Ketamin 1,16 Ton Digagalkan di Sumut, Analis Desak Polisi Bongkar Jaringan Besar

Vania Rossa

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:40 WIB
Ketamin 1,16 Ton Digagalkan di Sumut, Analis Desak Polisi Bongkar Jaringan Besar
Analis intelijen Ngasiman Djoyonegoro. (ANTARA)
baca 10 detik
  • Polri dan lembaga terkait menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin menggunakan kapal di perairan Tanjung Balai Asahan.
  • Petugas mengamankan delapan awak kapal serta puluhan karung ketamin dalam operasi gabungan di Sumatera Utara tersebut.
  • Aparat didorong menelusuri jaringan lintas negara, aliran dana, dan pengendali operasi penyelundupan narkotika secara menyeluruh.

Suara.com - Pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamin di perairan Sumatera Utara (Sumut) dinilai perlu menjadi pintu masuk bagi aparat untuk membongkar jaringan narkotika lintas negara yang lebih luas. Penelusuran tidak cukup berhenti pada penangkapan awak kapal, tetapi juga harus menyasar pemasok, pemesan, hingga pengendali operasi.

Analis intelijen dan keamanan Ngasiman Djoyonegoro mengapresiasi keberhasilan Polri bersama sejumlah lembaga terkait menggagalkan penyelundupan ketamin menggunakan kapal MT Global 168 di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.

Simon, sapaan akrab Ngasiman, menilai pengungkapan tersebut menunjukkan kemampuan aparat dalam mendeteksi ancaman maritim dan mengoordinasikan penindakan terhadap kejahatan transnasional.

“Di tengah ancaman kejahatan lintas negara yang semakin kompleks, Polri bersama lembaga terkait menunjukkan kemampuan mendeteksi ancaman dan melakukan penindakan secara terpadu,” katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (23/10/2026), dikutip dari ANTARA.

Meski mengapresiasi keberhasilan tersebut, Simon mengingatkan pentingnya pendalaman penyidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang berada di balik pengiriman ketamin dalam jumlah besar itu.

Menurut dia, modus pemindahan muatan antarkapal atau ship-to-ship di Laut Andaman, disertai pergantian nama kapal, mengindikasikan pola operasi yang perlu ditelusuri lebih jauh.

“Penyidikan perlu menelusuri asal muatan, pengendali perjalanan kapal, dan penerima akhir barang untuk mengungkap struktur jaringan secara utuh,” ujarnya.

Diduga Memiliki Kemiripan dengan Kasus Narkotika di Anambas

Simon menilai terdapat kemungkinan kemiripan modus penyelundupan ketamin tersebut dengan perkara kapal MV Fuchangxing 1 yang melibatkan 800 kilogram narkotika di perairan Anambas.

baca juga

Namun, kemungkinan keterkaitan kedua perkara itu masih perlu dibuktikan melalui penyidikan. Jika ditemukan hubungan, informasi tersebut dapat membantu aparat memetakan jaringan penyelundupan yang lebih luas sekaligus mencegah kejahatan serupa terulang.

Ia juga mendorong aparat menelusuri aliran dana, sumber pasokan, pihak pemesan, pemilik manfaat, serta pihak yang mengendalikan operasi. Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui struktur jaringan dan mengidentifikasi pihak yang memperoleh keuntungan dari penyelundupan.

Selain itu, informasi mengenai kapal berbendera Mongolia yang terdaftar atas nama perusahaan Malaysia perlu didalami melalui pemeriksaan dokumen dan hubungan operasionalnya.

Pengawasan Maritim Perlu Diperkuat

Lebih lanjut, Simon mengingatkan posisi strategis Selat Malaka dan perairan sekitarnya membuat Indonesia membutuhkan pengawasan maritim yang mampu mengantisipasi perubahan modus penyelundupan.

Menurut dia, pengawasan dapat diperkuat melalui pemanfaatan data pelayaran, analisis pergerakan kapal, serta pertukaran informasi dengan otoritas internasional. Pendekatan berbasis data tersebut penting untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan tanpa mengganggu pelayaran yang sah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selundupkan 1,16 Ton Ketamin di Kapal Tanker, Seorang WN Taiwan Jadi Tersangka

Selundupkan 1,16 Ton Ketamin di Kapal Tanker, Seorang WN Taiwan Jadi Tersangka

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:22 WIB

Kapal Pengangkut 1,16 Ton Ketamine di Belawan Sudah Dipantau Aparat Sejak Agustus

Kapal Pengangkut 1,16 Ton Ketamine di Belawan Sudah Dipantau Aparat Sejak Agustus

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Ungkap 1,16 Ton Narkoba Cair, Jenderal Suyudi Buka Suara Soal Rangkap Jabatan Kapolri dan Kepala BNN

Ungkap 1,16 Ton Narkoba Cair, Jenderal Suyudi Buka Suara Soal Rangkap Jabatan Kapolri dan Kepala BNN

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Terkini

Buntut Demo Tuntut Prabowo-Gibran Lengser di Grahadi: Mahasiswa Pembawa Knuckle Tersangka

Buntut Demo Tuntut Prabowo-Gibran Lengser di Grahadi: Mahasiswa Pembawa Knuckle Tersangka

Jatim | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Giliran Serbia Diguncang Demo Besar: 150 Ribu Orang Turun ke Jalan Gulingkan Rezim Vucic

Giliran Serbia Diguncang Demo Besar: 150 Ribu Orang Turun ke Jalan Gulingkan Rezim Vucic

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:34 WIB

TP PKK, TP Posyandu, dan Dekranas Perkuat Sinergi Dukung Program Pemerintah Daerah

TP PKK, TP Posyandu, dan Dekranas Perkuat Sinergi Dukung Program Pemerintah Daerah

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:33 WIB

The Roundup: Punishment, Kejahatan Makin Canggih dan Hukum Tak Boleh Kalah!

The Roundup: Punishment, Kejahatan Makin Canggih dan Hukum Tak Boleh Kalah!

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Sedekah Energi Tenaga Surya untuk Sumatera Utara, Kolaborasi Al Washliyah-Green Justice Indonesia

Sedekah Energi Tenaga Surya untuk Sumatera Utara, Kolaborasi Al Washliyah-Green Justice Indonesia

Sumut | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:26 WIB

Kongkalikong Kepala Unit, Mantri, hingga Perangkat Desa Bobol Bank BUMN di Kepanjen Rp2,7 Miliar

Kongkalikong Kepala Unit, Mantri, hingga Perangkat Desa Bobol Bank BUMN di Kepanjen Rp2,7 Miliar

Malang | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Melemah, Rupiah Masih Huni di Level Rp18.080

Melemah, Rupiah Masih Huni di Level Rp18.080

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara

Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:24 WIB

Demo Besar 24 Oktober di Prancis: Walkot Paris Perintahkan Polisi Biarkan Penjarah

Demo Besar 24 Oktober di Prancis: Walkot Paris Perintahkan Polisi Biarkan Penjarah

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:24 WIB

Begini Cara Kredit Motor Baru Tanpa DP Besar

Begini Cara Kredit Motor Baru Tanpa DP Besar

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:23 WIB

×