Buku Transformasi Kamar Kedua Parlemen Indonesia, Lalu Niqman Zahir Dorong Penguatan Demokrasi

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:09 WIB
Buku Transformasi Kamar Kedua Parlemen Indonesia, Lalu Niqman Zahir Dorong Penguatan Demokrasi
Peluncuran buku DPD RI di UI. (Dok. DPD RI)

Suara.com - Bagaimana memastikan suara masyarakat dari pelosok negeri tidak hanya berakhir sebagai catatan rapat, tetapi benar-benar memengaruhi kebijakan nasional? Kegelisahan inilah yang mendorong Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Jenderal DPD RI, Lalu Niqman Zahir, menawarkan gagasan pembaruan parlemen melalui buku Transformasi Kamar Kedua Parlemen Indonesia: Menuju Parlemen Teritorial Digital.

Gagasan tersebut mengemuka dalam forum bedah buku yang diselenggarakan Sekretariat Jenderal DPD RI bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), di Depok, Kamis (22/10/2026). 

Berangkat dari pengalaman lebih dari dua dekade di lingkungan DPD RI, Lalu Niqman memandang penguatan lembaga perwakilan daerah tidak cukup hanya melalui perluasan kewenangan, tetapi juga membutuhkan perubahan paradigma, mekanisme kerja, dan budaya organisasi.

Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Jenderal DPD RI, Lalu Niqman Zahir, menawarkan gagasan pembaruan parlemen melalui buku Transformasi Kamar Kedua Parlemen Indonesia: Menuju Parlemen Teritorial Digital, berfoto bersamaDekan FIA UI, Retno Kusumastuti Hardjono   (Dok. DPD RI)
Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Jenderal DPD RI, Lalu Niqman Zahir, menawarkan gagasan pembaruan parlemen melalui buku Transformasi Kamar Kedua Parlemen Indonesia: Menuju Parlemen Teritorial Digital, berfoto bersamaDekan FIA UI, Retno Kusumastuti Hardjono (Dok. DPD RI)

"Buku ini lahir dari sebuah kegelisahan intelektual, sekaligus pengalaman panjang saya di lingkungan birokrasi dan kelembagaan parlemen, khususnya Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia," ungkap Lalu Niqman.

Melalui konsep Digital Territorial Parliament atau Parlemen Teritorial Digital, Lalu Niqman menawarkan model representasi yang memadukan aspirasi masyarakat, data kewilayahan, dan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan, untuk memperkuat proses perumusan kebijakan nasional. Kantor DPD RI di daerah pun didorong menjadi pusat representasi dan analisis yang mampu menghubungkan persoalan masyarakat dengan pengambilan kebijakan di tingkat pusat.

"Transformasi yang dimaksud dalam buku ini bukan semata-mata digitalisasi prosedur atau modernisasi perangkat teknologi," tegas Lalu Niqman. Menurutnya, perubahan juga harus menyentuh budaya kerja, dari administratif menjadi analitis, reaktif menjadi proaktif, serta individual menjadi kolaboratif. Keberhasilan lembaga tidak lagi semata diukur dari banyaknya rapat dan sidang, tetapi dari kontribusinya terhadap penyelesaian persoalan daerah.

Pemikiran tersebut mendapat perhatian dari Dekan FIA UI, Retno Kusumastuti Hardjono. Menurutnya, kekuatan buku ini terletak pada cara pandangnya yang menempatkan manusia sebagai pusat transformasi digital, bukan sekadar kecanggihan teknologi. Organisasi dituntut semakin adaptif dan kolaboratif, dengan ukuran keberhasilan yang tercermin dari dampak nyata bagi lingkungan internal maupun masyarakat.

"Transformasi digital bukan hanya persoalan teknologi, tetapi harus berorientasi pada manusia dan masyarakat. Organisasi harus adaptif dan kolaboratif, serta mampu memberikan dampak bagi internal maupun eksternal," ujar Retno.

Sementara itu, Ketua Komite I DPD RI Andi Sofyan Hasdam menilai gagasan dalam buku tersebut relevan untuk memperkuat posisi DPD RI sebagai kamar kedua parlemen dalam sistem bikameral Indonesia. Di tengah keterbatasan kewenangan konstitusional, DPD RI tetap perlu mengembangkan cara kerja yang lebih modern agar suara daerah semakin diperhitungkan dalam pembangunan nasional.

baca juga

"Kita ingin setiap pembahasan undang-undang yang berkaitan dengan daerah, di situ pula DPD harus terlibat dan memberikan dampak," tegas Andi. Menurutnya, buku ini menawarkan pemikiran yang dapat mendorong DPD RI semakin berperan dalam pembentukan undang-undang dan pengawasan kebijakan yang menyangkut kepentingan daerah.

Perspektif lain disampaikan Presiden Institut Otonomi Daerah, Djohermansyah Djohan, yang menilai praktik bikameralisme Indonesia masih cenderung normatif. Ia melihat buku Lalu Niqman menghadirkan perspektif pendekatan baru agar DPD RI tidak hanya menjalankan fungsi formal, tetapi juga berperan lebih aktif dalam memperjuangkan kepentingan daerah.

"Tantangan utama DPD bukan hanya persoalan kewenangan konstitusional, tetapi juga identitas kelembagaan," ujar Djohermansyah. Ia berharap gagasan Parlemen Teritorial Digital dapat menjadi jalan menuju DPD RI sebagai National House of Regions atau rumah nasional bagi daerah-daerah di Indonesia.

