Syed Saddiq Balas Kritik Muhammad Lutfi Soal Kabut Asap: Ini Bukan Perang Indonesia vs Malaysia

Galih Prasetyo

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:36 WIB
Syed Saddiq Balas Kritik Muhammad Lutfi Soal Kabut Asap: Ini Bukan Perang Indonesia vs Malaysia
Eks Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. [Antara]
baca 10 detik
  • Syed Saddiq membalas kritik Muhammad Lutfi pada Rabu (21/10) terkait usul boikot kabut asap ASEAN.
  • Ia menegaskan hukum harus menindak perusahaan pembakar hutan tanpa memandang negara asal perusahaan tersebut.
  • Syed Saddiq menyatakan luas lahan perkebunan tidak membuktikan keterlibatan perusahaan dalam kasus kebakaran hutan.

Suara.com - Anggota Parlemen Malaysia dari Muar, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, membalas kritik mantan Menteri Perdagangan Indonesia, Muhammad Lutfi, terkait usul agar ASEAN memboikot Indonesia akibat kabut asap lintas batas.

Syed Saddiq menegaskan persoalan kabut asap tidak seharusnya dipandang sebagai perselisihan antara Malaysia dan Indonesia.

Menurut dia, tindakan hukum harus diarahkan kepada perusahaan yang terbukti membakar hutan demi meraup keuntungan, tanpa memandang negara asal perusahaan tersebut.

"Ini bukan soal Malaysia melawan Indonesia. Bendera kita berbeda, tetapi ketika sesak napas, penderitaannya sama," kata Syed Saddiq melalui video yang diunggah di Instagram pada Rabu (21/10), seperti dikutip dari Sinar Harian.

Ia menegaskan tidak akan melindungi perusahaan pencemar lingkungan, termasuk jika pelakunya berasal dari Malaysia.

Syed Saddiq Syed Abdul Rahman [IG/syedsaddiq]
Syed Saddiq Syed Abdul Rahman [IG/syedsaddiq]

"Saya tidak akan menjadi pelindung pencemar meskipun pelakunya berasal dari negara saya sendiri," ujarnya.

Syed Saddiq sebelumnya mendapat kritik dari Muhammad Lutfi setelah mengusulkan langkah boikot terhadap pihak yang bertanggung jawab atas kabut asap. Lutfi menilai menyasar Indonesia secara keseluruhan bukan langkah yang tepat karena pihak yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan harus diidentifikasi terlebih dahulu.

Menanggapi kritik tersebut, Syed Saddiq menyampaikan tiga hal yang menurutnya perlu diperhatikan berdasarkan fakta dan data. Pertama, pemerintah Indonesia diminta segera menindak pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan demi keuntungan ekonomi.

Ia juga meminta Lutfi menyimak seluruh rekaman pidatonya di parlemen, bukan hanya potongan video yang beredar.

baca juga

"Di parlemen, saya sendiri sudah mendesak tindakan terhadap perusahaan Malaysia yang terlibat, jika ada. Tonton pidato lengkap saya, jangan memotong pidato sampai kebenarannya ikut terpotong," kata Syed Saddiq.

Menurut dia, perusahaan Malaysia, Indonesia, maupun Singapura harus diproses sesuai hukum Indonesia apabila terbukti melakukan pembakaran hutan di wilayah Indonesia.

"Jangan tindak berdasarkan benderanya, tetapi tindak pelakunya. Bendera bukan izin untuk merusak lingkungan," tegas mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia tersebut.

Poin kedua yang disampaikan Syed Saddiq berkaitan dengan perusahaan perkebunan Malaysia, SD Guthrie.

Ia menilai kepemilikan lahan perkebunan dalam skala besar tidak serta-merta membuktikan bahwa perusahaan tersebut menjadi penyebab kebakaran hutan.

