poco Leok Ungkap Tak Dilibatkan di Rencana Geothermal Ulumbu

Bersaksi di MK, Perempuan Adat Poco Leok Ungkap Tak Dilibatkan di Rencana Geothermal Ulumbu

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:55 WIB

3 HP iQOO 3 Jutaan Terbaik untuk Gaming Harian, Stabil, Adem, dan Anti-Lag!

3 HP iQOO 3 Jutaan Terbaik untuk Gaming Harian, Stabil, Adem, dan Anti-Lag!

Tekno | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:51 WIB

Bukan Lagi Polisi? Listyo Sigit Beri Jawaban Singkat yang Bikin Penasaran

Bukan Lagi Polisi? Listyo Sigit Beri Jawaban Singkat yang Bikin Penasaran

Video | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Kontrak di Persib Berakhir Musim Ini, Marc Klok Isyaratkan Pensiun di Klub Ini

Kontrak di Persib Berakhir Musim Ini, Marc Klok Isyaratkan Pensiun di Klub Ini

Bola | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Anime Yona of the Dawn Lanjutkan Kisah, PIERROT FILMS Jadi Studio Animasi

Anime Yona of the Dawn Lanjutkan Kisah, PIERROT FILMS Jadi Studio Animasi

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Beda Bedak Tabur Sariayu Tutup Cream vs Tutup Hijau, Mana yang Cocok untuk Kulit Berjerawat?

Beda Bedak Tabur Sariayu Tutup Cream vs Tutup Hijau, Mana yang Cocok untuk Kulit Berjerawat?

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Menko Airlangga Singgung IMF, Sebut Jadi Penyebab Kegagalan Industri Pesawat RI

Menko Airlangga Singgung IMF, Sebut Jadi Penyebab Kegagalan Industri Pesawat RI

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:50 WIB

10 Tips Hemat Belanja Bulanan Keluarga agar Pengeluaran Tidak Membengkak

10 Tips Hemat Belanja Bulanan Keluarga agar Pengeluaran Tidak Membengkak

Sumbar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:48 WIB

Paris Masih Panas Usai Kerusuhan, Jam Malm Diperluas

Paris Masih Panas Usai Kerusuhan, Jam Malm Diperluas

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:48 WIB

×