Strategi Kemenkeu Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027

Dicky Prastya

Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:43 WIB
Strategi Kemenkeu Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027
Direktur Strategi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Wahyu Utomo dalam diskusi publik bertajuk Outlook Ekonomi 2027 yang digelar di Lounge Katadata, Jakarta, Selasa (20/10/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Kemenkeu menyiapkan tiga strategi utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada tahun 2027.
  • Pemerintah menerapkan pendekatan pragmatis, transformatif, dan diplomatis guna menghindari pertumbuhan ekonomi yang stagnan di angka 5 persen.
  • Postur APBN 2027 dirancang ekspansif dan terukur dengan target defisit 2,4 persen untuk menjaga kestabilan ekonomi nasional.

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan strategi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 6 persen dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 mendatang.

Direktur Strategi APBN, Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kemenkeu, Wahyu Utomo menyatakan kalau Pemerintah menyiapkan tiga strategi utama yakni pendekatan pragmatis, transformatif, dan diplomatis.

Dia mengungkapkan, strategi komprehensif tersebut harus dijalankan agar Indonesia tidak terjebak pada angka pertumbuhan yang stagnan di 5 persen.

"Kita ingin tahun 2027 pertumbuhan tinggi, 6 persen. Di mana dong caranya, kan gitu? Defisitnya kecil tapi kok pertumbuhannya tinggi? Nah, ini kita menggunakan tiga pendekatan. Jadi untuk tumbuh tinggi tidak bisa dengan cara-cara biasa. Kalau dengan cara biasa, paling levelnya 5 persen," ujar Wahyu Utomo dalam diskusi publik Outlook Ekonomi 2027 di Kantor Katadata, Jakarta, dikutip Rabu (21/10/2026).

Wahyu menjelaskan, strategi pragmatis berfokus pada intervensi langsung di titik-titik strategis perekonomian yang memiliki kontribusi terkuat terhadap pertumbuhan.

Dari sisi pengeluaran misalnya, Pemerintah akan mengarahkan belanja negara agar terkoneksi langsung dengan konsumsi rumah tangga yang mendominasi sebesar 54 persen, serta investasi di angka 29 persen.

Lalu dari sisi produksi, insentif pajak atau belanja perpajakan (tax expenditure) akan difokuskan secara presisi pada sektor manufaktur yang menopang 19 persen pertumbuhan, ditambah sektor perdagangan dan pertanian.

Sementara secara spasial, akselerasi alokasi anggaran kementerian atau lembaga dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akan digenjot, terutama di Pulau Jawa yang saat ini menyumbang 57 persen perekonomian nasional.

"Itu fokusnya di sektor-sektor yang manufaktur, perdagangan, termasuk yang terkait dengan pertanian. Harapannya bisa juga dorong pertumbuhan," beber dia.

baca juga

Untuk strategi transformatif, Kemenkeu menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi. Wahyu menegaskan bahwa instrumen fiskal tidak bisa dibiarkan bekerja sendirian, melainkan harus dikolaborasikan dengan sektor moneter, sektor keuangan, hingga kehadiran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

"Danantara itu kita anggap sebagai two arms of the state, dua tangan negara yang digunakan untuk menjadi sumber pertumbuhan. Kemudian kita juga akan mengubah mindset, tidak mungkin suatu saat kita hanya mengandalkan konsumsi," beber dia.

Lebih jauh, Wahyu juga menekankan perlu adanya pengalihan dana kepada kebutuhan investasi yang berorientasi pada ekspor serta menekankan pada hilirasasi beragam sektor.

"Harusnya kuncinya shifting ke investasi, tapi yang berorientasi ekspor, menekankan pada hilirisasi dan industrialisasi. Nah transformatif ini intinya perlu kolaborasi, tidak bisa fiskal sendirian," ucap Wahyu.

Adapun strategi ketiga adalah pendekatan diplomatis yang bertujuan memperluas akses penetrasi pasar ke kancah global. Perekonomian saat ini kata dia, tidak lagi sekadar berbasis teritorial, melainkan ekonomi lintas batas cross-border economy.

Lewat diplomasi ekonomi, Pemerintah akan mengakselerasi masuknya investasi asing, memperluas cakupan perdagangan untuk mendongkrak ekspor, hingga membuka peluang penempatan tenaga kerja di luar negeri.

"Investasi bisa diakselerasi, perdagangan juga diperluas sehingga ekspor kita meningkat, tenaga kerja memberi peluang untuk kerja di luar negeri," ucap dia.

Namun, Wahyu mengingatkan bahwa ketiga strategi transformasi ekonomi tersebut mutlak membutuhkan faktor pendukung. Faktor tersebut meliputi iklim investasi yang kondusif, APBN yang sehat, birokrasi yang suportif, dan komitmen penyelenggaraan negara yang bebas dari korupsi.

Guna menopang seluruh visi tersebut, postur arsitektur APBN 2027 dirancang agar bersifat ekspansif namun tetap kolaboratif, terarah, dan terukur.

