Ekonomi RI Tumbuh 5,45 Persen, Pemerintah Siapkan Bansos dan Stimulus Nataru

Bella

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:04 WIB
Ekonomi RI Tumbuh 5,45 Persen, Pemerintah Siapkan Bansos dan Stimulus Nataru
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. [Dok. Kemenko Perekonomian]
baca 10 detik
  • Menko Airlangga melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45 persen di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 21/10.
  • Pemerintah menyiapkan stimulus akhir 2026 berupa bantuan beras, subsidi upah, dan diskon transportasi untuk menjaga daya beli.
  • Pemerintah berencana melanjutkan program magang, PPh ditanggung pemerintah, dan fasilitas perumahan pada Januari 2027 mendatang.

Suara.com - Pemerintah menyiapkan serangkaian stimulus ekonomi hingga akhir 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah upaya mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional. Paket bantuan tersebut mencakup bantuan beras, subsidi upah, hingga diskon transportasi selama Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen. Angka tersebut diklaim melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi global dan menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan ASEAN.

“Ekonomi dan stabilitas sektor riil, ini ekonomi kita terus tumbuh di atas 5 persen, yaitu 5,45 persen, di mana ini lebih tinggi dari global rata-rata yang 3 persen dan kita di sini tertinggi di G20 Pak Presiden, dan juga salah satu yang tertinggi di ASEAN,” ujar Menko Airlangga dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10), sebagaimana keterangan yang diterima, Jumat.

Airlangga menyebut sejumlah indikator turut menunjukkan kondisi ekonomi yang positif. Indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur naik menjadi 52,4, sementara surplus perdagangan tercatat 7,25.

Dari sisi konsumsi, indeks kepercayaan konsumen berada di level 118,1. Tingkat pengangguran disebut mencapai 4,65 persen, sedangkan rasio gini membaik menjadi 0,368.

"Kemudian surplus dagang kita juga positif 7,25, dari segi konsumen positif 118,1, pengangguran sejak 94 ini pengangguran terendah Pak Presiden, 4,65 persen, dan rasio gini juga terus membaik 0,368," imbuhnya.

Bantuan Beras untuk 33,24 Juta Keluarga

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2026, pemerintah menyiapkan sejumlah program bantuan dan stimulus yang diarahkan untuk mempertahankan konsumsi rumah tangga.

Program tersebut meliputi bantuan pangan berupa beras 10 kilogram per bulan bagi 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM), dengan anggaran Rp17,54 triliun.

Pemerintah juga menyiapkan bantuan subsidi upah sebesar Rp300 ribu untuk tiga bulan bagi 13,3 juta pekerja. Penyalurannya direncanakan sekaligus pada November–Desember, dengan anggaran Rp11,97 triliun.

baca juga

Selain itu, terdapat program satu orang satu rekening yang dialokasikan anggaran Rp1,28 triliun.

"Program satu orang satu rekening ini dijalankan di kuartal keempat, anggarannya Rp1,28 triliun, kemudian bantuan pangan beras, 10 kilogram per bulan untuk 33,24 juta KPM, ini anggarannya Rp17,54 (triliun), kemudian bantuan subsidi upah 300 ribu untuk tiga bulan, sekaligus nanti di November-Desember, nah ini diberikan kepada 13,3 juta pekerja, anggarannya Rp11,97 (triliun)," kata dia.

Tiket Nataru Didiskon 30 Persen

Pemerintah juga menyiapkan stimulus transportasi untuk periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Paket ini mencakup diskon tiket sebesar 30 persen, potongan harga layanan kapal, tarif khusus jasa kepelabuhanan, serta pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah untuk perjalanan udara domestik.

Airlangga memperkirakan stimulus tersebut akan menjangkau sekitar 6,6 juta masyarakat dengan anggaran Rp883,4 miliar.

