Bagaimana Banjir Rob Memengaruhi Tubuh dan Kehidupan Perempuan Pesisir Demak?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 04 November 2026 | 14:53 WIB
Bagaimana Banjir Rob Memengaruhi Tubuh dan Kehidupan Perempuan Pesisir Demak?
Foto udara sejumlah warga menembus banjir rob yang menggenangi akses keluar-masuk Perumahan Tahap III Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Rabu (4/6/2025). [ANTARA FOTO/Aji Styawan/rwa]

Suara.com - Banjir rob yang berulang di pesisir Demak, Jawa Tengah, tidak hanya mengubah lingkungan dan mata pencaharian warga. Bagi perempuan pesisir dan nelayan perempuan, dampaknya juga dirasakan melalui tubuh, kesehatan, beban pekerjaan, hingga tekanan emosional.

Pengalaman tersebut direkam peneliti School of Geography, University of Leeds, Inggris, Andi Misbahul Pratiwi, menggunakan metode body mapping atau peta tubuh. Hasil penelitiannya dipublikasikan dalam jurnal Area edisi 2026.

Penelitian berlangsung selama tujuh bulan pada 2024 di tiga desa, yakni Morodemak, Purworejo, dan Timbulsloko. Pratiwi bekerja sama dengan Puspita Bahari, gerakan perempuan nelayan di Demak yang memperjuangkan hak nelayan perempuan sejak 2005 dan kini juga mengadvokasi keadilan iklim.

Menurut Pratiwi, rob bukan sekadar peristiwa bencana yang datang sesekali. Genangan air laut yang berulang perlahan mengubah lanskap, sumber penghidupan, dan hubungan sosial masyarakat.

Dampaknya juga tidak dirasakan secara merata. Perempuan pesisir menghadapi risiko ketimpangan gender yang dapat semakin berat, mulai dari beban kerja berlapis, perkawinan anak, kekerasan berbasis gender, hingga persoalan kesehatan reproduksi.

Menggambar Dampak Rob pada Tubuh

Metode body mapping digunakan untuk merekam pengalaman yang sulit ditangkap melalui data atau wawancara biasa. Peserta diminta menggambar tubuh, aktivitas sehari-hari, lingkungan tempat tinggal, serta perubahan yang mereka rasakan akibat rob.

Lokakarya tersebut melibatkan 31 perempuan berusia 20 hingga lebih dari 60 tahun. Sebagian besar peserta hanya menamatkan pendidikan sekolah dasar.

Mereka dibagi dalam kelompok kecil dan menggunakan kertas berukuran A0 serta spidol warna. Warna merah digunakan untuk menandai bagian tubuh yang mengalami nyeri atau tekanan emosional, sedangkan hijau menunjukkan sumber kegembiraan, kekuatan, dan dukungan.

baca juga

Dari kegiatan tersebut, dihasilkan tujuh peta tubuh.

Salah satu gambar dari Morodemak memperlihatkan perempuan nelayan membawa keranjang ikan. Tanda merah terlihat di bagian kaki, pinggul, tangan, dan kepala. Sementara itu, simbol hati di sekitar rumah Puspita Bahari menggambarkan ruang yang memberikan kebahagiaan dan dukungan komunitas.

Pengalaman yang Tidak Selalu Mudah Diceritakan

Proses penelitian dirancang bersama peserta. Mereka ikut menentukan lokasi, metode kelompok, hingga jadwal kegiatan yang disesuaikan dengan pasang air laut.

Selama lokakarya, muncul beragam respons emosional. Di Purworejo, seorang peserta menangis ketika menceritakan jaring ikan yang hilang akibat badai. Sementara di Timbulsloko, sejumlah peserta justru merasa senang karena sudah lama tidak menggambar. Sebagian bahkan menceritakan rumah yang terendam dengan humor.

Pratiwi juga menemukan bahwa sejumlah pengalaman, terutama terkait kekerasan berbasis gender dan kesehatan reproduksi, tidak mudah disampaikan dalam kelompok. Karena itu, ia membuka kesempatan wawancara lanjutan secara individual.

