NTB.Suara.com - Ketua Umum PSSI Erick Tohir membawa angin segar bagi pecinta sepak bola tanah air. Setelah membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20, FIFA menjatuhkan sanksi administrasi terhadap PSSI. Kabar baik tersebut disampaikan Erick Tohir melalui unggahan pada instagram resminya.
“Saya hanya bisa berucap, Alhamdulillah, atas rahmat Allah SWT dan doa dari seluruh rakyat Indonesia khususnya para pecinta sepak bola, Indonesia bisa terhindar dari sanksi berat pengucilan dari sepakbola dunia,” tulis Erick Tohir dalam caption instagram @pssi.
Rupanya, keputusan federasi sepak bola internasional tersebut tak lepas dari campur tangan Erick Tohir yang mendatangi FIFA untuk berdiskusi lebih lanjut. Bukan tanpa alasan, Presiden Joko Widodo memberikan arahan pada Erick untuk bernegosiasi sekaligus mempresentasikan blueprint transformasi sepak bola Indonesia.
Lebih lanjut, pertemuannya dengan Gianni Infantino selaku presiden FIFA juga memaparkan komitmen pemerintah Indonesia dalam merenovasi 22 stadium sebagai bentuk dukungan dan keseriusan pemerintah akan kegiatan tim nasional dan liga.
"Setelah saya menyampaikan pesan Presiden Jokowi, dan menjelaskan cetak biru sepak bola kita, FIFA hanya memberikan sanksi administrasi berupa pembekuan dana FIFA Forward untuk keperluan operasional PSSI. Hal itu akan direview kembali setelah FIFA mempelajari strategi besar pengembangan sepak bola Indonesia," jelasnya.
Sanksi administrasi bagi timnas Indonesia adalah suatu hal yang patut disyukuri. Bagi mantan presiden Klub Inter Milan tersebut, sanksi ringan yang diberikan harus menjadi pembelajaran untuk kemajuan dunia sepak bola Indonesia.
Tim nasional Indonesia pun masih mempunyai kesempatan untuk menunjukkan eksistensinya pada berbagai laga internasional, salah satunya pada perhelatan SEA Games di akhir bulan ini.
"Kita tidak dikasih kartu merah, tapi kartu kuning sehingga kita bisa bermain dan berkompetisi di SEA Games pada akhir bulan ini," tutupnya.
Unggahan Instagram @pssi ramai dikomentari kalangan netizen. Mereka juga menyenggol Gubernur Jawa Tangeh Ganjar Pranowo dan Gubernur Bali Wayan Koster yang menjadi bagian dari biang kerok Indonesia batal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
"Semoga tidak ada kartu kuning lagi yang menjadikannya kartu merah. Mari kita semua berbenah baik federasi, pemerintah, maupun masyarakat dan suporter," tulis @tribungaruda.
"Di atas FIFA masih ada Pak Ganjar dan Pak Koster," kata @zona_persisku begitu sarkas.
"KARTU MERAHNYA BUAT PAK GANJAR," tandas @gagasirhm. (*/Haryo)