Perusahaan Rusia Ungkap Detail Kesepakatan Nuklir dengan Indonesia, Pasokan Listrik Dijamin 60 Tahun

Galih Prasetyo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:47 WIB
Perusahaan Rusia Ungkap Detail Kesepakatan Nuklir dengan Indonesia, Pasokan Listrik Dijamin 60 Tahun
Suasana pembangunan kembali reaktor nuklir air berat di Kota Arak, Iran, Senin (23/12/2019) (Foto: Antara)
baca 10 detik
  • Perusahaan Rusia, Rosatom, merancang pasokan listrik PLTN terapung berdurasi enam puluh tahun untuk Indonesia.
  • Proyek strategis ini mencakup dua unit pembangkit terapung yang mengoperasikan total empat reaktor nuklir.
  • Alexey Likhachev menyatakan kerja sama ini merupakan perjanjian nuklir sistematis pertama Rosatom di Asia Tenggara.

Suara.com - Perusahaan energi nuklir Rusia, Rosatom, mengungkapkan bahwa kesepakatan pasokan listrik dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terapung untuk Indonesia dirancang mencakup seluruh siklus hidup pembangkit, yakni selama 60 tahun.

Kesepakatan ini menjadi langkah strategis Rusia untuk memperluas kerja sama energi nuklir di Asia Tenggara.

Direktur Jenderal Rosatom, Alexey Likhachev, menyampaikan detail tersebut kepada wartawan Rusia.

Likhachev menyebut kerja sama dengan Indonesia sebagai perjanjian nuklir sistematis pertama Rosatom di kawasan Asia Tenggara.

Menurut Likhachev, potensi pengembangan energi nuklir di Indonesia cukup besar seiring pertumbuhan penduduk, meningkatnya kebutuhan listrik, dan perkembangan industri.

Reaktor nuklir Triga 2000 Bandung. (BRIN)
Reaktor nuklir Triga 2000 Bandung. (BRIN)

“Jumlah penduduk, pertumbuhan konsumsi energi, dan perkembangan industri menunjukkan meningkatnya kebutuhan terhadap energi nuklir di Indonesia,” kata Likhachev dikutip dari strana-rosatom.

Likhachev juga menyoroti model kerja sama yang diterapkan dalam proyek tersebut. Menurut dia, kesepakatan ini memiliki karakteristik unik karena Rosatom akan memasok listrik kepada negara yang tidak berbatasan langsung dengan Rusia.

“Ini adalah kesepakatan penjualan listrik dengan negara yang tidak berbatasan dengan kami. Dengan kata lain, kami menjual listrik ke belahan dunia lain, secara kiasan,” ujarnya.

Ia menilai model tersebut berpotensi diterapkan kembali dalam proyek-proyek lain di masa depan. Rosatom memandang pendekatan ini sebagai solusi yang dapat memperluas peluang kerja sama energi nuklir lintas negara.

baca juga

Kesepakatan dengan Indonesia juga disebut mencakup aspek harga, volume pasokan listrik, dan jadwal pelaksanaan yang dinilai sesuai dengan kepentingan Rosatom.

“Kesepakatan ini sepenuhnya memenuhi harapan kami, baik dari sisi harga dan volume listrik maupun jangka waktunya,” kata Likhachev.

Dua PLTN Terapung dengan Empat Reaktor

Dalam penjelasannya, Likhachev menyebut proyek Indonesia direncanakan mencakup sedikitnya dua unit pembangkit listrik tenaga nuklir terapung yang akan mengoperasikan total empat reaktor.

Rencana tersebut melanjutkan kerja sama yang sebelumnya diumumkan Rosatom terkait penyediaan dua unit pembangkit terapung berkapasitas gabungan 200 megawatt untuk memasok listrik ke wilayah utara Pulau Halmahera, Maluku Utara.

Teknologi pembangkit terapung dinilai berpotensi mendukung penyediaan energi di wilayah kepulauan yang membutuhkan pasokan listrik andal.

Meski demikian, realisasi proyek tetap bergantung pada tahapan kontrak, persiapan teknis, serta pemenuhan ketentuan keselamatan nuklir.