"Peserta tetap menjadi pencerita dan penafsir utama atas pengalaman tubuh mereka," tulis Pratiwi dalam penelitiannya.

Menjadi Bahan Advokasi Perempuan Pesisir

Hasil body mapping tetap menjadi milik peserta dan Puspita Bahari. Dengan persetujuan peserta, karya tersebut kemudian digunakan sebagai bahan advokasi, termasuk dalam buku ilustrasi Banjir Rob: Perempuan, Perikanan, dan Krisis Iklim di Indonesia yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Buku itu dimanfaatkan Puspita Bahari untuk menyampaikan pengalaman perempuan pesisir kepada publik yang lebih luas, termasuk pembuat kebijakan.

Penulis: Inesia Dian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bedah Lagu "Rayuan Perempuan Gila": Relate Banget Buat Kamu yang Punya Trust Issue

Bedah Lagu "Rayuan Perempuan Gila": Relate Banget Buat Kamu yang Punya Trust Issue

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 14:02 WIB

Ironi Women Empowerment: Standar Ganda di Balik Slogan Kesetaraan

Ironi Women Empowerment: Standar Ganda di Balik Slogan Kesetaraan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 16:30 WIB

Ulasan Buku The Alpha Girls Guide: Menjadi Perempuan Cerdas dan Mandiri

Ulasan Buku The Alpha Girls Guide: Menjadi Perempuan Cerdas dan Mandiri

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 13:30 WIB

Terkini

Neve Campbell Dipastikan Kembali Perankan Sidney Prescott dalam Scream 8

Neve Campbell Dipastikan Kembali Perankan Sidney Prescott dalam Scream 8

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 14:50 WIB

Shio Anjing Cocok dengan Shio Babi? Ini Prediksi Hokinya dalam Keuangan dan Asmara

Shio Anjing Cocok dengan Shio Babi? Ini Prediksi Hokinya dalam Keuangan dan Asmara

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 14:50 WIB

Demokrat Soroti Kasus Penyadapan yang Seret Eks Kapolri: Siapa Dalangnya dan Apa Motifnya?

Demokrat Soroti Kasus Penyadapan yang Seret Eks Kapolri: Siapa Dalangnya dan Apa Motifnya?

News | Rabu, 04 November 2026 | 14:49 WIB

Amanda Manopo Kembali Lewat Series Pay Later 2, Hadirkan Isu Judol hingga Romansa Manis

Amanda Manopo Kembali Lewat Series Pay Later 2, Hadirkan Isu Judol hingga Romansa Manis

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 14:49 WIB

Gerindra Sebut Penyadapan Terhadap Presiden Adalah Insubordinasi, Perlu Didalami Upaya Makar

Gerindra Sebut Penyadapan Terhadap Presiden Adalah Insubordinasi, Perlu Didalami Upaya Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 14:48 WIB

Polisi Ungkap Hasil Tes DNA 15 Fragmen Tulang Pembunuhan Ibu dan Anak Madiun

Polisi Ungkap Hasil Tes DNA 15 Fragmen Tulang Pembunuhan Ibu dan Anak Madiun

Jatim | Rabu, 04 November 2026 | 14:48 WIB

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Apresiasi Peraih Perak Youth Olympic Games 2026

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Apresiasi Peraih Perak Youth Olympic Games 2026

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 14:46 WIB

SEG Restorasi 325 Hektare Hutan Halimun Salak, 120 Ribu Pohon Bakal Ditanam

SEG Restorasi 325 Hektare Hutan Halimun Salak, 120 Ribu Pohon Bakal Ditanam

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 14:45 WIB

Berijazah tapi Mati Rasa: Saat Kuliah Cuma Jadi Syarat Cari Kerja

Berijazah tapi Mati Rasa: Saat Kuliah Cuma Jadi Syarat Cari Kerja

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 14:45 WIB

Mengapa Kerusakan Hutan Ancam Keberlangsungan Ritual Adat Masyarakat Sihaporas?

Mengapa Kerusakan Hutan Ancam Keberlangsungan Ritual Adat Masyarakat Sihaporas?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 14:44 WIB

×