- Gubernur Pramono memerintahkan BPBD untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca pada 22-23 Oktober 2026.
- Langkah taktis tersebut diambil di Balai Kota pada Rabu untuk mengatasi buruknya kualitas udara menjelang Jakarta Running Festival.
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya menjamin kesehatan, keamanan, serta kenyamanan puluhan ribu peserta ajang lari tersebut.
Suara.com - Kualitas udara yang kian memburuk memicu keresahan para pegiat lari menjelang perhelatan Jakarta Running Festival (JRF) akhir pekan ini.
Di media sosial, sejumlah calon peserta bahkan mengaku ikhlas apabila ajang lari akbar tersebut dibatalkan demi menjaga kesehatan tubuh mereka.
Merespons kegundahan publik, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung langsung mengambil langkah taktis untuk membersihkan langit ibu kota.
Pramono menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk segera melangsungkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
![Pemprov DKI Jakarta melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Kamis (15/1/2026). [Dok. Pemprov DKI Jakarta]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/15/25628-operasi-modifikasi-cuaca.jpg)
"Saya sudah memerintahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk melakukan OMC pada tanggal 22–23 (Oktober). Sebenarnya kalau hari ini bisa, mulai hari ini," ujarnya saat memberikan keterangan pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Penyemaian garam di udara tentunya akan sangat bergantung pada ketersediaan bibit awan potensial di atas wilayah Jakarta.
Eks Sekretaris Kabinet itu sangat berharap, masalah minimnya awan yang sempat jadi kendala di beberapa operasi modifikasi cuaca sebelumnya tidak terjadi lagi.
"Mudah-mudahan awannya juga memenuhi itu," tuturnya.
Melalui ikhtiar ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berupaya menjamin keamanan serta kenyamanan puluhan ribu pelari yang akan melintasi jalanan Jakarta.
"Jadi mudah-mudahan sebelum pelaksanaan Jakarta Running Festival, Jakarta sudah lebih sejuk lah," ucap Pramono.
Kesiapsiagaan intervensi cuaca ini akan terus bergulir hingga hari penyelenggaraan agenda olahraga tersebut.