Suasana talkshow bedah buku yang digelar Sekretariat Jenderal DPD RI bekerja sama dengan FIA UI. (Dok. DPD RI)
Suasana talkshow bedah buku yang digelar Sekretariat Jenderal DPD RI bekerja sama dengan FIA UI. (Dok. DPD RI)

Senada dengan itu, Guru Besar FIA UI Irfan Ridwan Maksum menyebut buku tersebut sebagai oase pemikiran di tengah kebutuhan pembaruan sistem kelembagaan di Indonesia. Menurutnya, penguatan DPD RI tidak seharusnya terus bergantung pada figur kepemimpinan, tetapi perlu ditopang oleh sistem ketatanegaraan yang kuat dan berkelanjutan. Transformasi tersebut diharapkan turut memperkuat pelaksanaan otonomi daerah.

Lalu Niqman menegaskan bahwa masa depan DPD RI tidak semata ditentukan oleh kewenangan yang diberikan konstitusi, tetapi juga oleh kapasitas organisasi dalam mengolah dan memperjuangkan kepentingan daerah.

"Saya percaya bahwa masa depan DPD RI tidak cukup hanya ditentukan oleh seberapa besar kewenangan yang diberikan konstitusi, tetapi ditentukan juga oleh seberapa kuat kapasitas kelembagaannya untuk mengubah aspirasi daerah menjadi pengetahuan, pengaruh, dan kebijakan nasional," ujar Lalu Niqman.

Diskusi yang dipandu Brigita Manohara tersebut memperlihatkan bahwa transformasi parlemen bukan hanya persoalan teknologi maupun struktur organisasi, tetapi juga menyangkut kemampuan membangun sistem representasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Buku ini membuka ruang pemikiran tentang masa depan DPD RI sebagai lembaga yang tidak sekadar mendengar aspirasi, tetapi mampu mengolahnya menjadi rekomendasi kebijakan yang berpengaruh bagi pembangunan nasional.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Pupuk Indonesia Transformasi Tata Kelola Pupuk demi Petani

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Pupuk Indonesia Transformasi Tata Kelola Pupuk demi Petani

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:07 WIB

TP Posyandu Pusat Perkuat Registrasi untuk Dukung Transformasi Posyandu di Kota Sorong

TP Posyandu Pusat Perkuat Registrasi untuk Dukung Transformasi Posyandu di Kota Sorong

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:12 WIB

22 Tahun DPD RI, Sultan Najamudin Tegaskan Kerja Lembaga Harus Berdampak Bagi Daerah

22 Tahun DPD RI, Sultan Najamudin Tegaskan Kerja Lembaga Harus Berdampak Bagi Daerah

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Komite IV DPD RI Tuntaskan Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota BPK RI

Komite IV DPD RI Tuntaskan Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota BPK RI

News | Selasa, 29 September 2026 | 14:44 WIB

Tim UI Perkuat Kader Posyandu Sitanala, 66 Balita Jalani Pemeriksaan Multidisiplin

Tim UI Perkuat Kader Posyandu Sitanala, 66 Balita Jalani Pemeriksaan Multidisiplin

News | Selasa, 22 September 2026 | 06:30 WIB

Kepercayaan dan Kolaborasi Jadi Fondasi Utama Dunia Kerja

Kepercayaan dan Kolaborasi Jadi Fondasi Utama Dunia Kerja

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:02 WIB

Terkini

Buku Transformasi Kamar Kedua Parlemen Indonesia, Lalu Niqman Zahir Dorong Penguatan Demokrasi

Buku Transformasi Kamar Kedua Parlemen Indonesia, Lalu Niqman Zahir Dorong Penguatan Demokrasi

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:09 WIB

Inovasi Media MUWAKIB: Cara Guru NU Pekalongan Bikin Belajar Bahasa Arab Jadi Seru

Inovasi Media MUWAKIB: Cara Guru NU Pekalongan Bikin Belajar Bahasa Arab Jadi Seru

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Bagaimana Cara Membersihkan Kerak Gosong di Teflon? Ini Tips Aman Tanpa Merusak Lapisan

Bagaimana Cara Membersihkan Kerak Gosong di Teflon? Ini Tips Aman Tanpa Merusak Lapisan

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Optimisme Bisnis Berlanjut, BRI Gelontorkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham Tahap II

Optimisme Bisnis Berlanjut, BRI Gelontorkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham Tahap II

Bogor | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:02 WIB

Tren Umrah Meningkat, Generasi Muda Kian Serius Menyiapkan Dana Ibadah

Tren Umrah Meningkat, Generasi Muda Kian Serius Menyiapkan Dana Ibadah

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Bukan Sitaan Kasus BGN! Motor Trail Terbengkalai di Lahan Kosong Bekasi Ternyata Proyek Kemhan

Bukan Sitaan Kasus BGN! Motor Trail Terbengkalai di Lahan Kosong Bekasi Ternyata Proyek Kemhan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:58 WIB

BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan

BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan

Bekaci | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Bidik Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Kembali Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun

Bidik Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Kembali Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun

Jakarta | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Krisis Pendangkalan Sungai Kapuas, Pemerintah Akali Jalur Distribusi BBM di Kalbar

Krisis Pendangkalan Sungai Kapuas, Pemerintah Akali Jalur Distribusi BBM di Kalbar

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:51 WIB

Perkuat Kepercayaan Investor, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun

Perkuat Kepercayaan Investor, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun

Jawa Tengah | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:46 WIB

×