Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Dwi Bowo Raharjo

Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB
Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Polda Jawa Tengah menggeledah Rumah Tahfiz Quran di Sukoharjo terkait penyelidikan kasus perusakan warung pada November 2026.
  • Penggeledahan tersebut menuai sorotan tajam karena terdapat perbedaan keterangan mencolok mengenai dugaan intimidasi terhadap para santriwati.
  • Abdullah selaku Anggota Komisi III DPR RI mendesak pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta independen secara transparan.

Suara.com - Aksi penggeledahan yang dilakukan jajaran Polda Jawa Tengah di Rumah Tahfiz Quran (RTQ) Hamalatul Quran, Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, terus menuai sorotan tajam.

Pasalnya, ada jurang perbedaan keterangan yang begitu mencolok antara versi kepolisian dan pihak pesantren, terutama terkait dugaan intimidasi terhadap para santriwati.

Pihak pesantren membeberkan kronologi mencekam saat aparat merangsek masuk: mendobrak pintu, menodongkan senjata api, membentak santri yang masih di bawah umur, hingga menggeledah kamar saat para santriwati belum sempat menutup aurat.

Sebaliknya, kepolisian berkukuh bahwa tindakan mereka telah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan mengantongi izin resmi dari pengadilan.

Penggeledahan polisi di hotel [Welly JS/Suara.com]
Ilustrasi polisi melakukan penggeledahan. [Welly JS/Suara.com]

Merespons sengkarut fakta yang belum terurai ini, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah, angkat bicara. Ia menegaskan persoalan ini tidak boleh dibiarkan menguap begitu saja tanpa kejelasan.

Demi membuka tabir kebenaran, pria yang akrab disapa Abduh ini mendesak agar segera dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen.

"Saya mendesak pembentukan TGPF independen agar persoalan ini bisa terang-benderang. Keterangan pihak pesantren maupun kepolisian harus diuji dan dibuktikan oleh lembaga independen yang tidak memiliki konflik kepentingan dengan kedua pihak," ujar Abduh, sapaan akrab Abdullah, Minggu (1/11/2026).

Gandeng Komnas HAM hingga KPAI

Menurut Abduh, TGPF independen tersebut harus diisi oleh gabungan institusi lintas sektor yang memiliki mandat pengawasan dan perlindungan warga.

baca juga

Ia mendorong pelibatan Komnas HAM, KPAI, UPTD PPA, Ombudsman, hingga Kompolnas, lengkap dengan pakar hukum serta pemerhati perlindungan anak.

Sinergi antarlembaga ini dinilai krusial agar pengujian fakta berjalan objektif dan proporsional sesuai koridor kewenangan masing-masing.

Di samping itu, Abduh turut menyoroti langkah cepat Divisi Propam Mabes Polri yang telah menyambangi lokasi untuk mengecek aduan pihak RTQ Hamalatul Quran.

Meski mengapresiasi gerak cepat internal korps Bhayangkara tersebut, ia mewanti-wanti agar pengusutan etik tidak hanya sekadar formalitas mengumpulkan keterangan.

"Tentu kita menghargai langkah Propam yang sudah turun tangan. Tetapi, jangan berhenti di situ. Pemeriksaan harus dilakukan sampai tuntas, disampaikan perkembangannya kepada publik, dan ditindaklanjuti jika ditemukan pelanggaran. Kita juga membutuhkan pemeriksaan independen agar seluruh fakta bisa diuji secara objektif," tegas Abduh.

Hasil Investigasi Tak Boleh Sekadar Jadi Macan Kertas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Kemenag Tegaskan Ponpes Hamalatul Quran di Karanganyar dan Sukoharjo Belum Kantongi Izin Resmi

Kemenag Tegaskan Ponpes Hamalatul Quran di Karanganyar dan Sukoharjo Belum Kantongi Izin Resmi

News | Minggu, 01 November 2026 | 20:51 WIB

Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Tuai Kritik, Propam Turun Tangan

Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Tuai Kritik, Propam Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 20:01 WIB

Terkini

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

×