- Transjakarta menyediakan layanan bus gratis bagi peserta Jakarta Running Festival 2026 pada tanggal 24 hingga 25 Oktober 2026.
- Kebijakan ini didasarkan pada Surat Keputusan Dinas Perhubungan DKI Jakarta Nomor e-0233 Tahun 2026 demi mendukung kelancaran acara maraton.
- Transjakarta memberlakukan penyesuaian jam operasional serta pengalihan sejumlah rute bus secara temporer selama dua hari pelaksanaan kegiatan.
Suara.com - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan penyesuaian rute operasional sekaligus menyediakan layanan bus gratis bagi peserta Jakarta Running Festival (JRF) 2026 pada Sabtu dan Minggu, 24–25 Oktober 2026.
Kebijakan ini diterapkan untuk mendukung kelancaran gelaran maraton tahunan tersebut serta memastikan mobilitas masyarakat umum di Jakarta tetap terakomodasi.
Peserta lomba cukup menunjukkan nomor dada atau BIB kepada petugas di halte maupun di dalam bus untuk menikmati layanan Transjakarta secara gratis.
Fasilitas bebas biaya bagi pelari ini mengacu pada Surat Keputusan Dinas Perhubungan DKI Jakarta Nomor e-0233 Tahun 2026.
"Transjakarta mendukung kegiatan positif untuk warga Jakarta. Melalui penyediaan akses layanan gratis bagi peserta lari, kami berharap para peserta dapat bermobilitas menuju dan dari lokasi acara dengan lebih mudah, nyaman, dan ramah lingkungan. Kami juga mengimbau pelanggan umum untuk mencermati penyesuaian rute temporer yang kami berlakukan selama dua hari pelaksanaan event," ujar Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).
Pada Sabtu, 24 Oktober 2026, penyesuaian jam operasional diberlakukan pada rute 1B, 1F, 1P, 6A, 6B, 8N, 9C, dan 9D yang baru mulai beroperasi pukul 09.00 WIB.
Mulai pukul 03.00 hingga 09.00 WIB pada Sabtu, Koridor 1 dialihkan melalui Koridor 13 dan Koridor 9 lewat Tol Dalam Kota tanpa melayani rute Monas hingga ASEAN. Sementara itu, Koridor 9 dialihkan melintasi jalan tol tanpa singgah di halte antara Simpang Kuningan dan Petamburan.
Pada pukul 05.00 hingga 09.00 WIB di hari yang sama, modifikasi lintasan diterapkan pada rute 1W, 3F, 4C, 6D, 6M, 6V, 9A, dan 10H. Sejumlah halte di sekitar Senayan, Sudirman, dan Gatot Subroto tidak dilayani.
Dua rute perbatasan, yakni S61 (Alam Sutera–Blok M) dan T31 (PIK 2–Blok M), turut dipersingkat hingga Halte Kemanggisan. Sementara itu, rute SH2 menuju Bandara Soekarno-Hatta dialihkan melalui Koridor 13 dan jalan tol.
Memasuki Minggu, 25 Oktober 2026, sebanyak 20 rute bus kota, yakni 1B, 1F, 1H, 1P, 1R, 2Q, 3F, 4C, 4D, 6A, 6B, 6C, 6K, 6M, 6V, 8N, 9C, 9D, 9E, dan 10H, mengalami penundaan jam operasional hingga pukul 10.00 WIB.
Pengalihan rute pada Minggu pagi, mulai pukul 02.30 hingga 10.00 WIB, menyasar sejumlah koridor utama. Koridor 1 dialihkan melalui jalan tol, Koridor 2 tidak melayani Monas dan Balai Kota, Koridor 3 dialihkan melalui Pecenongan dan Juanda, Koridor 6 melewati kawasan Kuningan, sedangkan Koridor 9 dialihkan melalui jalan bebas hambatan.
Pada pukul 05.00 hingga 10.00 WIB di hari Minggu, modifikasi jalur juga diterapkan pada rute 1A, 2A, 5C, 5M, 6D, 6H, 7F, 9A, 13E, 14A, dan Shuttle 51ST yang dialihkan dari kawasan terdampak rute lari.
Layanan bus perbatasan S61 dan T31 pada Minggu kembali dipangkas hingga Kemanggisan. Rute bandara SH2 dialihkan melalui jalan tol, sedangkan rute 1W tidak melayani halte dari Petamburan menuju Blok M.
Seluruh rute Transjakarta dipastikan kembali beroperasi normal setelah rangkaian Jakarta Running Festival 2026 selesai.
Pelanggan Transjakarta dapat memantau informasi terbaru mengenai rute melalui aplikasi maupun kanal media sosial resmi perseroan.