-
Rans Carnival Sleman diserbu rombongan bus pariwisata secara mendadak.
-
Kehadiran bus memicu tudingan pengerahan penonton bayaran di media sosial.
-
Acara sebelumnya sepi akibat boikot dan mundurnya sejumlah musisi pendukung.
Suara.com - Rans Carnival milik Raffi Ahmad di Sleman mendadak diserbu rombongan bus pariwisata di tengah isu pengerahan penonton bayaran. Rans Carnival di Stadion Maguwoharjo, Sleman, mendadak dipadati puluhan bus pariwisata pada Minggu (1/11/2026).
Lonjakan mendadak kendaraan besar ini langsung memicu spekulasi liar dan tudingan pengerahan massa bayaran di media sosial. Gelombang kecurigaan warganet bermula dari rekaman video viral yang diunggah akun @FeedMedsos.
Video tersebut memperlihatkan deretan bus dari berbagai daerah memadati area acara yang sebelumnya dilaporkan sepi pengunjung. Transformasi situasi dari lengang menjadi mendadak penuh ini langsung menjadi sorotan tajam warganet di dunia maya.
Banyak pihak menduga kehadiran rombongan bus pariwisata itu sengaja didatangkan untuk menyelamatkan citra acara milik Raffi Ahmad.
Sepinya pengunjung pada hari-hari sebelumnya tak lepas dari gelombang boikot publik terhadap Raffi Ahmad.
Kemarahan netizen bermula saat sang artis hadir dalam gelaran Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Jakarta.
Imbas dari aksi boikot tersebut, sejumlah musisi ternama memutuskan mundur dari panggung utama Rans Carnival.
Grup musik seperti Tipe-X, Guyon Waton, Masdddho, hingga OM Wawes kompak membatalkan jadwal penampilan mereka.
Tidak hanya musisi, mayoritas pelaku UMKM kuliner yang mengisi stan acara juga memilih mengundurkan diri secara massal.
Situasi pelik ini membuat area festival sempat terlihat sangat lengang dan sepi dari aktivitas pengunjung umum.
Kondisi yang berbalik 180 derajat lewat kehadiran rombongan bus pariwisata justru melahirkan cibiran baru dari publik.
Warganet ramai-ramai melontarkan sindiran pedas di kolom komentar media sosial terkait fenomena tersebut.
"@raffinagita1717 ga kapok sama mahasewa bayaran, skrng datengin penonton bayarn demi citramu , rapi rapii."
"Buat acara sendiri,, bayar penonton sendiri,, ngucapin selamat sendiri ."
Kritik pedas lainnya juga menyoroti dugaan penggunaan masyarakat kecil sebagai tumbal citra di tengah kontroversi.
"Lagi2 orang kecil buat tumbal, tau kan alesan kenapa pemerintah benci orang kritis, karna mereka ngga bisa dibayar ."
Sindiran kreatif turut dilayangkan warganet yang memelesetkan istilah demonstran bayaran menjadi penonton sewaan.
"Memalukan kmaren MAHASEWA skarang WARGASEWA wkwkwkwk."
Kejanggalan ini dinilai sebagai pemandangan yang tidak biasa untuk ukuran sebuah acara karnaval publik.
"Baru kali ada karnaval pengunjungnya datang rombongan pake bis, ."
Rans Carnival sendiri berlangsung meriah di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, sejak 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Namun, pelaksanaan festival hiburan besar ini harus menghadapi ujian berat akibat gelombang protes sosial yang masif terhadap figur publik di baliknya.
Kontroversi politik yang melibatkan Raffi Ahmad di Jakarta berdampak langsung terhadap tingkat partisipasi publik dan pengisi acara di Yogyakarta.
Hingga kini, polemik seputar kehadiran rombongan bus pariwisata penutup acara tersebut masih menjadi perbincangan hangat di berbagai platform digital.