Pigai Pertanyakan Rapor Merah Amnesty untuk 2 Tahun Prabowo-Gibran: Aspek Apa yang Dinilai?

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:42 WIB
Pigai Pertanyakan Rapor Merah Amnesty untuk 2 Tahun Prabowo-Gibran: Aspek Apa yang Dinilai?
Menteri HAM Natalius Pigai. (Suara.com/Lilis)
baca 10 detik
  • Menteri HAM Natalius Pigai mempertanyakan dasar penilaian rapor merah kondisi HAM dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran oleh Amnesty International Indonesia.
  • Pigai memaparkan capaian seperti terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB dan keberhasilan program pendidikan HAM sebagai bukti kinerja pemerintah.
  • Amnesty melaporkan adanya masalah serius seperti pelanggaran HAM berat masa lalu dan pembatasan ruang sipil sepanjang Oktober 2024 hingga Oktober 2026.

Suara.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai merespons rapor merah yang diberikan Amnesty International Indonesia terhadap kondisi HAM selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pigai mempertanyakan aspek yang digunakan Amnesty dalam memberikan penilaian tersebut. Ia menyoroti sejumlah capaian yang menurutnya telah diraih Indonesia, mulai dari terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hingga program pendidikan HAM.

"Jadi, rapor yang seperti apa misalnya? Coba jelasin, aspek apa yang dinilai rapor," kata Pigai usai Musrembang Kementerian HAM di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Ia mengatakan, keberhasilan Indonesia menduduki posisi Presiden Dewan HAM PBB menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan dalam menilai kinerja pemerintah di bidang HAM.

"Kementerian HAM sukses jadi presiden Dewan HAM PBB, orang nomor dua setelah sekjen PBB. Kemudian pendidikan HAM yang diberikan kita nomor satu dunia. Kemudian musrembang ini adalah salah satu musrembang, satu-satunya di seluruh dunia di bidang hak asasi manusia," ujarnya.

Pigai juga membandingkan posisi Indonesia di Dewan HAM PBB dengan kemampuan Amnesty untuk menduduki posisi kepemimpinan di tingkat internasional.

"Apakah kalau dia, untuk jadi Amnesty Asia Tenggara aja dia nggak bisa. Apalagi dia jadi presiden Amnesty dunia. Asia Tenggara aja nggak bisa," imbuhnya.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas evaluasi Amnesty International Indonesia yang menilai pemajuan dan perlindungan HAM selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran masih menunjukkan rapor merah.

Dalam laporan yang dipublikasikan pada 19 Oktober 2026, Amnesty menyoroti sejumlah persoalan, antara lain mandeknya penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu, memburuknya perlindungan ruang sipil, meningkatnya pelibatan aparat keamanan dalam urusan sipil, serta kebijakan yang dinilai berdampak negatif terhadap hak masyarakat. 

baca juga

Amnesty menyatakan evaluasi tersebut didasarkan pada pemantauan selama periode 20 Oktober 2024 hingga 19 Oktober 2026, dengan temuan yang juga diverifikasi melalui sejumlah lembaga negara dan organisasi masyarakat sipil. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pigai Klaim Indonesia Surplus Demokrasi, Sebut Hanya Prabowo yang Berani Kecam Teror Aktivis

Pigai Klaim Indonesia Surplus Demokrasi, Sebut Hanya Prabowo yang Berani Kecam Teror Aktivis

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:29 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG hingga Danantara Dominasi 12,2 Juta Percakapan Digital

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG hingga Danantara Dominasi 12,2 Juta Percakapan Digital

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:01 WIB

Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?

Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:06 WIB

Terkini

Pigai Pertanyakan Rapor Merah Amnesty untuk 2 Tahun Prabowo-Gibran: Aspek Apa yang Dinilai?

Pigai Pertanyakan Rapor Merah Amnesty untuk 2 Tahun Prabowo-Gibran: Aspek Apa yang Dinilai?

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:42 WIB

Eks Pelatih Man United Bongkar Tabiat Buruk Cristiano Ronaldo: Tukang Provokasi

Eks Pelatih Man United Bongkar Tabiat Buruk Cristiano Ronaldo: Tukang Provokasi

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:38 WIB

BBPOM Bongkar Efek Ngeri Tramadol dan Trihexyphenidyl, Dorong Niat Memperkosa hingga Bunuh Diri

BBPOM Bongkar Efek Ngeri Tramadol dan Trihexyphenidyl, Dorong Niat Memperkosa hingga Bunuh Diri

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:36 WIB

Realisasi Belanja APBD DKI Baru 54,39 Persen, Pramono Anung Ingatkan soal Penumpukan Anggaran

Realisasi Belanja APBD DKI Baru 54,39 Persen, Pramono Anung Ingatkan soal Penumpukan Anggaran

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:36 WIB

Mengapa Bagian Luar Samping Kulkas Terasa Sangat Panas saat Dicolokkan? Ini Penyebabnya

Mengapa Bagian Luar Samping Kulkas Terasa Sangat Panas saat Dicolokkan? Ini Penyebabnya

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:34 WIB

Indonesia Perkuat Kedaulatan AI Lewat 9 Inovasi Teknologi Buatan Anak Bangsa

Indonesia Perkuat Kedaulatan AI Lewat 9 Inovasi Teknologi Buatan Anak Bangsa

Tekno | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Google Peringatkan Potensi Gangguan Ekosistem Berita Jika LMK Diwajibkan

Google Peringatkan Potensi Gangguan Ekosistem Berita Jika LMK Diwajibkan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:32 WIB

KPK Ungkap Dugaan Keterlibatan TNI dalam Kasus BNPB, Minta Puspom Tindak Lanjuti

KPK Ungkap Dugaan Keterlibatan TNI dalam Kasus BNPB, Minta Puspom Tindak Lanjuti

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Sepatu Upper Knit Cocok untuk Apa? Ini Kelebihan dn Kekurangannya

Sepatu Upper Knit Cocok untuk Apa? Ini Kelebihan dn Kekurangannya

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Jujukan Bromo: Persinggahan Tak Terduga dengan View Elok dan Ramah Kantong

Jujukan Bromo: Persinggahan Tak Terduga dengan View Elok dan Ramah Kantong

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:30 WIB

×