“Kemudian Stimulus Nataru, ini sudah disepakati diskon 30 persen daripada tiket, kemudian 30 persen juga untuk kapal, kemudian jasa kepelabuhan juga diberikan spesial harga dari ASDP, kemudian juga PPN ditanggung pemerintah untuk perjalanan udara di dalam negeri," kata Airlangga.

"Jadi ini program yang sebetulnya program yang ini sudah disetujui di bulan pertengahan tahun ini, efeknya kepada 6,6 juta dan biayanya sekitar 883,4 miliar," lanjutnya.

Pemerintah Siapkan Program Ekonomi 2027

Selain stimulus akhir tahun, pemerintah merencanakan kelanjutan sejumlah program mulai Januari 2027. Program magang nasional ditargetkan menjangkau 150.000 peserta, sedangkan program vokasi nasional dilanjutkan untuk 300.000 peserta.

Pemerintah juga merencanakan fasilitas PPh ditanggung pemerintah bagi pekerja bergaji maksimal Rp10 juta di seluruh sektor. Selain itu, pemerintah akan mengevaluasi kenaikan batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP), yang saat ini sebesar Rp54 juta, dengan mempertimbangkan inflasi dan upah minimum.

"Untuk program tahun depan yang diharapkan ini bisa dimulai di bulan Januari, yaitu magang nasional dilanjutkan 150.000 peserta, kemudian juga vokasi nasional ini juga dilanjutkan untuk 300.000 peserta, kemudian PPH ditanggung pemerintah untuk pekerja dengan gaji maksimal 10 juta, itu juga untuk seluruh sektor, kemudian evaluasi mengenai peningkatan batas PTKP yang sekarang 54 juta, tentu mempertimbangkan inflasi dan upah minimum," ucapnya.

Di sektor perumahan, pemerintah berencana melanjutkan fasilitas PPN ditanggung pemerintah untuk rumah dengan harga di atas Rp2 miliar hingga maksimal Rp5 miliar.

Pemerintah juga menyiapkan relaksasi iuran Jaminan Kehilangan Pekerjaan dan Jaminan Kematian, tambahan manfaat jaminan ketenagakerjaan, serta dukungan terhadap KPR bersubsidi.

Sementara itu, sektor industri perhiasan akan mendapat perhatian melalui rencana penyesuaian standar kadar emas dari 99,99 persen menjadi 99,9 persen.

“Kemudian PPN ditanggung pemerintah juga dilanjutkan untuk rumah di atas Rp2 miliar dan maksimum Rp5 miliar, relaksasi iuran dari jaminan kehilangan kerja dan jaminan kematian, kemudian tambahan manfaat jaminan kerja dan KPR bersubsidi dan MBT, plus untuk sektor perhiasan, perubahan daripada standar yang sementara ini bebas emas 99,99 persen, ini sebetulnya standar industri nya seharusnya 99,9 persen,” pungkasnya.

Defisit APBN Diklaim Tetap Terkendali

Di tengah berbagai program stimulus tersebut, Airlangga menyatakan pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal dan stabilitas sistem keuangan. Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dilaporkan sebesar 1,24 persen dan masih sesuai dengan rencana.

Dari sisi moneter, suku bunga acuan Bank Indonesia dipertahankan pada level 5,75 persen. Imbal hasil surat berharga negara tenor 10 tahun tercatat 7,21 persen.

Airlangga juga melaporkan cadangan devisa sebesar 146,3 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor. Kredit perbankan tumbuh 13,65 persen, dana pihak ketiga meningkat 10,94 persen, rasio permodalan perbankan mencapai 24,10 persen, dan rasio kredit bermasalah berada di level 2,11 persen.

