Perempuan Adat Poco Leok di MK: Ungkap Kekerasan hingga Pelecehan saat Tolak Proyek Geothermal

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:39 WIB
Perempuan Adat Poco Leok di MK: Ungkap Kekerasan hingga Pelecehan saat Tolak Proyek Geothermal
Erminda Jebarus, Perempuan masyarakat adat Poco Leok, Kabupaten Manggarai, NTT. (Suara.com/Lilis Varwati)
baca 10 detik
  • Erminda Jebarus bersaksi di Mahkamah Konstitusi pada Selasa mengenai kekerasan fisik dan pelecehan seksual di Poco Leok.
  • Kekerasan dan pelecehan tersebut dialami Erminda dari aparat saat mempertahankan wilayah adat dari proyek panas bumi Ulumbu.
  • Perkumpulan Perserikatan Solidaritas Perempuan mengajukan uji materiil Undang-Undang Cipta Kerja terkait pembatasan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan.

Suara.com - Perempuan masyarakat adat Poco Leok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Erminda Jebarus, mengungkapkan pengalaman kekerasan fisik hingga pelecehan seksual yang dialaminya saat mempertahankan ruang hidup dari rencana pengembangan proyek panas bumi atau geothermal Ulumbu.

Kesaksian tersebut disampaikan Erminda dalam sidang pengujian materiil Undang-Undang Cipta Kerja di Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (20/10/2026).

Erminda menceritakan, peristiwa itu terjadi pada Oktober 2024, ketika PLN dan pemerintah kembali mendatangi wilayah Poco Leok untuk melakukan pematokan, pemasangan pilar, serta survei jalan menuju titik pengeboran.

Menurut Erminda, kedatangan tersebut berujung pada kekerasan terhadap warga yang berupaya mempertahankan wilayah adat mereka. Sejumlah warga mengalami kekerasan fisik, bahkan ada yang harus dibawa ke rumah sakit.

“Pada saat itu, kami mengalami kekerasan fisik karena ditendang sampai dibawa ke rumah sakit. Selain itu, polisi menahan sekitar empat orang warga dan satu orang wartawan ditahan di mobil polisi. Perjuangan membawa tekanan fisik dan psikologis yang sangat besar,” kata Erminda di hadapan majelis hakim MK.

Ia menuturkan, perempuan masyarakat adat berada di garis depan dalam menghadapi situasi tersebut. Mereka berhadapan langsung dengan aparat yang disebut mendorong dan menarik warga hingga terjatuh dan mengalami luka-luka.

Erminda juga mengaku mengalami pelecehan fisik ketika berhadapan dengan aparat yang berusaha mendorong warga mundur.

“Bahkan, tubuh saya sebagai perempuan turut dilecehkan. Saya mengalami pelecehan dari aparat yang menyentuh payudara saya saat mendorong mundur,” ungkapnya sambil terisak.

Perempuan Adat Menghadapi Beban Berlapis

baca juga

Menurut Erminda, konflik tersebut tidak hanya menimbulkan luka fisik dan tekanan psikologis, tetapi juga menguras perhatian serta tenaga perempuan. Di tengah perjuangan mempertahankan wilayah adat, mereka tetap harus menjalankan tanggung jawab merawat keluarga dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ia menilai perempuan masyarakat adat menghadapi beban berlapis karena harus mempertahankan tanah yang menjadi sumber penghidupan, sekaligus menjalankan tanggung jawab perawatan di rumah.

“Perhatian kami terkuras untuk menghadapi konflik sementara tanggung jawab perawatan tetap harus dijalankan. Perempuan tidak seharusnya memilih antara mempertahankan ruang hidup dan menjalankan tanggung jawab sehari-hari,” tuturnya.

Erminda menegaskan, kebijakan mengenai tanah dan pembangunan seharusnya mempertimbangkan kondisi nyata perempuan yang kehidupannya bergantung pada wilayah tersebut.

Menurutnya, perempuan adat perlu mendapatkan informasi mengenai rencana proyek sejak awal serta kesempatan untuk menyampaikan pendapat sebelum keputusan diambil.

Pelibatan perempuan, kata dia, tidak cukup dilakukan setelah rencana pembangunan ditetapkan. Pengalaman dan pengetahuan mereka mengenai tanah, sumber air, penghidupan keluarga, serta keberlangsungan adat perlu menjadi pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bersaksi di MK, Perempuan Adat Poco Leok Ungkap Tak Dilibatkan di Rencana Geothermal Ulumbu

Bersaksi di MK, Perempuan Adat Poco Leok Ungkap Tak Dilibatkan di Rencana Geothermal Ulumbu

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Perempuan Adat Kalimantan Utara Merawat Pengetahuan Leluhur Lewat Anyaman Rotan: Bagaimana Caranya?

Perempuan Adat Kalimantan Utara Merawat Pengetahuan Leluhur Lewat Anyaman Rotan: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Kisa Perempuan Adat Sembuan Menjaga Hutan Sekaligus Menopang Kehidupan Keluarga

Kisa Perempuan Adat Sembuan Menjaga Hutan Sekaligus Menopang Kehidupan Keluarga

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 15:55 WIB

Terkini

Minyak Cemceman Mustika Ratu Dipakai Kapan? Ini Cara Pakai dan Review Pembeli

Minyak Cemceman Mustika Ratu Dipakai Kapan? Ini Cara Pakai dan Review Pembeli

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Mulai Pulih, Menperin Pede Pertumbuhan Industri Lampaui Ekonomi Nasional

Mulai Pulih, Menperin Pede Pertumbuhan Industri Lampaui Ekonomi Nasional

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Inovasi Pendidikan Terhambat: Dilema Guru Dibebani Program di Luar Tupoksi

Inovasi Pendidikan Terhambat: Dilema Guru Dibebani Program di Luar Tupoksi

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:34 WIB

2 Tahun Prabowo Berkuasa, KontraS Sentil Demokrasi Menjauh dan Kritik Dibungkam

2 Tahun Prabowo Berkuasa, KontraS Sentil Demokrasi Menjauh dan Kritik Dibungkam

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:33 WIB

Film Along With the Gods 3 Resmi Disiapkan, Syuting Mulai 2027

Film Along With the Gods 3 Resmi Disiapkan, Syuting Mulai 2027

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Transportasi Jakarta Tembus 15 Besar Dunia, DPRD DKI Dorong Penambahan Kapasitas LRT

Transportasi Jakarta Tembus 15 Besar Dunia, DPRD DKI Dorong Penambahan Kapasitas LRT

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:29 WIB

Gedung hingga Mobil Dilelang, Kejagung Bagi Rp229 M ke Korban Indosurya

Gedung hingga Mobil Dilelang, Kejagung Bagi Rp229 M ke Korban Indosurya

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:29 WIB

Sudah Sejam di Istana, Mendikti Saintek dan Gubernur URI Batal Rapat dengan Prabowo

Sudah Sejam di Istana, Mendikti Saintek dan Gubernur URI Batal Rapat dengan Prabowo

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:22 WIB

DEN Peringatkan BI Segera Naikkan Suku Bunga demi Selamatkan Rupiah

DEN Peringatkan BI Segera Naikkan Suku Bunga demi Selamatkan Rupiah

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:22 WIB

Apa Sebenarnya yang Dilakukan Greenpeace? Viral Bentangkan Spanduk di Bundaran HI

Apa Sebenarnya yang Dilakukan Greenpeace? Viral Bentangkan Spanduk di Bundaran HI

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:20 WIB

×