Proyeksi pendapatan negara ditargetkan sekitar Rp3.435 triliun dengan belanja negara mencapai Rp4.106 triliun, sehingga defisit tetap terjaga pada level aman 2,4 persen.

Melalui postur ini, pemerintah optimistis pertumbuhan 6 persen dan inflasi yang terkendali di level 2,9 persen dapat tercapai.

Selain itu, pemerintah menyiapkan jaring pengaman berupa perlindungan sosial sebesar Rp 539 triliun untuk menjaga daya beli masyarakat.

Anggaran ketahanan pangan juga disiapkan senilai Rp 195 triliun untuk stabilisasi harga, serta sektor kesehatan sebesar Rp 244 triliun demi memastikan masyarakat tetap sehat dan produktif.

"Mudah-mudahan dengan kebijakan ini tadi, harapannya pertumbuhan bisa tinggi, sejahtera lebih cepat," tukas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Perkuat Talenta AI dan Keamanan Siber untuk Dorong Ekonomi Digital

Indonesia Perkuat Talenta AI dan Keamanan Siber untuk Dorong Ekonomi Digital

Tekno | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:14 WIB

Apa yang Berubah dari Definisi Korupsi yang Diusulkan ke Prabowo?

Apa yang Berubah dari Definisi Korupsi yang Diusulkan ke Prabowo?

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Netflix Hingga Tencent Jajaki Produk Kreatif Indonesia di WCCE 2026

Netflix Hingga Tencent Jajaki Produk Kreatif Indonesia di WCCE 2026

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Pemerintah Bidik Target Devisa Sektor Pariwisata 24 Miliar Dolar AS di 2026, Setara Ekspor Sawit

Pemerintah Bidik Target Devisa Sektor Pariwisata 24 Miliar Dolar AS di 2026, Setara Ekspor Sawit

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:58 WIB

2 Juta WNI Doyan Berobat ke Luar Negeri, RI Kehilangan Potensi Devisa Rp 200 T

2 Juta WNI Doyan Berobat ke Luar Negeri, RI Kehilangan Potensi Devisa Rp 200 T

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Indonesia Bidik Resolusi PBB soal Ekonomi Kreatif Setelah SDGs 2030

Indonesia Bidik Resolusi PBB soal Ekonomi Kreatif Setelah SDGs 2030

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Terkini

Pigai Pertanyakan Rapor Merah Amnesty untuk 2 Tahun Prabowo-Gibran: Aspek Apa yang Dinilai?

Pigai Pertanyakan Rapor Merah Amnesty untuk 2 Tahun Prabowo-Gibran: Aspek Apa yang Dinilai?

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:42 WIB

Eks Pelatih Man United Bongkar Tabiat Buruk Cristiano Ronaldo: Tukang Provokasi

Eks Pelatih Man United Bongkar Tabiat Buruk Cristiano Ronaldo: Tukang Provokasi

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:38 WIB

BBPOM Bongkar Efek Ngeri Tramadol dan Trihexyphenidyl, Dorong Niat Memperkosa hingga Bunuh Diri

BBPOM Bongkar Efek Ngeri Tramadol dan Trihexyphenidyl, Dorong Niat Memperkosa hingga Bunuh Diri

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:36 WIB

Realisasi Belanja APBD DKI Baru 54,39 Persen, Pramono Anung Ingatkan soal Penumpukan Anggaran

Realisasi Belanja APBD DKI Baru 54,39 Persen, Pramono Anung Ingatkan soal Penumpukan Anggaran

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:36 WIB

Mengapa Bagian Luar Samping Kulkas Terasa Sangat Panas saat Dicolokkan? Ini Penyebabnya

Mengapa Bagian Luar Samping Kulkas Terasa Sangat Panas saat Dicolokkan? Ini Penyebabnya

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:34 WIB

Indonesia Perkuat Kedaulatan AI Lewat 9 Inovasi Teknologi Buatan Anak Bangsa

Indonesia Perkuat Kedaulatan AI Lewat 9 Inovasi Teknologi Buatan Anak Bangsa

Tekno | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Google Peringatkan Potensi Gangguan Ekosistem Berita Jika LMK Diwajibkan

Google Peringatkan Potensi Gangguan Ekosistem Berita Jika LMK Diwajibkan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:32 WIB

KPK Ungkap Dugaan Keterlibatan TNI dalam Kasus BNPB, Minta Puspom Tindak Lanjuti

KPK Ungkap Dugaan Keterlibatan TNI dalam Kasus BNPB, Minta Puspom Tindak Lanjuti

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Sepatu Upper Knit Cocok untuk Apa? Ini Kelebihan dn Kekurangannya

Sepatu Upper Knit Cocok untuk Apa? Ini Kelebihan dn Kekurangannya

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Jujukan Bromo: Persinggahan Tak Terduga dengan View Elok dan Ramah Kantong

Jujukan Bromo: Persinggahan Tak Terduga dengan View Elok dan Ramah Kantong

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:30 WIB

×