"Yield daripada surat berharga untuk 10 tahun di 7,21 persen, cadangan devisa masih cukup membiayai 6,5 bulan impor, yaitu 146,3 bilion, kredit bank tumbuh 'double digit', 13,65 persen, dana dari masyarakat 10,94, modal perbankan juga solid Pak Presiden, 24,10, dan kredit macet 2,11 persen, relatif kecil," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update BSU Kemnaker 2026, Cek Skema Penyaluran dan Sasaran Utama

Update BSU Kemnaker 2026, Cek Skema Penyaluran dan Sasaran Utama

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Wantimpres Diisi Banyak Tokoh Nasional, Prabowo Beri Sanjungan: Ngeri

Wantimpres Diisi Banyak Tokoh Nasional, Prabowo Beri Sanjungan: Ngeri

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:19 WIB

Prabowo Tegaskan Tak Akan Buka Hutan Primer demi Kejar Target Pangan

Prabowo Tegaskan Tak Akan Buka Hutan Primer demi Kejar Target Pangan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Prabowo Akui MBG Masih Banyak Kekurangan, Instruksikan Bersih-bersih Total

Prabowo Akui MBG Masih Banyak Kekurangan, Instruksikan Bersih-bersih Total

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:54 WIB

Prabowo Sering Dapat Laporan Ekonomi RI Baik-baik Saja, Purbaya: Pejabat Lapor Asal Bapak Senang

Prabowo Sering Dapat Laporan Ekonomi RI Baik-baik Saja, Purbaya: Pejabat Lapor Asal Bapak Senang

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:39 WIB

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Kode Kerlingan Mata Teddy ke Prabowo di Podium: Gue Ini Presiden, Ted...

Kode Kerlingan Mata Teddy ke Prabowo di Podium: Gue Ini Presiden, Ted...

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Klaim Swasembada Bukan Omon-Omon, Andre Rosiade Tantang Pengkritik Cek Gudang Bulog

Klaim Swasembada Bukan Omon-Omon, Andre Rosiade Tantang Pengkritik Cek Gudang Bulog

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:57 WIB

Prabowo Bentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa

Prabowo Bentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:14 WIB

Terkini

Update BSU Kemnaker 2026, Cek Skema Penyaluran dan Sasaran Utama

Update BSU Kemnaker 2026, Cek Skema Penyaluran dan Sasaran Utama

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Chandra Satria Garap Trilogi Video Musik Dan Bola Esok, Rangkai Tiga Karya Jadi Satu Cerita

Chandra Satria Garap Trilogi Video Musik Dan Bola Esok, Rangkai Tiga Karya Jadi Satu Cerita

Entertainment | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Respons Instruksi Prabowo, DPR Buka Peluang 'Terorisme Ekologi' Masuk RUU Kehutanan

Respons Instruksi Prabowo, DPR Buka Peluang 'Terorisme Ekologi' Masuk RUU Kehutanan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Daftar Hitungan Weton Jodoh Paling Ciong

Daftar Hitungan Weton Jodoh Paling Ciong

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Solusi Hemat dan Aman Pengelolaan Armada Bisnis via Telematika Geotab

Solusi Hemat dan Aman Pengelolaan Armada Bisnis via Telematika Geotab

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:53 WIB

BRI Kembali Ikut Program Magang, Beri Kesempatan Fresh Graduate di Industri Perbankan

BRI Kembali Ikut Program Magang, Beri Kesempatan Fresh Graduate di Industri Perbankan

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:52 WIB

Nama Rektor Dicatut Kasus Penipuan Mahasiswa Baru, UI Lapor ke Polda Jateng

Nama Rektor Dicatut Kasus Penipuan Mahasiswa Baru, UI Lapor ke Polda Jateng

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:52 WIB

Downgrade dari Innova Reborn? Ini Rekomendasi Mobil Keluarga Murah di Bawah 200 Juta Terbaik

Downgrade dari Innova Reborn? Ini Rekomendasi Mobil Keluarga Murah di Bawah 200 Juta Terbaik

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Review The Childe: Film Aksi Menegangkan dengan Akhir yang Tak Terduga

Review The Childe: Film Aksi Menegangkan dengan Akhir yang Tak Terduga

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:50 WIB

BRI Prioritas dan BRI Private Hadirkan Program Member Get Member dengan Apresiasi Menarik

BRI Prioritas dan BRI Private Hadirkan Program Member Get Member dengan Apresiasi Menarik

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:47 WIB

×