Impor Daging dan Susu Masih Tinggi, Wamentrans Gandeng Akademisi Kembangkan Peternakan Modern

Andi Ahmad S

Sabtu, 07 November 2026 | 20:43 WIB
Impor Daging dan Susu Masih Tinggi, Wamentrans Gandeng Akademisi Kembangkan Peternakan Modern
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi [Ist]
baca 10 detik
  • Kementerian Transmigrasi berencana menggandeng FKH Unud di Bali pada Jumat untuk mengembangkan peternakan modern guna swasembada protein hewani.
  • Wamen Transmigrasi menyatakan Indonesia masih mengimpor daging sapi dan susu karena produksi nasional belum mencukupi kebutuhan dalam negeri.
  • Pemerintah menyiapkan lahan seluas 3,1 juta hektare dan telah menyepakati dua lokasi baru guna menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi.

Suara.com - Kementerian Transmigrasi berencana menggandeng Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (FKH Unud) untuk mengembangkan peternakan modern di kawasan transmigrasi.

Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya pemerintah mendorong swasembada protein hewani nasional, khususnya daging sapi dan susu.

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan, Indonesia masih menghadapi kesenjangan antara kebutuhan dan produksi nasional untuk sejumlah komoditas protein hewani.

Berdasarkan data yang dipaparkannya, kebutuhan daging sapi dan kerbau nasional mencapai 794,29 ribu ton, sedangkan ketersediaannya baru 421,21 ribu ton.

Sementara itu, kebutuhan susu nasional mencapai 4,7 juta ton, tetapi produksi dalam negeri pada 2025 baru sekitar 820,87 ribu ton.

"Kekurangan daging sapi dan susu inilah yang membuat kita impor," kata Viva Yoga saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Nasional di Badung, Bali, Jumat (6/11/2026).

Seminar bertema 'Transformasi Kedokteran Hewan Indonesia dalam Mendukung Kesehatan dan Ketahanan Pangan Nasional Melalui Pendekatan One Health' tersebut dihadiri Rektor Unud Prof I Ketut Sudarsana, Dekan FKH Unud Dr drh Gusti Ngurah Sudisma, perwakilan pemerintah, lembaga veteriner, akademisi, pelaku usaha, dan mahasiswa.

Viva Yoga menilai, kesenjangan produksi daging sapi dan susu menjadi tantangan sekaligus peluang bagi fakultas kedokteran hewan di Indonesia untuk berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian pangan.

Ia bahkan berharap Indonesia dapat mengembangkan industri peternakan seperti Selandia Baru, mengingat Indonesia memiliki potensi lahan yang luas dan kawasan savana.

baca juga

"Di Indonesia lahannya lebih luas daripada New Zealand dan kita juga punya savana," ujarnya.

Menurut Viva Yoga, Kementerian Transmigrasi memiliki lahan sekitar 3,1 juta hektare yang berpotensi dikolaborasikan untuk mendukung pengembangan peternakan.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah menjalin sinergi dengan FKH Unud untuk mengembangkan peternakan modern sapi yang unggul, sehat, dan produktif.

Program tersebut nantinya diharapkan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), sektor swasta, perguruan tinggi, hingga mitra luar negeri.

Dalam kesempatan itu, Viva Yoga juga menjelaskan arah baru kebijakan transmigrasi yang kini tidak lagi berorientasi sekadar memindahkan penduduk dari satu daerah ke daerah lain.

Menurutnya, pengembangan kawasan transmigrasi saat ini lebih diarahkan untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia mengungkapkan, Kementerian Transmigrasi telah menerima 65 proposal dari berbagai kabupaten dan kota di luar Pulau Jawa yang mengusulkan pembukaan kawasan transmigrasi baru.

Namun, dari seluruh usulan tersebut, baru dua lokasi yang disepakati, yakni kawasan Barelang di Kota Batam, Kepulauan Riau, dan salah satu kabupaten di Sulawesi.

Pembukaan kawasan baru, kata dia, harus mempertimbangkan potensi ekonomi serta aksesibilitas wilayah agar mampu mendorong aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

"Tanpa itu kita tidak akan buka," tegasnya.