Durasi kesepakatan hingga 60 tahun menunjukkan bahwa kerja sama ini dirancang untuk jangka panjang, bukan sekadar pembangunan fasilitas pembangkit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bunga KPR ke Depan Tak Naik, Alasan BI Tahan BI-Rate 5,75%

Bunga KPR ke Depan Tak Naik, Alasan BI Tahan BI-Rate 5,75%

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:35 WIB

Dua Reaktor Nuklir Terapung Bakal Dibangun di Maluku Utara, Malaysia Ketar-ketir

Dua Reaktor Nuklir Terapung Bakal Dibangun di Maluku Utara, Malaysia Ketar-ketir

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:26 WIB

Prancisi Dilanda Kerusuhan, Bagaimana Nasib Calvin Verdonk? Pelatih Buka Suara

Prancisi Dilanda Kerusuhan, Bagaimana Nasib Calvin Verdonk? Pelatih Buka Suara

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Pigai Pertanyakan Rapor Merah Amnesty untuk 2 Tahun Prabowo-Gibran: Aspek Apa yang Dinilai?

Pigai Pertanyakan Rapor Merah Amnesty untuk 2 Tahun Prabowo-Gibran: Aspek Apa yang Dinilai?

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:42 WIB

Nordberg Medical, Biotech Inovatif Asal Swedia Membawa Terobosan Proses Bioteknologi ke Indonesia

Nordberg Medical, Biotech Inovatif Asal Swedia Membawa Terobosan Proses Bioteknologi ke Indonesia

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:52 WIB

Mengapa Kekayaan Alam Tak Cukup untuk Membawa Indonesia Berlayar Mandiri?

Mengapa Kekayaan Alam Tak Cukup untuk Membawa Indonesia Berlayar Mandiri?

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Terkini

Warga Blitar Menjerit BBM Sulit, Polisi Malah Temukan 6.000 Liter Pertalite Mengendap di SPBU

Warga Blitar Menjerit BBM Sulit, Polisi Malah Temukan 6.000 Liter Pertalite Mengendap di SPBU

Jatim | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:46 WIB

Gubernur Rudy Mas'ud Lantik 9 Pejabat di Tengah Kontroversi Ajudan dan Singapura

Gubernur Rudy Mas'ud Lantik 9 Pejabat di Tengah Kontroversi Ajudan dan Singapura

Kaltim | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:45 WIB

Habis Kebakaran, Terbitlah Sawit: Skema Busuk Legalisasi Perusakan Alam

Habis Kebakaran, Terbitlah Sawit: Skema Busuk Legalisasi Perusakan Alam

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:45 WIB

Mahasiswa ISTP Diajak Memahami Praktik Tambang yang Bertanggung Jawab

Mahasiswa ISTP Diajak Memahami Praktik Tambang yang Bertanggung Jawab

Sumut | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:44 WIB

Sejumlah Siswa SMPN 2 Cisarua Bogor Diduga Keracunan Usai Konsumsi Susu MBG

Sejumlah Siswa SMPN 2 Cisarua Bogor Diduga Keracunan Usai Konsumsi Susu MBG

Bogor | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:44 WIB

BRI Perkuat Koneksi Investor Global dengan Peluang Investasi di Indonesia

BRI Perkuat Koneksi Investor Global dengan Peluang Investasi di Indonesia

Jabar | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:43 WIB

Yogyakarta Tak Kunjung Hujan, BMKG Ungkap Kondisi Terkini Kemarau DIY

Yogyakarta Tak Kunjung Hujan, BMKG Ungkap Kondisi Terkini Kemarau DIY

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:42 WIB

Perkuat Kemitraan Global, BRI Hubungkan Investor dengan Potensi Indonesia

Perkuat Kemitraan Global, BRI Hubungkan Investor dengan Potensi Indonesia

Jogja | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:40 WIB

Dubes Rusia Sambangi Tambang Emas Palu, Ada Apa?

Dubes Rusia Sambangi Tambang Emas Palu, Ada Apa?

Sulsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:39 WIB

Sindikat Judi Online Kamboja di Medan Dibongkar, 5 Orang Ditangkap

Sindikat Judi Online Kamboja di Medan Dibongkar, 5 Orang Ditangkap

Sumut | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:37 WIB

×