New York Times Sorot Krisis Ekonomi Mengancam Indonesia: Bom Waktu yang Terus Berdetak

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 22 Oktober 2026 | 14:14 WIB
New York Times Sorot Krisis Ekonomi Mengancam Indonesia: Bom Waktu yang Terus Berdetak
The New York Times
baca 10 detik
  • New York Times menyoroti ketidakselarasan klaim pertumbuhan ekonomi pemerintah Indonesia dengan kondisi riil masyarakat.

  • Angka pengangguran muda mencapai 17 persen serta populasi kelas menengah menyusut hingga 19 persen.

  • Peringatan MSCI dan kelemahan tata kelola ekonomi berpotensi memicu kerentanan sosial politik domestik.

Langkah pemerintah meluncurkan program populis berskala besar seperti makan gratis makin memperberat porsi belanja negara. Investor global pun mulai mempertanyakan tingkat transparansi pengelolaan dana abadi serta langkah nasionalisasi aset.

Penyempitan lapangan kerja yang semula berpusat di industri teknologi kini telah meluas ke berbagai sektor bisnis konvensional. Fenomena pengetatan anggaran rumah tangga bahkan melanda kelompok pekerja berpenghasilan menengah ke atas.

Cut Erika Ananda Fatimah (52), seorang dosen berpenghasilan Rp14 juta per bulan, mengaku harus memangkas habis pengeluaran gaya hidup demi bertahan.

“Saya berharap keadaan akan membaik dan kelas menengah bisa kembali merasakan adanya peluang untuk naik kelas,” katanya.

Laporan New York Times edisi 19 Oktober 2026 berjudul ‘A Ticking Time Bomb’: An Economic Crisis Looms in Indonesia menjadi pemantik perhatian internasional terhadap arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Publik dunia mulai menyoroti kontras antara klaim narasi resmi pemerintah dan indikator kemerosotan ekonomi di tingkat tapak.

Ekalasi ketegangan sosial di Indonesia tercatat meningkat seiring menyusutnya populasi kelas menengah dalam beberapa tahun terakhir. Puncaknya, gelombang protes besar sempat pecah pada Agustus 2025 yang dipicu oleh tingginya inflasi, pengangguran, serta insiden tewasnya pengemudi ojol akibat tindakan represif aparat.

Satu dekade lalu Indonesia sempat dipuji sebagai benteng ekonomi yang stabil di antara negara berkembang. Kini, akumulasi utang program populis, ancaman kejatuhan status investasi dari MSCI, dan lonjakan pengangguran muda menempatkan perekonomian nasional dalam posisi paling rawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Strategi Kemenkeu Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027

Strategi Kemenkeu Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:43 WIB

Kadin Sebut Pemerintah Terlalu Optimistis soal Target Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027

Kadin Sebut Pemerintah Terlalu Optimistis soal Target Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Airlangga Ungkap Kenapa Ekonomi Vietnam Tumbuh Cepat, Singgung RI Pernah Tolak Industri Elektronik

Airlangga Ungkap Kenapa Ekonomi Vietnam Tumbuh Cepat, Singgung RI Pernah Tolak Industri Elektronik

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:23 WIB

Terkini

3 Rekomendasi Kipas Angin Embun Misty Fan Termurah, Sejuk Tanpa Bikin Kantong Jebol

3 Rekomendasi Kipas Angin Embun Misty Fan Termurah, Sejuk Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 14:12 WIB

Road Show CustoMAXi Yamaha 2026 Resmi Ditutup di Pekanbaru

Road Show CustoMAXi Yamaha 2026 Resmi Ditutup di Pekanbaru

Otomotif | Kamis, 22 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Saatnya Berhenti Menilai Kecerdasan Anak Cuma dari Nilai Rapor

Saatnya Berhenti Menilai Kecerdasan Anak Cuma dari Nilai Rapor

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 14:00 WIB

WNI di Eropa Dimbau Menjauhi Kerusuhan Protes Pendidikan demi Keselamatan Diri

WNI di Eropa Dimbau Menjauhi Kerusuhan Protes Pendidikan demi Keselamatan Diri

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:57 WIB

Pesona Vivo V80 Lite 5G: Bawa Baterai 10.000 mAh dan Desain Ramping, Cek Spek Lengkap dan Harganya

Pesona Vivo V80 Lite 5G: Bawa Baterai 10.000 mAh dan Desain Ramping, Cek Spek Lengkap dan Harganya

Tekno | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:57 WIB

Bedak Tabur Azzura Bagus atau Tidak? Simak Review Pembeli

Bedak Tabur Azzura Bagus atau Tidak? Simak Review Pembeli

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:55 WIB

Usut KMP Batumandi Terbakar hingga Terbalik di Merak, Polisi Periksa Penumpang dan Sopir

Usut KMP Batumandi Terbakar hingga Terbalik di Merak, Polisi Periksa Penumpang dan Sopir

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Bacok Pemilik Toko Emas dan Anaknya di Jember, Perampok Bercelurit Nyaris Tabrak Pawai Santri

Bacok Pemilik Toko Emas dan Anaknya di Jember, Perampok Bercelurit Nyaris Tabrak Pawai Santri

Jatim | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:51 WIB

Sejarah Kelam Palembang Berdarah: Luka 1965 yang Tertinggal di Sungai Musi

Sejarah Kelam Palembang Berdarah: Luka 1965 yang Tertinggal di Sungai Musi

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Kekeringan Jateng Belum Usai, Purworejo Catat 172 Hari Tanpa Hujan

Kekeringan Jateng Belum Usai, Purworejo Catat 172 Hari Tanpa Hujan

Jawa Tengah | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:48 WIB

×