Syed Saddiq mengatakan hingga saat itu belum ada bukti yang menunjukkan SD Guthrie sebagai pemicu kebakaran yang dimaksud.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Malaysia Minta Negara ASEAN Perketat Pengawasan Titik Panas Kebakaran Hutan Indonesia

Malaysia Minta Negara ASEAN Perketat Pengawasan Titik Panas Kebakaran Hutan Indonesia

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:47 WIB

Menteri Malaysia: Kami Berhak Menuntut Indonesia karena Kebakaran Hutan

Menteri Malaysia: Kami Berhak Menuntut Indonesia karena Kebakaran Hutan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Mantan Pejabat Bareskrim Dilaporkan Tipu Investasi Tambang Rp58,5 Miliar, Kini Disidik

Mantan Pejabat Bareskrim Dilaporkan Tipu Investasi Tambang Rp58,5 Miliar, Kini Disidik

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Curhat Warga Malaysia Tersiksa Dikirim Asap Kebakaran Hutan Indonesia: Kami Tidak Bisa Bernapas

Curhat Warga Malaysia Tersiksa Dikirim Asap Kebakaran Hutan Indonesia: Kami Tidak Bisa Bernapas

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:25 WIB

Kecelakaan Maut Dekat Kedubes Malaysia: Pikap Terguling, 1 Korban Tewas dan 5 Luka

Kecelakaan Maut Dekat Kedubes Malaysia: Pikap Terguling, 1 Korban Tewas dan 5 Luka

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:14 WIB

Anggota Parlemen Malaysia Sindir Kebakaran Hutan Pakai Bahasa Jawa, Colek Prabowo

Anggota Parlemen Malaysia Sindir Kebakaran Hutan Pakai Bahasa Jawa, Colek Prabowo

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:11 WIB

Terkini

Polisi Tangkap 2 Pria, Amankan Minibus Angkut Ribuan Liter Pertalite di Kuansing

Polisi Tangkap 2 Pria, Amankan Minibus Angkut Ribuan Liter Pertalite di Kuansing

Riau | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:37 WIB

Syed Saddiq Balas Kritik Muhammad Lutfi Soal Kabut Asap: Ini Bukan Perang Indonesia vs Malaysia

Syed Saddiq Balas Kritik Muhammad Lutfi Soal Kabut Asap: Ini Bukan Perang Indonesia vs Malaysia

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:36 WIB

DPR Akan Dibubarkan 26 Oktober 2026, KPU Malaysia Segera Gelar Pemilu

DPR Akan Dibubarkan 26 Oktober 2026, KPU Malaysia Segera Gelar Pemilu

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:34 WIB

Kejar Ekonomi 8%, Pemerintah Targetkan Kapasitas Data Center RI Naik ke 11 GW di 2030

Kejar Ekonomi 8%, Pemerintah Targetkan Kapasitas Data Center RI Naik ke 11 GW di 2030

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:29 WIB

MU Dibantai 1-4, Rooney Desak Carrick Berani Cadangkan Bruno Fernandes

MU Dibantai 1-4, Rooney Desak Carrick Berani Cadangkan Bruno Fernandes

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:28 WIB

Kemenkes RI Temukan Lebih dari 75 Ribu Balita Alami ISPA di Daerah Terdampak Karhutla

Kemenkes RI Temukan Lebih dari 75 Ribu Balita Alami ISPA di Daerah Terdampak Karhutla

Health | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Wujudkan Rumah Impian, BRI Hadirkan Promo KPR Bunga 0,31% di Ciputra World Surabaya

Wujudkan Rumah Impian, BRI Hadirkan Promo KPR Bunga 0,31% di Ciputra World Surabaya

Jatim | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:27 WIB

BI Mengakui Modal Asing Kabur dari Indonesia Imbas Peringatan MSCI

BI Mengakui Modal Asing Kabur dari Indonesia Imbas Peringatan MSCI

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:26 WIB

Badan Tidak Bergerak, tapi Lelah Luar Biasa? Hati-Hati, Kamu Korban Emotional Labor

Badan Tidak Bergerak, tapi Lelah Luar Biasa? Hati-Hati, Kamu Korban Emotional Labor

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:26 WIB

Hyundai Boyong 11 Bus Listrik County EV Jadi Transportasi Publik Bali

Hyundai Boyong 11 Bus Listrik County EV Jadi Transportasi Publik Bali

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:25 WIB

×