NTB.Suara.com - Puasa tidak hanya ada dalam agama Islam. Dalam agama lain, puasa juga menjadi laku dalam mendekatkan kepada Tuhan. Termasuk puasa dalam agama Hindu.
Pendeta Hindu, Mpu Jaya Prema Ananda menjelaskan puasa dalam agama Hindu disebut upawasa. Upa artinya dekat, uwasa artinya Tuhan.
“Upawasa artinya mendekat pada Tuhan,” kata Mpu Jaya Prema dalam tayangan di Youtube-nya pada 6 April 2022 lalu.
Dia menjelaskan, puasa dalam Hindu tidak berpatokan pada bulan. Ada banyak macam puasa dalam Hindu.
Pendeta yang bernama walaka Putu Setia ini mencontohkan puasa pada Hari Suci Siwaratri. Puasa ini dari pagi sampai pagi lagi. Namun ada yang menafsirkan dari pagi sampai matahari terbenam, namun boleh makan terbatas, seperti makan mutih karena hanya nasi putih tanpa lauk-pauk.
Saat pagi-matahari terbenam, dalam Puasa Siwaratri ini juga disertai puasa bicara. Malamnya juga berjaga atau tanpa tidur dengan melakukan memuja Dewa Siwa yakni japa.
“Siwaratri adalah hari memuja Dewa Siwa. Sering disebut malam peleburan dosa,” tandas dia.
Da juga puasa berkaitan Hari Raya Nyepi, yakni tanggal 1 Sasih Kedasa. Puasa ini total seharian. Tidak makan, minum, dari pagi sampai pagi lagi.
“Puasa ini lebih berat karena disertai 4 pantangan lain (brata penyepian). Amati geni (tidak boleh menyalakan api), amati karya (tidak boleh bekerja), amati lelungan (tidak boleh bepergian), dan amati lelanguan (tidak boleh mencari hiburan),” tandasnya.
Baca Juga: Pasti Seruuu, Raffi Ahmad-Nagita Slavina Duet Jadi Host Acara Ramadhan
Ada juga puasa ekadasi. Eka artinya satu, dasi samanya sepuluh. Jika ditambahkan itu menjadi 11. Tidak ada keseragaman mengenai puasa ekadasi. Tergantung lontar apa yang dipakai. Puasa ini dilakukan dari pagi sampai matahari terbenam.
Juga terdapat puasa-puasa pada hari-hari tertentu. Yakni hari suci atau keramat. Contohnya pewintenan ekajati untuk jadi pemangku, atau pediksan dwijati untuk jadi pendeta Hindu. (*)