Viva Yoga menambahkan, minat masyarakat mengikuti program transmigrasi masih cukup tinggi. Saat ini tercatat sekitar 10.000 kepala keluarga telah mendaftar sebagai calon transmigran, meskipun program tersebut belum disosialisasikan secara luas.

Sejak program transmigrasi dimulai pada 1950, tercatat sekitar 2,2 juta transmigran atau setara 9,2 juta jiwa bersama anggota keluarganya telah mengikuti program tersebut.

Ia juga menyebut kawasan transmigrasi memiliki kontribusi terhadap pencapaian swasembada pangan nasional karena sebagian besar dikembangkan sebagai sentra produksi tanaman pangan.

Setelah keberhasilan swasembada beras, pemerintah kini mulai mendorong pemenuhan kebutuhan protein hewani, salah satunya melalui pengembangan peternakan, kampung nelayan, dan budidaya perikanan air tawar.

"Kementerian Transmigrasi telah bersinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait hal ini," katanya.

Viva Yoga berharap 14 fakultas kedokteran hewan yang tersebar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia dapat mengambil peran strategis dalam mendukung agenda tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Don't Disturb Me Farming: Love-Hate yang Dibalut Pertanian dan Peternakan

Don't Disturb Me Farming: Love-Hate yang Dibalut Pertanian dan Peternakan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 16:00 WIB

Little Blue Truck Lost and Found: Misteri Kecil di Peternakan

Little Blue Truck Lost and Found: Misteri Kecil di Peternakan

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:00 WIB

PAN Nyatakan Siap Dukung Prabowo Kembali di Pilpres 2029, Ini Alasan Lengkapnya

PAN Nyatakan Siap Dukung Prabowo Kembali di Pilpres 2029, Ini Alasan Lengkapnya

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:16 WIB

Profesor Jerman Sorot Pola Lama, Kementrans Gunakan Pendekatan Baru Transmigrasi di Rempang

Profesor Jerman Sorot Pola Lama, Kementrans Gunakan Pendekatan Baru Transmigrasi di Rempang

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Tawarkan Beasiswa S2 untuk Warga Rempang, Menteri Transmigrasi: Jangan Cuma Mau Jadi Buruh!

Tawarkan Beasiswa S2 untuk Warga Rempang, Menteri Transmigrasi: Jangan Cuma Mau Jadi Buruh!

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Terkini

Impor Daging dan Susu Masih Tinggi, Wamentrans Gandeng Akademisi Kembangkan Peternakan Modern

Impor Daging dan Susu Masih Tinggi, Wamentrans Gandeng Akademisi Kembangkan Peternakan Modern

News | Sabtu, 07 November 2026 | 20:43 WIB

Futsal Putra Kabupaten Bogor Tembus Final Porprov Jabar 2026, Tantang Tuan Rumah Kota Bekasi

Futsal Putra Kabupaten Bogor Tembus Final Porprov Jabar 2026, Tantang Tuan Rumah Kota Bekasi

Bogor | Sabtu, 07 November 2026 | 20:32 WIB

Isi Akhir Pekan dengan Jalan Sehat, Paramount Color Walk Akan Hadir Desember

Isi Akhir Pekan dengan Jalan Sehat, Paramount Color Walk Akan Hadir Desember

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 20:28 WIB

MALIKA for Urban Studies Soroti Pelanggaran Fungsi Sungai Cisadane di Tangerang Raya

MALIKA for Urban Studies Soroti Pelanggaran Fungsi Sungai Cisadane di Tangerang Raya

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:26 WIB

Produksi Sumur Baru PHM Lampaui Target, Hasilkan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Produksi Sumur Baru PHM Lampaui Target, Hasilkan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 20:19 WIB

Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja

Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 20:19 WIB

Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program

Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:17 WIB

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Health | Sabtu, 07 November 2026 | 20:05 WIB

Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak

Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak

Jabar | Sabtu, 07 November 2026 | 20:04 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:02 WIB

×